My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
9. It's Not Your Fault



Usai mendengar semua cerita Haruto, ia merasa bahwa dirinya juga bernasib sama dengan dirinya karena sempat beberapa kali kehilangan orang-orang yang mereka sayangi, Gaeul lalu mengajak Haruto untuk pulang agar dia dapat beristirahat


"Lebih baik kita pulang saja, agar kau bisa beristirahat terlebih dahulu" Ucap Gaeul menggenggam kedua tangan Haruto


"Hm, kau benar" Balas Haruto mengangguk


"Bagus! kau adik yg baik!" Ujar Gaeul mengelus rambut Haruto dengan lembut


"Adik?" Gumam Haruto pelan


"Ya, adik! bukankah kau sendiri yg mengatakan bahwa kau lebih muda dari ku, jadi aku bisa memanggil mu dengan panggilan adik?" Ucap Gaeul seraya tersenyum


"Hm,.. baiklah kak!" Balas Haruto membalas senyumannya Gaeul


"Ayo!" Gaeul mengajak Haruto untuk keluar dari tempat tersebut lalu menaiki taksi dan pulang ke rumah Gaeul


Sesampainya di rumah Gaeul, Haruto sedikit heran mengapa ia malah dibawa ke rumah Gaeul, dan bukan di tempat tinggalnya sendiri


"Hei, mengapa kau membawa ku ke rumah mu?" Tanya Haruto terheran heran


"Melihat kondisi mu yang sekarang, sepertinya kau tidak boleh tinggal sendiri dulu, jadi kau harus tinggal disini untuk sementara" Jawab Gaeul menjelaskan


"Hah? kau pikir aku anak kecil??" Ujar Haruto dengan nada ketus


"Ya, kau masih sangat kecil! jadi kau harus nurut dengan perintah ku! lagipula umur ku sudah masuk ke fase orang dewasa dibandingkan dirimu yg masih kecil! Hahahaha!" Balas Gaeul mengejek Haruto dengan tertawa lepas


"Hmm, Yasudah lah, aku akan menuruti mu untuk sementara waktu, padahal secara teknis kau dan aku hanya berbeda Kurang dari dua tahun" Ucap Haruto dengan nada datar


"Sudah²! Sekarang ayo kita masuk! dan bersihkan dirimu! lalu beristirahat lah!" Ujar Gaeul kemudian mereka pun masuk


Ketika masuk ke dalam rumah, Gaeul tidak menemukan neneknya padahal sebelum dia pergi sang nenek masih di rumahnya


"Nek?? nenek?" Panggil Gaeul mencari neneknya di seluruh sudut ruangan


"Gaeul? kenapa kau mencari nenekmu? dia baik-baik saja kan?" Tanya Haruto


"Tadi, sebelum aku pergi menjenguk mu, nenek ku masih disini, dan kenapa sekarang tiba tiba dia menghilang" Jawab Gaeul


"Mungkin nenek mu pergi keluar membeli sesuatu" Balas Haruto


"Ntah lah, mungkin yg kau katakan benar tapi nenek ku tidak pernah pergi sebelum mengabari ku jika ia hendak pergi" Ujar Gaeul kemudian duduk di kursinya


Ketika sedang mengobrol, sebuah berita mengabarkan bahwa terjadi sebuah ledakan di laboratorium Phoenix cabang Korea Selatan, yang terletak di Seoul, dan ketika sedang mengabarkan berita tersebut tiba-tiba dari belakang reporter terlihat beberapa orang berlarian, namun sebagian dari mereka terlihat aneh dan secara tiba-tiba sang reporter diserang oleh seseorang yang kemudian menggigit lehernya, hal tersebut terekam secara langsung oleh sang kameraman yang kemudian langsung berlari ke mobilnya dan cuplikan pun berakhir


"Apa-apaan itu tadi??" Ucap Gaeul tampak penasaran


"Orang yg menyerang reporter tadi tampak seperti binatang buas yang kelaparan dan haus darah,... dan.. seperti.. zombie.." Ujar Haruto seraya memandang TV tersebut


"Apa?? Zombie?? Yang benar saja??" Ucap Gaeul terkejut setengah tak percaya


"Ya, Zombie! seperti yg kita lihat di film-film bahwa kejadian barusan yg kita lihat memang mirip seperti zombie, tapi mungkin saja ia tertular semacam rabies, seperti seekor anjing yg mengigit manusia dengan liurnya yg mengandung rabies" Balas Haruto dengan tatapan serius


"Jika yg kau katakan itu benar, lalu apa yg harus kita katakan sekarang?" Tanya Gaeul tampak gelisah


"Intinya kita jangan panik dulu, lebih baik sekarang kita beli beberapa bahan makanan jika hal itu benar-benar terjadi, dan kita dapat bertahan disini untuk sepekan" Jawab Haruto


"Kita akan pergi mencarinya bersama-sama setelah dari supermarket" Jawab Haruto


Keduanya lalu bergegas pergi menuju ke supermarket dan membeli beberapa bahan makanan seperti 4 daging mentah, sayur-sayuran dan dua kotak air mineral, setelah itu mereka kembali ke rumah dengan menggunakan taksi


"Ayo sekarang kita cari nenek mu!" Ujar Haruto dan Gaeul pun mengangguk


Namun ketika berjalan keluar rumah, ia melihat seorang ibu-ibu berlari kearahnya dengan tergesa-gesa


"Nak!" Panggil ibu tersebut seraya ngos-ngosan


"Ada apa Bu??" Tanya Gaeul


"Nenek kamu... nenek...kamu... telah tiada..." Jawab Ibu tersebut


"Apa??!!" Sontak Gaeul terkejut dan terdiam


"Apa maksudnya Bu??" Tanya Haruto gantian bertanya


"Begini nak,... sejam yg lalu ada beberapa orang berpakaian serba putih membawa nenek mu secara paksa, mungkin membawanya ke suatu tempat, namun tadi saat ibu baru pulang kerja, ibu melihat sosok mayat tergeletak di tepi jalan, dan itu adalah neneknya Gaeul!" Jawab ibu tersebut menjelaskan kemudian mengambil hp nya dan menunjukkan foto mayat yg merupakan neneknya Gaeul tersebut


Haruto dan Gaeul pun langsung melihat foto tersebut, Gaeul pun secara reflek langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya serta berlinang air mata


"Nenek..." Ucap Gaeul dengan lirih, Haruto pun langsung mendekap Gaeul dan mengelusnya


"Yang kuat! kau harus kuat!" Ucap Haruto menenangkannya


"Ibu pergi dulu, kalian juga harus segera masuk karena orang-orang di kota mulai bertingkah aneh dan menggigit satu sama lain, seperti zombie!" Ucap Ibu tersebut kemudian pergi


Setengah jam kemudian, Gaeul pun sudah mulai tenang walau masih terus menangis sesenggukan, Haruto pun memasak sup hangat serta secangkir teh untuknya


"Makan dulu, nanti kau sakit" Ucap Haruto seraya meletakkan nampan yang berisi semangkok sup hangat, namun Gaeul hanya menggeleng


"Kalau kau tidak makan, yang ada kau hanya akan sakit dan terus menyiksa dirimu sendiri" Lanjut Haruto seraya mengelus punggungnya


"Tapi nenek sudah tidak ada, untuk apa aku hidup? aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi..." Ujar Gaeul menatap sup di meja tersebut dengan tatapan kosong


"Kau masih punya aku, setidaknya untuk sekarang kau harus makan, nenekmu pasti sedih jika melihat mu seperti ini" Balas Haruto kemudian mengambil sesendok sup hangat dan menyuruh Gaeul membuka mulutnya


"Aaaa.... buka mulutnya...ada pesawat mau masuk..." Ujar Haruto sedikit menghibur Gaeul


"Pfft.... apaan sih!.." Balas Gaeul sedikit terkekeh kemudian membuka mulutnya dan Haruto pun menyuapkan sup tersebut


Setelah itu, hari pun mulai tampak gelap, pertanda malam mulai tiba, dan suasana malam itu tampak sunyi dan mencekam, media massa mulai gencar memberitakan tentang kejadian aneh tadi siang, dan ketika pukul 22.15 malam, pemerintah sekitar mengumumkan kepada level 3 yang berarti siaga pertanda bahwa diluar sana sedang terjadi hal yang berbahaya


"Tiba-tiba saja sudah level 3?? pasti ada yg tidak beres!" Ucap Haruto seraya mengernyitkan dahi nya


"Ada apa Haruto??" Tanya Gaeul yang baru saja selesai mandi


"Pemerintah disini sudah menetapkan level 3 yang berarti kita harus siaga jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak dapat diprediksi" Jawab Haruto menjelaskan


To be continued...