
Dimalam yang dingin, menemani sedihnya seorang ayah yang dalam kebimbangan. Faisal berdiri dibalkon kamarnya. Nita yang penasaran ada apa dengan suaminya pun menghampiri Faisal
Nisa"yah...kenapa?," tanya Nita memegang bahu Faisal
Faisal"ya tuhan....bunda ngagetin aja siih," ucap Faisal terkejut
Nita"abisnya ayah aneh si, kenapa berdiri disini, kan dingin yah. Emang ayah lagi mikirin apa si?," tanya Nita yang penasaran
Faisal"nggak papa kok bun." jawab Faisal singkat
Nita"ayah bohong sama bundaa...ayo cerita yah." desak Nita
Faisal"sebelum ayah cerita punda jangan marah sama ayah." pinta Faisal
Nita"iya, iya. Udah buruan cerita."
Faisal"jadi...gini bun, Rendi ingin menjodohkan anaknya..."
Nita"apa yah, bunda nggaksdalah denger" potong Nita yang terkejut
Faisal"bunda ayah belom selesai. Iya Rendi ingin menikahkan anaknya debngan kyra bun." lanjut Faisal dengan wajah memucat
Nita"bagus dong yah, jadi impian aku sama Eka jadi kenyataan." celetuk Nita dengan senyum
Faisal"apa bun?, jadi bunda nggak marah. Terus bunda setuju gitu." ucap Faisal keheranan
Nita"lah ayah kenapa kayak kaget gitu, emang bunda salah. Ya jelas bunda setuju, itu kan impian bunda, yah." jawab bunda dengan mata berbinar
Faisal hanya mengangguk bingung kenapa istrinya menyetujui ide gila itu
Faisal"terus Kyra gimana bun?,"
Nita"iya, ya yah. Nanti bunda yang bilang ke kyra,"
Faisal"bunda yakin." tanya Faisal memastikan
dan diangguki oleh Nita
*****
Keesokan harinya
pagi yang cerah mengawali hari baru Kyra yang kini hanya bermalas-malasan dikasur empuknya, dikarnakan ini adalah hari minggu. Jadi untuk apa bangun pagi-pagi, pikir Kyra. Itu memang sudah menjadi kebiasaannya, bagun siang dihari yang indah
Nita"Kyra, buka pintunya sayang," panggil Nita berdiri didepan pintu
Kyra yang malas mau tak mau berjalan membuka pintu dengan khas orang bangun tidur, dengan rambut yang berantakan baju yang kusut seperti orang yang habis terkena angin topan. Wkwk
Kyra"ada apa bun, ini kan hari libur. Kyra masih ngantuk bun." jawab Kyra setelah membuka pintu
Nita"ya tuhan kyra, kamu baru bangun, bunda kira kamu udah bangun. Ini itu udah siang Kyra sayang. Anak gadis nggak boleh jadi pemalas." omel Nita
Kyra"iya bunda sayang, tapi ini hari libur lo, Kyra cumak mau tidur sebentar lagi." ucap Kyra yang berniat naik ke atas kasur lagi
Nita"nggak, nggak boleh. Sekarang kamu mandi terus keluar. Bunda tunggu diluar. Kalau dalam dua puluh menit Kyra nggak keluar, bunda potong uang jajan Kyra satu bulan." ancam Nita
Kyra"yah, jangan dong bun. Iya, iya Kyra mandi sekarang." ucap Kyra segera masuk ke kamar mandi
Nita hanya menggeleng melihat tingkah anaknya, yang berubah seratus delapan puluh derajat jika dirumah. Kyra akan menjadi anak yang manja, apa lagi kepada kakak dan ayahnya.
*****
Lima belas menit Kyra sudah selesai dengan segala perawatannya itu. Menuruni tangga dengan wajah malas menatap orang yang sudah menunggunya. Duduk didekat bundanya dengan cemberut
Nita"anak bunda udah mandi," ucap Nita mencium kening Kyra seperti anak bayi
Kyra"bunda apaan sii, emang Kyra anak kecil." ucap Kyra dengan bibir cemberut
Nita"iya, iya Kyra udah besar, jangan cemberut gitu dong. Entar cantiknya ilang lo." bujuk Nita
Kyra"biarin." ketus Kyra
Dimas"dek, udah dong ngambeknya. Nanti kakak kasih pinjem leptop kakak deh, terserah mau buat apa" bujuk Dimas dengan menggunakan jurus terakhirnya, karna memang sudah kebiasaan Kyra meminjam lemtop Dimas untuk menonton drama kesukaannya
Kyra"wah...beneran kak?," tanya Kyra dengan mata berbinar
Dimas"iya."
Kyra"yey...." ucap Kyra kegirangan melompat-lompat diatas sofa
______
hallo readers, ceritanya baru bisa aku up. karna akhir-akhir ini sibuk banget. happy reading๐๐๐