My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
20. The Plan To End The Zombie Apocalypse



Setelah berhasil mendarat, mereka berempat lalu turun dari pesawat, kemudian berjalan menyusuri daerah tersebut setelah melihat sebuah tanda anak panah dan mereka pun mengikutinya


"Hei lihat! ada tanda anak panah! haruskah kita mengikuti tanda tersebut?" Ujar Gaeul yang melihat tanda tersebut kemudian bertanya kepada yang lainnya


"Ok!" Jawab lainnya setuju


"Sepertinya ini mengarah ke suatu tempat?" Ucap Sulyoon sembari melihat-lihat pepohonan yang ada di sekelilingnya


"Mungkin saja jalan ini mengarah ke markas rahasia tersebut" Sahut Haruto, yg tiba-tiba mendengar suara dari semak-semak didepan mereka


"Berhenti!" Ucap Haruto ketika melihat semak-semak yang ada didepannya bergerak-gerak


"Ada apa??" Tanya Fumiya yg langsung berjalan mendekatinya


"Kau lihat itu?" Tanya balik Haruto


"Mungkin hanya hewan kecil yg sedang bersembunyi" Jawab Fumiya dengan santainya kemudian berjalan mendekati semak-semak tersebut, sementara Haruto sudah bersiap dengan senapannya jika sesuatu yg keluar dari dalam semak-semak tersebut adalah sesuatu yg buruk


"Hati-hati!" Ucap Gaeul memperingatkan Fumiya


Ketika semakin mendekati semak-semak itu, muncullah seorang gadis dari balik semak-semak tersebut, hal itu membuat mereka terkejut, dan Gaeul lebih terkejut lagi, karena ia mengenal siapa gadis tersebut


"Siapa kalian?!!" Tanya gadis tersebut seraya mengarahkan sebuah pisau kearah Fumiya


"Zoa?" Ucap Gaeul seraya berjalan mendekatinya


"Kakak? Kak Gaeul??" Balas Zoa, si gadis tadi


Rupanya gadis tersebut adalah Zoa, yang dulunya merupakan anak dari pemilik kafe tempat Gaeul bekerja dulu


"Ya ampun! kau masih hidup?!" Ucap Gaeul langsung memeluk Zoa kemudian menangis


Keduanya berpelukan dan menangis karena merasakan hal yang sama, penderitaan, pengorbanan, hingga kehilangan orang-orang tersayang


"Kakak bagaimana bisa sampai kesini?" Tanya Zoa


"Aku kesini bersama dengan teman-teman ku untuk mencari sebuah tempat rahasia disekitar sini" Jawab Gaeul


"Maksud kakak Markas rahasia milik Laboratorium Phoenix?" Tanya balik Zoa yang membuat semuanya terkejut mendengar hal tersebut


"Kau tau tempat itu?" Tanya Haruto


"Tidak juga, sebenarnya...." Jawab Zoa yang mulai mengecilkan suaranya


"Zoa? kau kenapa?" Tanya Gaeul yang melihat ada sesuatu yg salah dengan Zoa


"Apa sesuatu terjadi padamu? tunggu sebentar! bagaimana kau bisa ada disini? dimana ibu mu?" Tanya Haruto yg mulai merasa ada sesuatu yang janggal dengan Zoa


"Sebenarnya,,.. Aku dapat sampai kesini karena menumpang sebuah pesawat kecil" Jawab Zoa kemudian ia pun mulai bercerita


Mereka semua kemudian duduk disebuah pondok dekat dengan pinggir danau dan mulai mendengarkan cerita dari Zoa


Cerita pun dimulai


Satu Minggu setelah wabah menyebar, Zoa dan ibunya yang sempat mengungsi di salah satu distrik di Korsel tiba-tiba diajak oleh beberapa orang untuk pergi menuju ke Jepang dengan alasan disana terdapat tempat yang aman, namun dengan syarat jangan memberitahunya kepada pengungsi yg lain, karena hanya orang tertentu saja yang dapat ikut


"Tunggu, mereka melarang kalian untuk memberitahu hal tersebut kepada orang lain? sungguh aneh!" Ucap Sulyoon mengerutkan keningnya


"Lalu apa yg terjadi selanjutnya?" Sambung Gaeul agar Zoa kembali melanjutkan ceritanya


Kembali ke cerita Zoa


Zoa dan ibunya pun setuju dan langsung pergi dari pengungsian keesokan paginya, mereka berdua dijemput oleh dua orang menggunakan mobil Jeep dan diantar ke bandara, sesampainya disana mereka langsung diantarkan ke sebuah landasan pacu yang terdapat sebuah pesawat kecil yang akan mereka gunakan untuk menuju Jepang. Zoa sempat merasa ada yang aneh dengan orang-orang yang membawanya menuju pesawat, mereka menggunakan seragam putih hitam dengan logo dan lambang bertuliskan Japan Phoenix Of Laboratory


"Apa??! logo di seragam mereka bertuliskan Japan Phoenix Of Laboratory? itu berarti kejadian ini memang sudah direncanakan oleh mereka!" Ucap Fumiya geram


"Hmm,.. aku masih belum dapat menyimpulkan bahwa Phoenix Of Laboratory melakukan hal sekejam ini, seperti yang kita tau bahwa Phoenix Of Laboratory dari dulu adalah salah satu Laboratorium yang banyak menyumbangkan temuan-temuan bermanfaat di dunia sains kesehatan dan teknologi, bagaimana mungkin mereka melakukan hal kejam seperti membuat virus?" Balas Haruto yang sedikit kurang setuju dengan pendapat Fumiya terlebih karena ibunya merupakan Direktur utama Japan Phoenix Of Laboratory


"Aku tau bahwa Ibu mu adalah salah satu orang penting disana, tapi bukan berarti kau bisa menyangkalnya jika memang ini semua adalah ulah dari Japan Phoenix Of Laboratory!" Tegas Fumiya seraya menatap tajam


"Sudah-sudah, jangan bertengkar! kita masih belum selesai mendengar keseluruhan cerita dari Zoa" Ucap Gaeul menengahi keduanya


"Bisa kau lanjutkan ceritamu Zoa?" Pinta Sulyoon


"Baik kak!" Balas Zoa mengangguk


Kembali ke cerita Zoa


Zoa dan Ibunya pun sampai di Jepang tepatnya disebuah pulau yang disekitarnya terdapat danau yg diketahui bernama Shikotsu dan Toya. Ia dan ibunya beserta dengan beberapa orang yang ikut dengan rombongan Japan Phoenix Of Laboratory, mereka semua langsung diarahkan pergi ke sebuah tempat dan mereka semua lalu dimasukkan kedalam sebuah ruangan yang didalamnya terdapat beberapa orang Korea Selatan dan Jepang yang tampak sudah putus asa salah satu dari mereka memberitahu bahwa semua orang yang ada di ruangan ini akan dijadikan objek uji coba terhadap serum antivirus Z.


Setelah disuntikkan mereka akan langsung dimasukkan kedalam sebuah ruangan yang berisikan beberapa zombie, lalu jika orang yg telah disuntikkan serum antivirus Z digigit oleh zombie tersebut dan mereka tidak berubah menjadi zombie maka penelitian tersebut dinyatakan berhasil dan mereka semua akan diberikan serum antivirus Z, namun sebaliknya jika eksperimen tersebut gagal, mereka akan terus melakukan uji coba kepada para orang-orang tadi sampai membuahkan hasil


"Apa?!! sungguh keterlaluan! dasar tidak berperikemanusiaan!" Ucap Fumiya geram seraya mengepalkan tangannya


"Lalu bagaimana kau bisa lolos dari sana?" Tanya Gaeul


Ketika sudah semakin banyak orang yang telah menjadi zombie, akibat eksperimen yang terus tidak membuahkan hasil, tiba-tiba ruangan yang berisikan zombie tersebut terbuka dan langsung mengacaukan tempat tersebut, Ibu Zoa dan beberapa orang lainnya berkorban dengan menahan pintu utama agar tidak tertutup lalu menyuruh Zoa untuk lari, mereka mengatakan bahwa Zoa harus bertahan karena masih memiliki masa depan yang panjang


Tak lama kemudian pintu besar yang ditahan oleh ibu Zoa dan beberapa orang lainnya pun tertutup dan pastinya ibunya beserta orang-orang yang menahan pintu utama tadi sudah menjadi santapan para zombie dan kemungkinan besar juga akan menjadi bagian dari mereka


"Jadi kalian semua sempat kabur, namun karena pintu utama hendak tertutup secara otomatis, ibumu dan beberapa orang yg selamat menahan pintu tersebut agar membiarkan mu lewat dan dapat keluar?" Tanya Gaeul dengan nada iba


"Iya kak, mereka rela berkorban demi aku, dan sekarang mereka sudah tidak mungkin selamat! hiks-hiks-hiks..." Jawab Zoa kemudian menangis yang langsung dipeluk oleh Gaeul dan Sulyoon yang juga merasa iba


Mendengar hal itu Fumiya semakin geram dan bersumpah akan membuat semua para petugas Japan Phoenix Of Laboratory bertanggungjawab atas penderitaan semua orang


"Lihat saja nanti! aku akan membuat seluruh orang yang bekerja dibawah Laboratorium Phoenix akan bertanggungjawab atas semua kejadian ini!" Ucap Fumiya pelan dengan suara berat serta penuh emosi yang tertahan


"Fumiya..." Sulyoon yang sedang memeluk Zoa berucap pelan seraya menatap sekilas wajah Fumiya yang penuh dengan emosi


"Fumiya, ikut aku sebentar" Pinta Haruto


Kemudian keduanya berjalan ke tepi danau yang agak jauh dari pondok untuk membicarakan sesuatu dengan menggunakan bahasa Jepang, agar jika pembicaraan mereka berdua terdengar oleh yang lainnya, mereka tidak akan mengerti


"Aku tau kau marah kepada seluruh orang yang berada dibawah Laboratorium Phoenix, baik yg ada di sini mau di Korea Selatan, dan juga kau pasti sangat membenciku saat ini" Ucap Haruto membuka pembicaraan, namun Fumiya hanya diam


"Jadi daripada kita berdua terus bertentangan pendapat antara satu sama lain, lebih baik aku pergi saja" Ucap Haruto lagi, kali ini Fumiya merespon perkataannya


"Apa? kau pikir dengan perginya dirimu akan membuat semuanya menjadi lebih baik?!" Tanya Fumiya sedikit menaikkan suaranya


"Aku ingin kau pergi menggunakan pesawat pribadi ku tersebut bersama dengan Gaeul, Sulyoon dan Zoa, aku ingin mereka aman dan ada yang menjaganya, maka dari itu, aku mempercayakan keselamatan mereka semua kepadamu" Jawab Haruto


"Lalu bagaimana dengan mu?" Tanya Fumiya lagi, kali ini ia berkata dengan sedikit tenang


"Aku akan mencari cara untuk menemukan penawar lalu jika sudah menemukannya, aku akan langsung meluncurkan dan meledakkan sebuah misil yang berisikan penawar tadi dan menyebarkannya lewat partikel di udara" Jawab Haruto seraya menepuk pundak kanan Fumiya


"Lalu bagaimana caramu untuk pergi dari tempat tadi? bukankah pesawat pribadi mu itu adalah satu-satunya kendaraan yang tersisa yang masih dapat diakses hingga saat ini?" Tanya Fumiya yang penasaran dengan rencana melarikan diri Haruto usai meluncurkan dan meledakkan misil serta tempat tersebut (Danau Shikotsu dan Toya)


"Aku masih punya beberapa kendaraan untuk meloloskan diri dari tempat ini, intinya sekarang kau Dan yg lainnya harus segera pergi dari sini" Jawab Haruto


"Bagaimana dengan Gaeul? dia pasti tau bahwa kau tidak ada di pesawat?" Tanya Fumiya lagi


"Aku akan kembali ke pesawat sebentar untuk mengambil peralatan ku lalu pergi meninggalkan pesawat melalui jalan lain, dengan begitu Gaeul dan yang lainnya berpikir bahwa aku sudah kembali ke pesawat duluan" Jawab Haruto menjelaskannya rencananya


"Baiklah aku paham!" Balas Fumiya


Haruto pun pergi meninggalkan Fumiya dan yang lainnya untuk kembali ke pesawat untuk mengambil peralatannya, lalu pergi meninggalkan pesawat 5 menit kemudian, 10 menit kemudian Fumiya pun mengajak Gaeul Sulyoon dan Zoa untuk kembali ke pesawat dengan alasan bahwa Haruto sudah menunggu mereka


"Maaf teman-teman aku harus membohongi kalian ..." Batin Fumiya yang merasa bersalah karena telah membohongi teman-temannya


Disisi lain rupanya Haruto juga mengucapkan hal yang sama dengan Fumiya


"Maafkan aku Gaeul, Sulyoon, Zoa, aku harus membohongi kalian karena masih ada hal yang harus kulakukan" Batin Haruto dalam hatinya kemudian melanjutkan langkahnya


To be continued ...