My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
16. Escape From Zombie Apocalypse : 2



Braaakk...


Sulyoon terjatuh akibat sergapan dari seekor zombie, namun ia berhasil menahan mulut zombie itu dengan sebuah batang kayu yg ia ambil dengan sigap agar tidak menggigit dirinya, melihat hal tersebut Fumiya dengan cepat langsung memukul kepala zombie tersebut menggunakan gagang shotgun miliknya dan zombie itupun tewas seketika


"Kau tak apa?" Tanya Fumiya seraya melihat-lihat keadaan Sulyoon yg masih syok


"Sepertinya ia belum tergigit oleh zombie tadi, karena tertahan oleh rompi polisi itu" Ucap Haruto


"Ya! ayo pergi! mereka mulai berdatangan!" Sahut Gaeul


Mereka pun berlari sekuat tenaga karena dikejar zombie dari berbagai arah, Fumiya berlari paling belakang untuk melindungi barisan, sementara Haruto menembaki zombie yg mendekat dari arah depan


Sedangkan Gaeul memukuli zombi yang datang dari arah kanan menggunakan pemukul baseball yang ia bawa, sementara itu, Sulyoon memukuli para zombie yang datang dari arah kiri menggunakan sebuah kayu panjang yg ia temukan saat bersembunyi dibalik pilar / tiang bangunan tadi


"Ayo cepat! kita hampir sampai!' Ucap Haruto berteriak ketika melihat bahwa ada sebuah jet pribadi milik keluarganya yg memang sudah disiapkan untuk dirinya


Haruto langsung menaiki tangga pesawat pribadinya, ia menembaki para zombie dari atas tangga, sementara itu Gaeul dan Sulyoon berjalan naik keatas dan masuk kedalamnya


"Fumiya! ayo cepat!" Ujar Haruto berteriak dari atas pintu pesawat seraya mengisi ulang senjatanya dengan cepat


"Siap!" Balas Fumiya menambah kecepatan larinya


Namun ketika Fumiya sedang menaiki tangga pesawat tersebut, ia hampir terjatuh karena tangga tersebut terguncang dan tergeser akibat hantaman para zombie yang datang dari segala penjuru arah, untungnya Haruto berhasil menggapai tangan Fumiya dan langsung menarik kedalam pesawat lalu menutup pintu tersebut


"Hufft!! Hampir saja!" Ujar Haruto yang terbaring


"Ya! nyaris saja aku hampir jadi bagian dari mereka!" Balas Fumiya yang terengah-engah karena berlari tadi


"Fumiya!" Teriak Sulyoon langsung berlari kearahnya lalu memeluknya


"Huh?" Fumiya terkejut matanya membulat seketika, perasaannya bercampur aduk, antara bingung (bingung karena mengapa dirinya tiba-tiba dipeluk Sulyoon) sekaligus ada rasa sedikit senang (senang karena dipeluk oleh cewek cantik v:)


"Su-Sul-Sulyoon??" Ucap Fumiya terbata-bata, namun Sulyoon hanya diam saja sambil terus memeluknya


"Eem?? guys,.. sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk saling berpelukan?" Ucap Gaeul dengan nada sedikit tak enak hati


Haruto pun langsung menekan berbagai macam tombol untuk menyalakan mesin pesawat



Gambar hanya ilustrasi


"A permission for take off!" Ucap Haruto kemudian mulai mengemudikan pesawat tersebut


20 menit kemudian pesawat pun akhirnya lepas landas, walau sempat mengalami kesulitan akibat para zombie yang terus berdatangan dan menghalangi jalur pesawat mereka


"Hufft! akhirnya bisa lepas landas!" Ujar Haruto menghela nafasnya


"Jadi, apa pesawat ini milik keluarga mu?" Tanya Gaeul yang tiba-tiba masuk ruang kemudi


"Ya! memangnya kenapa?" Jawab Haruto yang melihat kedatangan Gaeul seraya bertanya balik


"Wah, berarti keluargamu sangat kaya bukan?" Ucap Gaeul seraya duduk di kursi kopilot


"Hmm,... jika dibilang kaya, mungkin ada benarnya nya, tapi keluarga ku sebenarnya biasa² saja, hanya saja dulu sewaktu ayah dan ibu ku bekerja di laboratorium Phoenix Jepang, mereka sempat membuat obat yang mampu menyembuhkan anak seorang pemilik perusahaan Jet Pribadi ini, maka dari itu ayah dari sang anak tadi memberikan kami 2 buah pesawat pribadi kepada keluarga ku, sebagai ungkapan rasa terima kasih" Ujar Haruto menjelaskan panjang lebar


"Owh begitu,... ternyata keluarga mu sangat berjasa ya dalam bidang ilmu pengetahuan, khususnya di dunia eksperimen dan kesehatan" Balas Gaeul memuji keluarga Haruto


"Hahaha, biasa saja! oh ya, sepertinya kita bisa kembali berkumpul bersama Fumiya dan Sulyoon, karena masih ada yg ingin ku bahas" Ucap Haruto


"Hah? apa lagi yg ingin kau bahas? lagipula bukankah saat ini kau sedang mengemudikan pesawat?" Tanya Gaeul dengan penuh penasaran


"Masalah wanita tua yg dimaksud Fumiya waktu itu, ciri-cirinya sangat mirip dengan mendiang nenek mu, lagipula saat ini pesawat sedang dalam mode auto pilot, jadi tidak perlu khawatir" Jawab Haruto menjelaskan maksudnya


"Baiklah kalau begitu, ayo kita segera berkumpul dengan yg lain" Balas Gaeul, dan Haruto pun mengangguk setuju


To be continued...