
Nita"dek, jangan gitu. Nggak sopan, turun." perintah Nita
Kyra menurut langsung kembali duduk
Faisal"raa...ayah mau ngomong sesuatu sama Kyra. Tapi sebelumnya ayah minta maaf ya," ucap Faisal dengan wajah memucat
Kyra"ayah kenapa si, kok cumak mau ngomong aja pakek minta maaf segalak," tanya Kyra yang tidak mengert
Faisal"jadi gini, Kyra ingat tidak orang yang mendonorkan ginjalnya buat ayah,"
Kyra"iya lah yah, mana mungkin Kyra lupa sama orang yang udah nyelametin nyawa ayah." jawab Kyra dengan tersenyum
Faisal"nah, orang itu minta imbalan sayang," ucap Faisal menatap Kyra
Kyra"imbalan?." tanya Kyra mengerutkan keningnya
Faisal"iya sayang, orang itu minta agar anaknya menikah...." jawab Faisal menundukkan kepala tak mampu menatap Kyra
Kyra"menikah?, maksutnya gimana si yah. Orang itu minta imbalan agar anaknya menikah?. Anaknya menikah, lalu kita yang membiayai gitu maksud ayah?." tanya Kyra beruntut
Faisal"bukan gitu nak, mereka tidak kekurangan uang. Untuk apa minta kita membiayai pernikahan itu." jawab Faisal terseyum tipis, mendengar pertanyaan anaknya
Kyra"lalu?."
Faisal"orang itu ingin menikahkan anaknya dengan mu nak." jawab Faisal dengan menunduk
Kyra"apa yah, ayah bercanda kan?," tanya Kyra tak percaya
Nita"iya sayang, orang itu ingin menikahkan anaknya dengan mu nak." timpa Nita
Kyra"yah, bun. Masak Kyra harus nikah sama orang yang nggak Kyra kenal. Kyra nggak mau yah, bun." tolak Kyra
Faisal"ayah tidak akan memaksamu ra. Bagi ayah kebahagiaan mu adalah yang utama. Nanti ayah akan bilang pada om Rendi untuk membatalkan perjodohannya." jelas Faisal dengan senyum diwajahnya
Kyra yang melihat senyum ayahnya seakan terkena tamparan, ayahnya yang begitu menyayanginya. Lalu mengapa ia tak mau membalas jasa-jasa orang tuanya. Pikiran campur aduk membuat tak kuat berada disini, Kyra berlari dan masuk ke kamar.
Menagis. Kyra mengis dikamar. Keputusan apa yang harus ia ambil. Disisi lain ia tak mau menikah dengan orang yang tak ia kenal, namun disisi lain orang yang menolong ayahnya ingin meminta imbalan. Apa tidak bisa diganti dengan yang lain?. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak Kyra. "aaaaaaaaa....." teriak Kyra dalam dekapan bantal yang sengaja ia lakukan agar tak ada yang mendengarnya.
****
Kyra sudah berada dikelas bersama teman-temannya. Seperti biasa, bergosip sambil menunggu guru datang. Namun ada yang tampak berbeda, Kyra hanya diam dan terlihat tidak bersemangat. Salsa dan Ana yang menyadari perubahan saling melempar pandangan seolah bertanya kenapa Kyra, tapi keduanya sama sama mengangkat bahu tanda tak tahu
Ana"ra, lo kenapa siik. Kok diem aja?," tanya Salsa memegang bahu Kyra
Kyra hanya menggeleng kepala
Salsa"gue tebak lo abis konser ya dirumah ra?,"
Ana"konser apaan, emang ada meet and gread sama pemain azab?," tanya Ana yang terlihat bodoh, karna setahu Ana tidak ada jumpa fans dengan pemain terkena azab, kesukaan Kyra
Salsa"diem lu, gue cumak ngehibur doang *****." jawab Salsa berbisik pada Ana
Ana"ohh.." Ana hanya memanggut-manggut mengerti
Salsa"kenapa sih ra, jangan diem dong nggak asik tauk." ucapk Salsa dengan bibir cemberut
Kyra"gue nggak papa gaes. Cumak sedikit ngantuk aja." jawab Kyra berbohong, karna tidak mungkin ia menceritakan masalahnya pada teman-temannya. Kyra tak mau teman-temannya tau soal perjodohan balas budi itu, Menurut Kyra lebih baik ia simpan sendiri.