My Life Friend

My Life Friend
12.makan malam



Mendengar persetujuan anaknya, Faisal segera memberi kabar baik ini pada Rendi. Memberi tahu bahwa putrinya telah menyetujui perjodohan ini. Faisa sangat senang dan gembira, sebab ini adalah impiannya. Berbesan dengan teman sekolahnya dulu.


Setelah memberi kabar, mereka sepakat akan bertemu malam ini disalah satu restoran mewah. Menjadi kesepakatan bersama, jika para orang tidak akan memaksakan kehendak anak-anak. Faisal dan Rendi akan menerima keputusan anak-anak mereka setelah pertemuan nanti malam.


****


Keluarga Faisal sudah siapa hanya tinggal menunggu sang calon. Nita sibuk membantu putrinya bersiap-siap. Dengan polesan wajah yang sederhana sudah cukup membuat Kyra terlihat sangat cantik. Setelah selesai Kyra dan Nita keluar kamar menuruni tangga dengan tangan Kyra digenggam bundanya.


Faisal"kau terlihat sangat cantik sayang." Faisal menggandeng lengan Kyra.


Kyra hanya tersenyum menaggapi ucapan ayahnya


Dimas"ayo kita brangkat, nanti mereka menunggu lama." ajak Dimas


Faisal dan keluarga kecilnya masuk ke mobil, dengan Dimas yang menyetir. Kyra duduk dibelakang bersama ayahnya. Faisal menggemgam tangan Kyra erat, seakan tidak ingin putrinya pergi.


Sampailah mereka ditempat yang dituju. Mereka masuk kedalam. Tangan Kyra tetap digenggam erat oleh Faisal sampai masuk ke dalam. Barulah Faisal melepas genggammannya ketika Kyra akan duduk.


Faisal"apa kalian sudah lama menungu?" tanya Faisal yang sudah memdudukan dirinya didekat Kyra


Rendi"santai aja bro, kita jugak baru nyampek kok." jawab Rendi dengan khasnya yang seperti abg


Faisal hanya memanggut-manggut mendengar jawaban Rendi


Nita"oh iya, mbak anak mu kemana kok nggak ada?" tanya Nita yang tak mendapati calon menantunya


Eka"katanya tadi mau ketoilet, tapi kok lama banget. Mungkin gugup mbak mau ketemu calon." jawab Eka melirik ke arah Kyra


Kyra hanya menunduk mendengar penututan ibu dari anak yang akan dijodohkan dengannya


Nita"hahaha... iya mbak. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan waktunya anak-anak kita yang menikah." sahut Nita


Tak berselang lama datanglah seorang remaja laki-laki yang mungkin seusia Kyra. Remaja itu duduk disamping Kyra karna memang tinggal kursi itu saja yang kosong.


Rendi"nah ini dia yang kita tungu tunggu. Sal ini anak ku yang aku maksud. itu,"


Faisal"wah tampan sekali anakmu ren, tak seperti mu," canda Faisal yang mendapat pelototan dari Rendi


Nita"buahaha... kau benar Sal, anakku tak sesejek ayahnya. Untungnya dia mirip denganku." tumpa Nita


Rendi"mama, tega banget si. Itukan hasil kerja keras kita, masak aku yang dipojokin." protes Rendi dengan wajah memelas


Nita"sudah sudah. Nanti tidak jadi ini acaranya karna kamu mas. Ayo silakan dimakan hidangannya Nit, Sal semuanya. Setelah ini kita lanjutkan ngobtolnya"


Semua makan dengan diselingi candaan dari Faisal dan Rendi. Kyra hanya menunduk sendari tadi, bahkan ia belum melihat wajah yang akan dijidohkan dengannya. Bukan malu namun hanya saja malas mengingat semua ini karna keterpaksaan.


Setelah selesai mereka melanjutkan pembicaraan tentang perjodohan.


Rendi"menurutmu kapan waktu yang tepat Sal?"


Faisal"hem... ren, mereka satu bulan lagi akan ujian. Bagaimana kalau minggu depan?" jawab Faisal memberi pendapat


Nita"ehem... begini ren, apakah tidak ditanya dulu bagaimana pendapat mereka berdua. Bagaimanapun merekalah yang akan menjalaninya." sarana Nita


Eka"iya mas, sebaiknya begitu." tinpa Eka


Rendi"ya, aku setuju. Bagaimana dengan kalian. Dian, Kyra apa kalian setuju. Kami para orang tua hanya menginginkan yang terbaik, tapi kami juga tidak memaksa." tutur Rendi memberi penjelasan