My Life Friend

My Life Friend
5.nostalgia



Kini kondisi ayahnya kyra sudah sedikit membaik dari tadi malam yang drop. Karna sudah sedikit membaik ayah faisal ingin jalan-jalan ditaman rumah sakit bersama kyra. Walaupun menggunakan kursi roda. Kyra membawa ayahnya melihat bunga- bunga yang menampakan keindahannya menyambut datangnya kehidupan baru. cukup lama berkeliling kyra mengajak ayahnya masuk ke dalam karna hari mulai panas. Di pertengahan jalan ayah faisal bertemu seseorang


Rendi" faisal, kau kah itu? " tanya orang itu pada ayah faisal


Faisal" ya, benar saya faisal anda siapa ya? "


Rendi" aku rendi teman sma mu dulu, apakah kau tak ingat? "


Faisal" oh...rendi si tukang bolos lompat pager itu "


Rendi" hei...kenapa yang kau ingat hal seperti itu, ingat itu yang baik-baik kan malu kalau ada yang denger " ucap rendi dengan tersenyum malu


Faisal" iya-iya aku akan mengingat kebaikan mu. Hm...aku ingat kebaikan mu yang memberi contekan satu kelas tapi jawabannya salah semua, dan kau dikejar-kejar sampai masuk lobang sampah. hahaha.... "


Rendi" kau ini " ucap rendi menggaruk tengkuknya yang tak gatal


sedangkan kyra hanya diam menyaksikan ayah dan temannya bernostalgia


Faisal" oh iya kenapa kau disini, siapa yang sakit? "


Rendi" oh...aku kesini menjenguk tetangga ku yang sakit. Kau sendiri kenapa disini dan kenapa pakai infus segalak, kau sakit apa sal? " ucap rendi dengan nada khawatir


Faisal" biasa peyakit umur " ucap faisal tersenyum miris


Rendi" apa maksudmu? " ucap rendi yang tak paham


Faisal" aku mengidap gagal ginjal ren " jawab faisal lesu


Rendi" apa...sejak kapan? " ucap rendi terkejut


Faisal" entahlah sejak kapan, tepatnya aku merasa sakit yang parah 3 bulan lalu "


Rendi" apa kata dokter? "


Faisal" kata dokter aku perlu trasplatasi ginjal, karna sudah sangat parah " ucap faisal sendu


Rendi" lalu tunggu apa lagi, mengapa tidak disegerakan? "


Faisal" tidak ada yang cocok dengan ku di keluarga "


Rendi" bagai mana kalau aku coba "


Rendi" ya aku coba tes siapa tau cocok denganmu " ucap rendi tersenyum


Faisal" buahaha....jangan bercanda kau ren " ucap faisal yang terus tertawa


Rendi" aku tidak bercanda sal " ucap rendi dengan yakin


faisal menghentikan tawanya


Faisal" jangan ren, itu memiliki resiko yang tinggi. Kau tau jika kau mendonorkan ginjal mu untukku, kau akan hidup dengan satu ginjal ren. Itu tidak mudah " ucap faisal memperingati rendi


Rendi" kau itu sahabatku sal, tidak mungkin aku membiarkan sahabatku menderita "


Faisal" tapi ren... "


Rendi" sudahlah....oh iya siapa dia sal? " tanya rendi melihay kyra


Faisal" oh dia anakku, putriku satu-satunya " jawab faisal tersenyum


Rendi" wah...sudah besar ya terakhir ketemu itu waktu dia masih umur lima tahun kan. Kalau tidak salah namanya...ky kyr, siapa sal aku lupa "


Faisal" kyra "


Rendi" oh iya kyra. Sudah besar ya, sama seperti anakku " ucap rendi tersenyum pada kyra


Faisal" lalu dimana anakmu "


Rendi" dia dirumah. Ya sudah aku harus segera pergi, karna ada miting. Pasti aku datang besok.by " ucap rendi melambaikan tangan seperti anak muda


setelah kepergian rendi barulah kyra bicara


Kyra" huh...ayah aku ini pegal mendengarkan ayah bernostalgia. Kaki ku sampai semutan ini " ucap kyra cemberut


Faisal" maaf ya sayang, ya udah yuk masuk... "


------


jangan lupa tinggalka jejak kakak...hehehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜