
Kyra mendongak setelah sendari tadi hanya menunduk. Pandangannya langsung tertuju pada remaja laki-laki.' huh, sepertinya dia menyebalkan. Terlihat dari wajahnya yang datar itu' guman Kyra dalam hati
Begitu juga dengan remaja itu, mereka saling memandang, cukup lama
Rendi"ehem," nanti dong pandang-pandangannya. Gimana, apa kalian setuju?"
Eka"oh iya kalian kan belum kenalan ya, sampek lupa. Ayo kenalan dulu, Dian Kyra" perintah Eka
Dian adalah panggilan Albert saat dirumah sedangkan teman temannya biasa memanggilnya Al
Kyra dan Dian saling pandang, bingung apa yang harus mereka lalukan
Rendi"ayo dong kenalan. ini kenalan bukan malam pertama, tegang banget." canda Rendi yang membuat yang lain tertawa
Al"apaan si pa." ketus Al
Eka"ya udah buruan dong."
Al mengulurkan tangan terpaksa tanpa menatap Kyra
Al"Al." ucap Dian singkat
Kyra membalas uluran tangan Al
Kyra"Kyra" ucap Kyra segera melepas tangnnya.'sombong sekali dia.' guman Kyra dalam hati
Rendi"nah gitu dong, dari tadi lama banget."
Eka"sudah dong mas, kamu kayak nggak pernah muda aja, mereka pasti masih malu malu," timpa Eka
Rendi"iya iya ma. Gimana kalian belum jawab pertanyaan kami?" Melirik Kyra dan Dian bergantian
Al"terserah papa, mama. Al ikut aja." jawab Al singkat
Faisal"ra, kamu gimana?"
Kyra"ayah udah tau jawaban Kyra."
Faisal tersenyum mendengar jawaban putrinya
Faisal"ya, anakku dan ananmu setuju. Jadi semua aku serahkan ke kamu Ren." ucap Faisa menatap Rendi
Kyra dan Al sama sama terkejut. Bagaimana tidak mereka baru saja bertemu, tapi akan segera menikah dalam waktu dua minggu. Namun keduannya sama sama memilih bungkam, menurut saja pada orang tua jauh lebih baik, dari pada harus berdebat dengan mereka. Lagi pula cepat atau lambat mereka juga akan menikah sesuai renca.
Faisal"aku setuju-setuju saja. Jika itu memang yang terbaik.gimana menurut kamu bun?" tanya Faisal pada istrinya
Nita"bunda ikut aja yah." jawab Nita tersenyum
Rendi"Dian mana cincinnya?"
Al memberikan kotak kecil berwarna merah pada Rendi
Rendi"pasangin dong ke calonnya masak dikasih ke papa si, emang yang mau tunangan papa," canda Rendi yang membuat gelak tawa para orang tua
Sungguh ingin rasanya Al membuang ayahnya itu ke jalanan, ini anaknya tega-teganya ayahnya membuatnya malu
Al"iya, iya." sahut Al mengambil kotak merah itu dari tangan ayahnya
Eka"buruan dong Dian, gitu aja kok lama. Kasian Kyranya nungguin tu," ucap Eka yang melihat putranya terlalu lama membuka kotak
Al"mana tangan lo," ucap Al lirih yang tak dapat didengar yang lain karna posolisinya sangat dekat dengan Kyra
Kyra otonatis mengangkat tangannya, sebab tersentak oleh ucapan Al
Al memasangkan cicin di jari manis Kyra dan sebaliknya
"Alhamdulillah...." sirak semua orang tersenyum gembira
Acara pertemuan dan pertunangan selesai. Semua orang pulang kerumah masing-masing dengan hati yang bahagia. Namun tidak dengan Kyra, sejak pertemuannya dengan Al Kyra hanya diam menunduk. Disepanjang jalan pun Kyra hanya diam, berbeda dari biasanya yang cerewet. Dimas menyadari perubahan sikap adiknya yang dari tadi hanya diam. Kyra duduk didepan bersama Dimas.
Dimas"dek kenapa?" tanya Dimas lirih yang tak mau orang tuannya dengar
Kyra hanya menggeleng sambil tersenyum
Dimas kembali fokus menyetir dan sesekali melihat Kyra yang menatap keluar jendela
______
happy reading😊😊