
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Dua jam sebelum operasi, rendi dan istrinya menemui faisal berniat memberi faisal semangat dan keyakinan
Rendi" hay bro, gimana keadaan lu? " tanya rendi pada faisal
Faisal" allhamdulilah aku siap " jawab faisal mantap
Nita" wah...ini mbak eka ya, makin cantik aja " sapa bunda nita pada istri rendi
Eka" eh... jeng bisa aja, jangan panggil mbak dong emang saya udah tua " ucap bunda eka diakhiri gelak tawa
Faisal" oh...kamu ka, aku pangling lo. Aku kira tadi adiknya rendi ternyata istrinya. Kamu nggak berubah ya masih tetep cerewet dari dulu "
Eka" iya dong " jawab bunda eka dengan tawa
Rendi" ya udah semangat ya bro, gue jugak mau siap-siap "
Eka" iya...kamu harus yakin sal " ucap bunda eka dengan wahjah serius
Faisal" makasiih ya... "
****
Selama proses operasi, nita dan eka berbincang-bincang dengan diselingi berdoa yang terbaik bersama kyra dan dimas
Eka" ini anak jeng? " tanya eka melihat kyra dan dimas
Nita" iya mbak, ini dimas dan ini kyra anak perempuan ku satu-satunya "
Kyra dan dimas hanya tersenyum mengangguk melihat bunda eka
Eka" wah...sudah besar-besar ya. Terakhir ketemu itu waktu kyra masih lima tahun kan jeng "
Nita" iya mbak..." jawab bunda nita tersenyum
Eka" jeng ingat nggak anak ke dua ku? yang laki-laki itu lo "
Eka" iya jeng "
Nita" lalu dimana dia mbak kok nggak di ajak? "
Eka" aku tadi udah ajak dia, tapi dia bilang banyak alasan ini itu. Biasalah jeng anak muda " ucap bunda eka tersenyum
Kyra dan dimas hanya mendengarkan para orang tua bercerita kesana kemari. Bahkan mungkin mereka lupa jika sedang menunggu orang yang sedang bertaruh nyawa bukan sedang lomba agustusan. Memang ibuk-ibuk jaman sekarang tidak tau tempat dan situasi jika ingin bergosip. Begitulah isi pikiran kyra dan dimas.
4 jam kemudian akhirnya operasi selesai. Operadi berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Keluarga yang menuggu diluar sangat senang ketika dokter menyatakan operasinya lancar. Nita, kyra dan dimas bersujut syukur karna orang tercinta mereka selamat
Nita" allhamdulilah...jeng semua berjalan dengan lancar " ucap bunda nita memeluk bunda eka
Eka" iya allhamdulilah, selamat ya jeng suami jeng sembuh " ucal bunda eka membalas pelukan bunda nita
Nita" iya mbak, semua ini berkat rendi. Terimakasih ya mbak " ucap bunda yang tak henti-hentinya berterimakasih
Eka" semua ini sudah kehendak tuhan jeng " ucap bunda eka melepas pelukannya
Kyra" bunda ayah, udah sembuh. Pasti ayah nggak akan ngerasa sakit lagii... " ucap kyra tang sudah menangis dipelukan bundanya
Nita" iya sayang, allhamdulilah "
Dimas" bunda ayah akan jadi ayah yang selalu kita sayangi " ucap dimas ikut memeluk bunda dan kyra
Nita" iya sayang..." ucap bunda memberikan kecupan dikening anak-anaknya
Eka yang melihat kekompakan keluarga sahabatnya tiba-tiba hatinya menghangat. Mungkin aku juga akan sebahagia itu jika aku di posisi mereka. Dimana orang yang aku cintai tak harus merasakan sakit lagi. Aku bersyukur karna orang-orang yang aku sayangi bahagia. Terimakasih tuhan atas segala nikmat yang engkau berikan. Ucap bunda eka dalam hati dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
-----
jangan lupa ya kakak untuk tinggalkan jejak, like komen dan favorit
terimakasiiih...😊😊😊😁