
Kini kondisi ayahnya kyra sudah sedikit membaik dari tadi malam yang drop. Karna sudah sedikit membaik ayah faisal ingin jalan-jalan ditaman rumah sakit bersama kyra. Walaupun menggunakan kursi roda. Kyra membawa ayahnya melihat bunga- bunga yang menampakan keindahannya menyambut datangnya kehidupan baru. cukup lama berkeliling kyra mengajak ayahnya masuk ke dalam karna hari mulai panas. Di pertengahan jalan ayah faisal bertemu seseorang
Rendi" faisal, kau kah itu? " tanya orang itu pada ayah faisal
Faisal" ya, benar saya faisal anda siapa ya? "
Rendi" aku rendi teman sma mu dulu, apakah kau tak ingat? "
Faisal" oh...rendi si tukang bolos lompat pager itu "
Rendi" hei...kenapa yang kau ingat hal seperti itu, ingat itu yang baik-baik kan malu kalau ada yang denger " ucap rendi dengan tersenyum malu
Faisal" iya-iya aku akan mengingat kebaikan mu. Hm...aku ingat kebaikan mu yang memberi contekan satu kelas tapi jawabannya salah semua, dan kau dikejar-kejar sampai masuk lobang sampah. hahaha.... "
Rendi" kau ini " ucap rendi menggaruk tengkuknya yang tak gatal
sedangkan kyra hanya diam menyaksikan ayah dan temannya bernostalgia
Faisal" oh iya kenapa kau disini, siapa yang sakit? "
Rendi" oh...aku kesini menjenguk tetangga ku yang sakit. Kau sendiri kenapa disini dan kenapa pakai infus segalak, kau sakit apa sal? " ucap rendi dengan nada khawatir
Faisal" biasa peyakit umur " ucap faisal tersenyum miris
Rendi" apa maksudmu? " ucap rendi yang tak paham
Faisal" aku mengidap gagal ginjal ren " jawab faisal lesu
Rendi" apa...sejak kapan? " ucap rendi terkejut
Faisal" entahlah sejak kapan, tepatnya aku merasa sakit yang parah 3 bulan lalu "
Rendi" apa kata dokter? "
Faisal" kata dokter aku perlu trasplatasi ginjal, karna sudah sangat parah " ucap faisal sendu
Rendi" lalu tunggu apa lagi, mengapa tidak disegerakan? "
Faisal" tidak ada yang cocok dengan ku di keluarga "
Rendi" bagai mana kalau aku coba "
Rendi" ya aku coba tes siapa tau cocok denganmu " ucap rendi tersenyum
Faisal" buahaha....jangan bercanda kau ren " ucap faisal yang terus tertawa
Rendi" aku tidak bercanda sal " ucap rendi dengan yakin
faisal menghentikan tawanya
Faisal" jangan ren, itu memiliki resiko yang tinggi. Kau tau jika kau mendonorkan ginjal mu untukku, kau akan hidup dengan satu ginjal ren. Itu tidak mudah " ucap faisal memperingati rendi
Rendi" kau itu sahabatku sal, tidak mungkin aku membiarkan sahabatku menderita "
Faisal" tapi ren... "
Rendi" sudahlah....oh iya siapa dia sal? " tanya rendi melihay kyra
Faisal" oh dia anakku, putriku satu-satunya " jawab faisal tersenyum
Rendi" wah...sudah besar ya terakhir ketemu itu waktu dia masih umur lima tahun kan. Kalau tidak salah namanya...ky kyr, siapa sal aku lupa "
Faisal" kyra "
Rendi" oh iya kyra. Sudah besar ya, sama seperti anakku " ucap rendi tersenyum pada kyra
Faisal" lalu dimana anakmu "
Rendi" dia dirumah. Ya sudah aku harus segera pergi, karna ada miting. Pasti aku datang besok.by " ucap rendi melambaikan tangan seperti anak muda
setelah kepergian rendi barulah kyra bicara
Kyra" huh...ayah aku ini pegal mendengarkan ayah bernostalgia. Kaki ku sampai semutan ini " ucap kyra cemberut
Faisal" maaf ya sayang, ya udah yuk masuk... "
------
jangan lupa tinggalka jejak kakak...hehehe๐๐๐