My Life Friend

My Life Friend
13.tunangan



Kyra mendongak setelah sendari tadi hanya menunduk. Pandangannya langsung tertuju pada remaja laki-laki.' huh, sepertinya dia menyebalkan. Terlihat dari wajahnya yang datar itu' guman Kyra dalam hati


Begitu juga dengan remaja itu, mereka saling memandang, cukup lama


Rendi"ehem," nanti dong pandang-pandangannya. Gimana, apa kalian setuju?"


Eka"oh iya kalian kan belum kenalan ya, sampek lupa. Ayo kenalan dulu, Dian Kyra" perintah Eka


Dian adalah panggilan Albert saat dirumah sedangkan teman temannya biasa memanggilnya Al


Kyra dan Dian saling pandang, bingung apa yang harus mereka lalukan


Rendi"ayo dong kenalan. ini kenalan bukan malam pertama, tegang banget." canda Rendi yang membuat yang lain tertawa


Al"apaan si pa." ketus Al


Eka"ya udah buruan dong."


Al mengulurkan tangan terpaksa tanpa menatap Kyra


Al"Al." ucap Dian singkat


Kyra membalas uluran tangan Al


Kyra"Kyra" ucap Kyra segera melepas tangnnya.'sombong sekali dia.' guman Kyra dalam hati


Rendi"nah gitu dong, dari tadi lama banget."


Eka"sudah dong mas, kamu kayak nggak pernah muda aja, mereka pasti masih malu malu," timpa Eka


Rendi"iya iya ma. Gimana kalian belum jawab pertanyaan kami?" Melirik Kyra dan Dian bergantian


Al"terserah papa, mama. Al ikut aja." jawab Al singkat


Faisal"ra, kamu gimana?"


Kyra"ayah udah tau jawaban Kyra."


Faisal tersenyum mendengar jawaban putrinya


Faisal"ya, anakku dan ananmu setuju. Jadi semua aku serahkan ke kamu Ren." ucap Faisa menatap Rendi


Kyra dan Al sama sama terkejut. Bagaimana tidak mereka baru saja bertemu, tapi akan segera menikah dalam waktu dua minggu. Namun keduannya sama sama memilih bungkam, menurut saja pada orang tua jauh lebih baik, dari pada harus berdebat dengan mereka. Lagi pula cepat atau lambat mereka juga akan menikah sesuai renca.


Faisal"aku setuju-setuju saja. Jika itu memang yang terbaik.gimana menurut kamu bun?" tanya Faisal pada istrinya


Nita"bunda ikut aja yah." jawab Nita tersenyum


Rendi"Dian mana cincinnya?"


Al memberikan kotak kecil berwarna merah pada Rendi


Rendi"pasangin dong ke calonnya masak dikasih ke papa si, emang yang mau tunangan papa," canda Rendi yang membuat gelak tawa para orang tua


Sungguh ingin rasanya Al membuang ayahnya itu ke jalanan, ini anaknya tega-teganya ayahnya membuatnya malu


Al"iya, iya." sahut Al mengambil kotak merah itu dari tangan ayahnya


Eka"buruan dong Dian, gitu aja kok lama. Kasian Kyranya nungguin tu," ucap Eka yang melihat putranya terlalu lama membuka kotak


Al"mana tangan lo," ucap Al lirih yang tak dapat didengar yang lain karna posolisinya sangat dekat dengan Kyra


Kyra otonatis mengangkat tangannya, sebab tersentak oleh ucapan Al


Al memasangkan cicin di jari manis Kyra dan sebaliknya


"Alhamdulillah...." sirak semua orang tersenyum gembira


Acara pertemuan dan pertunangan selesai. Semua orang pulang kerumah masing-masing dengan hati yang bahagia. Namun tidak dengan Kyra, sejak pertemuannya dengan Al Kyra hanya diam menunduk. Disepanjang jalan pun Kyra hanya diam, berbeda dari biasanya yang cerewet. Dimas menyadari perubahan sikap adiknya yang dari tadi hanya diam. Kyra duduk didepan bersama Dimas.


Dimas"dek kenapa?" tanya Dimas lirih yang tak mau orang tuannya dengar


Kyra hanya menggeleng sambil tersenyum


Dimas kembali fokus menyetir dan sesekali melihat Kyra yang menatap keluar jendela


______


happy reading😊😊