
Nita" ayah kemana aja si, kol lama banget " tannya bunda nita saat ayah faisal dan kyra masuk ke kamar rumah sakit
Kyra" tadi ayah reoni dadakan bun, sampek kyra dilupain " ucap kyra pura-pura marah
Faisal" hehehe.... maaf ya kyra, tadi ayah keasikan " ucap faisal tertawa garing
Nita" emang kamu ketemu siapa yah? " tanya bunda nita pada ayah faisal
Faisal" tadi ayah ketemu rendi bun, temen kita dulu waktu sma " ucap faisal antusias
Nita" oh...rendi yang suka lompat-lompat pager itu " ucap bunda nita mengingat-ingat
Faisal" iya bun, tadi katanya dia mau donorin ginjalnya buat ayah "
Nita" hah, kok bisa " ucap bunda nita terkejut
Faisal" tadi rendi sendiri yang bilang, padahal ayah udah kasih tau resikonya apa, tapi rendi tetep kekeh bun "
Nita" kalau bener begitu, baik sekali rendi, dia memang selalu baik sama kita sejak dulu ya yah " ucap bunda nita dengan mata berkaca-kaca
Faisal" ayah nggak akan melupakan kebaikannya selama ini " ucap ayah faisal tersenyum
****
ke esokan harinya
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Para dokter dan suster sibuk melayani dan mengobati para pasien. Walau masih pagi namun pasien sudah banyak yang mengantri. Dari yang kecelakaan sampai yang memiliki penyakit keras.
Seperti yang diucapkan kemarin hari ini rendi datang kerumah sakit untuk mengecek apakah ginjalnya cocok atau tidak. Setelah menunggu lama akhirnya hasilnya keluar
Rendi" bagaimana dok apa kah ginjal saya cocok? " tanya rendi antusias
Dokter" dari hasil menunjukkan bahwa ginjal anda cocok dengan ginjal pak faisal " jelas dokter dengan membaca hasilnya
Faisal" benarkah dok? " tanya faisal yang masih belum percaya
Dokter" iya benar tuan " ucap fokter tersenyum
Rendi" lalu kapan operasinya dok, apa bisa disegerakan? " tanya rendi antusias
Dokter" karna kondisi tuan faisal stabil, dan anda dalam keadaan sehat operasi akan dilaksanakan nanti jam delapan malam tuan " ucap
Dokter" baik kalu begitu saya permisi dulu "
setelah kepergian dokter faisal menanyai rendi kembali
Faisal" ren, apa kamu benar-benar serius " tanya faisal memastikan
Rendi" ya, aku serius lah brother. Mana mungkin aku bercanda sampai sejauh ini " ucal rendi memegang bahu faisal
Faisal" terimakasih banyak ren, kau selali baik padaku sejak dulu " ucal faisal dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Rendi" hei, hei jangan nangis dong, malu sama anak istri " ucap rendi diakhiri gelak tawa
Nita" makasih ya ren kamu selalu baik pada kami "
Rendi" oh... ayolah jangan membuatku merasa kalau aku ini orang baik sedunia, aku jadi malu tauk " ucap rendi seperti anak muda
Faisal" kau memang tidak berubah, cara bicara mu seperti abh saja " ucal faisal tertawa
Rendi" aku memang anak muda sal, anak muda kepala empat, hahaha...." ucal rendi diakhiri grlak tawa
Faisal" ya ya ya " ucap faisal mengiyakan
Rendi" oh iya setelah kita selesai operasi ada yang ingin aku bicarakan " ucap rendi dengan wajah serius
Faisal" soal apa? " tanya faisal penasaran
Rendi" kan aku sudah bilang, aku ingin bicarakan masalah ini setelah kita selesai operasi "
Faisal" ya, terserah kau saja lah..." ucal faisal tidak ambil pusing
Kyra dan kakaknya tidak dirumah sakit karna sedang pulang kerumah mengambil baju ganti untuk bunda mereka
-----
jangan lupa tinggalkan jejek kakak-kakak readers dengan cara like, komen dan klik tombol "❤"
terimakasiiih....😊😊😊😁😁