My Life Friend

My Life Friend
9.impian bunda



Dimalam yang dingin, menemani sedihnya seorang ayah yang dalam kebimbangan. Faisal berdiri dibalkon kamarnya. Nita yang penasaran ada apa dengan suaminya pun menghampiri Faisal


Nisa"yah...kenapa?," tanya Nita memegang bahu Faisal


Faisal"ya tuhan....bunda ngagetin aja siih," ucap Faisal terkejut


Nita"abisnya ayah aneh si, kenapa berdiri disini, kan dingin yah. Emang ayah lagi mikirin apa si?," tanya Nita yang penasaran


Faisal"nggak papa kok bun." jawab Faisal singkat


Nita"ayah bohong sama bundaa...ayo cerita yah." desak Nita


Faisal"sebelum ayah cerita punda jangan marah sama ayah." pinta Faisal


Nita"iya, iya. Udah buruan cerita."


Faisal"jadi...gini bun, Rendi ingin menjodohkan anaknya..."


Nita"apa yah, bunda nggaksdalah denger" potong Nita yang terkejut


Faisal"bunda ayah belom selesai. Iya Rendi ingin menikahkan anaknya debngan kyra bun." lanjut Faisal dengan wajah memucat


Nita"bagus dong yah, jadi impian aku sama Eka jadi kenyataan." celetuk Nita dengan senyum


Faisal"apa bun?, jadi bunda nggak marah. Terus bunda setuju gitu." ucap Faisal keheranan


Nita"lah ayah kenapa kayak kaget gitu, emang bunda salah. Ya jelas bunda setuju, itu kan impian bunda, yah." jawab bunda dengan mata berbinar


Faisal hanya mengangguk bingung kenapa istrinya menyetujui ide gila itu


Faisal"terus Kyra gimana bun?,"


Nita"iya, ya yah. Nanti bunda yang bilang ke kyra,"


Faisal"bunda yakin." tanya Faisal memastikan


dan diangguki oleh Nita


*****


Keesokan harinya


pagi yang cerah mengawali hari baru Kyra yang kini hanya bermalas-malasan dikasur empuknya, dikarnakan ini adalah hari minggu. Jadi untuk apa bangun pagi-pagi, pikir Kyra. Itu memang sudah menjadi kebiasaannya, bagun siang dihari yang indah


Nita"Kyra, buka pintunya sayang," panggil Nita berdiri didepan pintu


Kyra yang malas mau tak mau berjalan membuka pintu dengan khas orang bangun tidur, dengan rambut yang berantakan baju yang kusut seperti orang yang habis terkena angin topan. Wkwk


Kyra"ada apa bun, ini kan hari libur. Kyra masih ngantuk bun." jawab Kyra setelah membuka pintu


Nita"ya tuhan kyra, kamu baru bangun, bunda kira kamu udah bangun. Ini itu udah siang Kyra sayang. Anak gadis nggak boleh jadi pemalas." omel Nita


Kyra"iya bunda sayang, tapi ini hari libur lo, Kyra cumak mau tidur sebentar lagi." ucap Kyra yang berniat naik ke atas kasur lagi


Nita"nggak, nggak boleh. Sekarang kamu mandi terus keluar. Bunda tunggu diluar. Kalau dalam dua puluh menit Kyra nggak keluar, bunda potong uang jajan Kyra satu bulan." ancam Nita


Kyra"yah, jangan dong bun. Iya, iya Kyra mandi sekarang." ucap Kyra segera masuk ke kamar mandi


Nita hanya menggeleng melihat tingkah anaknya, yang berubah seratus delapan puluh derajat jika dirumah. Kyra akan menjadi anak yang manja, apa lagi kepada kakak dan ayahnya.


*****


Lima belas menit Kyra sudah selesai dengan segala perawatannya itu. Menuruni tangga dengan wajah malas menatap orang yang sudah menunggunya. Duduk didekat bundanya dengan cemberut


Nita"anak bunda udah mandi," ucap Nita mencium kening Kyra seperti anak bayi


Kyra"bunda apaan sii, emang Kyra anak kecil." ucap Kyra dengan bibir cemberut


Nita"iya, iya Kyra udah besar, jangan cemberut gitu dong. Entar cantiknya ilang lo." bujuk Nita


Kyra"biarin." ketus Kyra


Dimas"dek, udah dong ngambeknya. Nanti kakak kasih pinjem leptop kakak deh, terserah mau buat apa" bujuk Dimas dengan menggunakan jurus terakhirnya, karna memang sudah kebiasaan Kyra meminjam lemtop Dimas untuk menonton drama kesukaannya


Kyra"wah...beneran kak?," tanya Kyra dengan mata berbinar


Dimas"iya."


Kyra"yey...." ucap Kyra kegirangan melompat-lompat diatas sofa


______


hallo readers, ceritanya baru bisa aku up. karna akhir-akhir ini sibuk banget. happy reading๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š