
Kyra sudah berada dikelas bersama teman temannya. Memperhatikan Pak Hari yang menjelaskan pelajaran fisika dimana itu adalah pelajaran yang paling salsa suka, sangking sukanya Salsa sampai tertidur dimeja belakan. Fisika bagi Salsa hanyalah dongeng pengantar tidur. 'klok nggak mau banyak beban, nggak usah banyak gaya' itu kata kata Salsa yang ia ucapkan ketika Pak Hari menanyai apa saja yang sudah di jelaskan Pak Hari. Jawaban Salsa tentu membuat satu kelas tertawa terbahak bahak. Jelas saja Salsa tak tahu, sebab Salsa selalu tidur saat pelajaran fisika. Entah dari mana Salsa dapat dari mana kata kata itu.
Pak Hari yang sudah hafal akan kebiaan Salsa pun menghampiri Salsa. Mengetuk-ngeruk meja dengan sepidol
Salsa yang memang rada-rada tuli pun tak mendengar ketukan itu. Pak Hari yang geram pun berteriak
Pak Hari"banjir banjir, tolong banjir." teriak Pak Hari membuat Salsa langsung panik
"banjiirr... mana banjir. Ayo pulang, banjiiir." teriak Salsa histeris dan langsung berdiri saat nyawanya belum ngumpul
Disaat nyawanya sudah benar kembali, Salsa menatap semua teman temannya yang dikelas, mereka menatap Salsa diam.
Salsa"kalian kok diem, katanya banjir?" tanya Salsa yang belum nggeh
"ahahahah" tawa satu kelas melihat kebodohan Salsa
Kyra"aduh Sal, lo malu maluin aja tau nggak, banjirnya tu dipipi lo."
Salsa"hah" otomatis Salsa memegang pipinya, dan ternyata benar pipinya sedikit basah
Pak Hari"Salsa, kamu bener bener kelewatan. Bapak udah nggak bisa kasih toleransi lagi. Kamu bapak hukum." ucap Pak Hari tegas
Salsa"yah jangan dong pak masak dihukum, tadi cuma tidur 2 jam pak. Masak gitu aja
dihukum." protes Salsa tak terima
Pak Hari"apa Salsa, cuma kamu bilang. Dua jam kamu bilang cumak." Pak Hari menggeleng kepala
Pak Hari"kamu saya hukum hormat dibendera sampai istirahat kedua." Salsa menyatukan tangan memohon." Tidak ada keringanan." Salsa langsung tertuduk lemas membayangkan panasnya sang surya yang akan membakar kulit putih mulusnya
"hiks, hiks. Tega banget Pak Hari, nanti kulit gue jadi item gimana" ucap Salsa pura pura bersedih
Ana"sabar Sal ini ujian." ejek Ana memegang bahu Salsa
Ana"gimana caranya?"
Salsa"ya mikir lah an, gimana sik. Percuma lo masuk lima besar kalok nggak bisa mikir."
Ana"yah gue nggak ketemu caranya. Nikmatin ya Sal, sengatan sang surya." ejek Ana diakhiri gelak tawa
Salsa"laknat lo an. Ra bantuin gue dong," ucal Salsa memelas
Kyra"sorry Sal gue nggak bisa. Itu jugak salah lo, kenapa lo pakek ketiduran segalak. Lo mah kebiasaan Sal." ceramah Kyra panjang lebar
Salsa"iya iya gue salah." ucap Salsa segera berdiri menjalankan hukumannya.
****
Ditengah teriknya matahari Salsa hormat menghadap bendera. Sudah hampir tiga puluh menit ia disitu. Tiba tiba ada seorang yang berdiri di sebelahnya. Salsa melihat dan...
"ngapain lo disini, dihukum jugak?" tanya Salsa pada orang disebelahnya
"iya. Gara-gara Pak Hari menyedihkan itu." jawabnya kesal
"siapa?" tanya Salsa
"ya siapa lagi kalok bukan Pak Hari." jawab Doni. Ya yang disebelahnya Salsa adalah Doni. Doni dihukum karna ketahuan pergi ke kantin saat jam masuk kelas. Doni memang sering keluar kelas saat pelajaran, jika ditanya Doni hanya menjawab 'saya nggak perlu bajar pak, kan udah ada hanpone, jadi kita sebagai warga negara yang baik sebaiknya memanfaatkan fasilitas yang ada' jawab Doni yang membuat para guru menggeleng, bertanya tanga mengapa ada soerang siswa yang berfikir seperti itu
_______
jangan lupa tinggalkan jejak
happy reading๐๐๐