My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
8. Super Power



Di restoran, Haruto dan Gaeul menikmati makan bersama sembari mengobrol bersama


"Eh Haruto bagaimana kau bisa bebas??" Tanya Gaeul dengan senyum manis nya


"Dih, mau tau aja!" Balas Haruto ketus


"Tch! tinggal ngomong aja apa sih susahnya?!" Ujar Gaeul tak kalah judesnya


"Dasar cewek gitu aja ngambek Haha.." Ucap Haruto tertawa kecil


"Dih! malah ngolok lagi!" Gaeul merasa diejek oleh Haruto


"Jadi sebenarnya aku bisa bebas karena ada beberapa hal yg membuat polisi bisa membebaskan ku, namun selama satu bulan ini aku akan diawasi oleh polisi, agar lebih aman" Ujar Haruto menjelaskan seraya kemudian memasukkan potongan kue ke mulutnya


"Oh... jadi begitu... baguslah! aku turut bersyukur" Balas Gaeul mengangguk-angguk


"Gaeul.." Panggil Haruto dengan nada tampak serius


"Hm? ada apa?" Tanya Gaeul seraya meletakkan gelasnya


"Waktu itu kau ingin tau tentang kekuatan super atau semacamnya kan?" Ujar Haruto


"Ya, benar lalu kau akan menjelaskannya sekarang?" Gaeul mulai memperhatikan pembicaraan mereka


"Hm, Sebenarnya aku pernah mengalami kecelakaan eksperimen di laboratorium Phoenix milik ayah dan ibu serta tempat kedua orang tua mu bekerja" Haruto mulai bercerita tentang bagaimana dia memiliki semacam kelebihan


"Uhuukk uhukkk... apa?? kau pernah mengalami kecelakaan eksperimen?? apa maksudmu??" Tanya Gaeul yg tersedak mendengar perkataan Haruto, lalu mengambil tisu untuk mengelap mulutnya


"Begitulah, tidak seperti di film-film fiksi seperti Spiderman yg digigit oleh laba-laba radioaktif lalu memiliki kekuatan super, atau pancaran radiasi yg mengubah seseorang menjadi manusia super dan lain sebagainya" Ujar Haruto menjelaskan lagi


"Lalu?" Gaeul bertanya kelanjutan penjelasan Haruto


"Pada kenyataannya apabila manusia digigit oleh hewan yg berbahaya, bukan mendapatkan kekuatan super atau sebagainya,.. justru itu akan mengancam nyawanya, seperti beberapa rekan ibu ku yg harus meregang nyawa akibat eksperimen mengerikan yg mereka lakukan" Ucap Haruto melanjutkan penjelasannya lagi


"Hmm,... memangnya eksperimen apa yg mereka lakukan? hingga membuat mereka kehilangan nyawa?" Gaeul pun tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang penjelasan Haruto


"Waktu itu tepatnya sekitar pertengahan tahun 2012 aku diajak oleh ibu ku ke laboratorium Phoenix miliknya, lalu aku melihat salah satu rekan ibu ku menyuntikkan sebuah serum yg mengandung DNA hiu putih, hal itu mengakibatkan dia tewas ditempat setelah 2 jam kemudian" Haruto pun menjelaskan hal tersebut dengan sangat detail


"Kenapa dia menyuntikkan dirinya dengan serum yg berisi DNA hiu putih itu?" Gaeul bertanya dengan penuh rasa penasaran


"Dia melakukan hal itu karena ia ingin menyembuhkan penyakit kanker nya dan menyangka bahwa DNA yg terkandung pada sirip hiu putih dapat dijadikan obat jantung dan kanker, namun ternyata eksperimen itu justru merenggut nyawanya lebih cepat" Jawab Haruto menjelaskan lagi


"Wah,.. sungguh sangat mengerikan, aku jadi merinding.. tapi tunggu,.... bagaimana kau bisa tau hal tersebut?" Tanya Gaeul dengan wajah curiga


"Ibu ku yg memberitahu hal tersebut" Jawab Haruto singkat


"Owh begitu..., lalu bagaimana denganmu? bukankah diawal kau bilang bahwa kau juga korban dari hasil eksperimen?" Ujar Gaeul seraya bertanya lagi


"Hal apa yg tertulis di kertas tersebut? lalu apa yg kau lakukan?" Tanya Gaeul


"Dikertas itu tertulis bahwa itu adalah serum atau obat yg ditujukan untuk ku, karena aku punya sebuah penyakit dimana sejak lahir aku tidak dapat mendengar suara dengan jelas, serta penglihatan ku sangat lemah, seperti aku tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas meski telah menggunakan alat bantu apapun" Jawab Haruto dengan nada sedikit sedih


"Ah, begitu ya? maaf sudah terlalu menanyakan hal tersebut terlalu dalam" Ujar Gaeul merasa tak enak


"Hm, tidak masalah, lalu setelah aku membacanya aku yg masih kecil berpikir bahwa itu adalah obat yg nantinya akan diberikan padaku, aku pun mengambil spuit suntikan dan mengisinya dengan cairan tersebut dan segera menyuntikkannya ke tangan ku sendiri" Haruto mulai menceritakan detail awal mula bagaimana ia bisa memiliki kelebihan diatas manusia rata-rata


"Lalu apa yg terjadi padamu??" Tanya Gaeul semakin penasaran


"Awalnya aku tidak merasakan apapun namun lama kelamaan aku merasa ada yg aneh dengan tubuhku, perut ku terasa mual, kepala ku pusing lalu aku pun pingsan dan tersadar di rumah sakit, ibu ku bilang bahwa serum yg aku pakai ternyata belum sempurna dan baru masuk tahap uji coba" Jawab Haruto


"Lalu apa kata dokter pada saat itu juga? apa dia mengatakan bahwa nyawamu dalam bahaya juga?" Tanya Gaeul lagi yg tampak serius mendengarkan cerita Haruto sejak tadi


"Dokter bilang bahwa sel-sel dalam tubuh ku sangat baik, sehingga dapat bertahan hidup, namun ia mengatakan bahwa sebagian isi serum tersebut telah bercampur dengan DNA serta bersembunyi dibalik RNA milik ku, namun hal tersebut bukan masalah" Ujar Haruto menjawab rasa penasaran Gaeul


"Sepertinya aku semakin tertarik untuk mengetahui ceritamu lebih lanjut, katakan apa yg terjadi setelah itu?" Pinta Gaeul agar Haruto terus melanjutkan perkataannya


"5 hari setelah dirawat di rumah sakit, aku kembali ke rumah dan bersekolah seperti biasa, namun suatu kejadian aneh terjadi pada ku, yakni saat aku sedang berjalan di tepi jalan, aku merasa seperti ada sesuatu yang mendekat ke arah ku dari belakang, hal itu membuat tubuh ku secara reflek melakukan salto belakang, dan benar saja firasat ku tadi, bahwa ada motor yang hampir menabrak ku dari belakang, namun aku berhasil menghindarinya" Haruto mulai menjelaskan lebih lanjut


"Sungguh???!! lalu bagaimana reaksi orang-orang disekitar mu waktu itu??" Tanya Gaeul tampak sangat antusias


"Mereka menatap ku dengan berbagai ekspresi, ada yg terkejut, ada yg takjub, ada juga yg takut karena hal seperti itu sangat mustahil, apalagi bagi seorang anak kecil usia 8 tahun" Jawab Haruto seraya meminum minumannya


"Waahhh... lalu apa ada hal serupa yg terjadi setelah itu?" Tanya Gaeul yg semakin penasaran


"Sebenarnya banyak, hanya saja ada satu hal yg membuat ku sangat membenci kekuatan ini" Jawab Haruto dengan nada pelan namun berat


"Apa?" Tanya Gaeul singkat seraya memasukkan potongan kue ke mulutnya, namun matanya tertuju pada wajah Haruto


"Kekuatan ini yg membuat ku kehilangan seseorang yg sangat penting bagiku, karena aku telat menyadari semua kemampuan yg ku miliki dan hanya mengganggap nya sebagai firasat biasa" Jawab Haruto dengan mata yg sedikit berkaca-kaca


"Haruto?? ada apa? sepertinya ada sesuatu yang membuat mu sedih?" Gaeul melihat mata Haruto yg mulai berkaca-kaca


"Sebelum aku pindah ke sini, aku kehilangan pacar pertama ku pada bulan November kemarin, tepatnya saat aku dan dia merayakan ulang tahun ke 16 nya" Ujar Haruto berusaha menahan agar air matanya tidak terjatuh


Haruto pun melanjutkan penjelasannya tentang bagaimana ia kehilangan kekasihnya, yakni ketika Haruto mengabaikan firasat yg berasal dari insting kekuatan nya, saat bahaya mendekat dan merenggut nyawa kekasihnya tersebut


Gaeul yang merasa iba mendengar hal tersebut langsung duduk disebelah Haruto dan merangkulnya lalu berkata


"Itu bukan salah mu, tapi sudah menjadi takdir yg tak dapat kau hindari" Ucap Gaeul kemudian mengusap air mata yg ada di pipi Haruto lalu menatapnya kemudian mengajaknya untuk kembali ke rumah Gaeul


To be continued...