My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
7. Haruto's a Hero



Sehari kemudian, polisi mendatangi kediaman Haruto dan memintanya untuk ikut ke kantor polisi untuk diintrogasi


Kantor polisi, pukul 08.30


Haruto masuk kedalam ruang interogasi untuk ditanyai beberapa hal mengenai peristiwa kemarin


"Haruto, Umur 18 tahun, dan 19 tahun di Korea, menyandang status mahasiswa baru yg kuliah disini apa itu benar?" Tanya petugas polisi menanyai identitas nya


"Ya, benar" Jawab Haruto dengan datar namun pandangan nya tajam


"Kalau begitu bisa kau ceritakan tentang kejadian kemarin? Kami mencurigai bahwa kau pernah terlibat oleh pelaku yg kau tendang hingga keluar jendela tersebut, jadi kami ingin memastikannya mengingat bahwa kau dan pelaku itu sempat berbicara bahasa Jepang satu sama lain, dan sepertinya kau menaruh dendam padanya?" Ujar polisi tersebut mulai mengintrogasi Haruto dengan berbagai pertanyaan


"Itu benar, mengingat beberapa bulan lalu tepatnya 15 November 2021 orang itu telah membunuh kekasih ku tepat dihari ulang tahunnya" Ucap Haruto menjawab pertanyaan tersebut


"Lalu apa itu tujuan mu datang kemari? hanya untuk membalas dendam?" Tanya polisi itu lagi


"Tidak, aku sama sekali tidak tau bahwa pelaku tersebut bisa sampai Korea, yang aku ingat saat masih di Jepang pelaku tersebut terjatuh dari atas jembatan dan jatuh ke dalam sungai saat menghindari kejaran polisi, semenjak saat itu ia tidak pernah ditemukan lagu dan polisi menyatakan dia tewas saat dalam pengejaran" Haruto menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur serta tegas sesuai apa yg ia ketahui


"Hmm,.. baiklah terimakasih atas bantuan mu, namun sepertinya kau harus ditahan sementara waktu karena telah melakukan pembunuhan, walaupun itu dilakukan secara tidak sengaja" Ujar Polisi tersebut berterimakasih sekaligus dengan berat hati untuk menahan Haruto


"Tidak masalah, namun aku punya permintaan" Ujar Haruto


"Apa itu?" Tanya polisi itu


"Tolong jangan beritahu keluarga ku yg di Jepang" Jawab Haruto


"Hm,.. baiklah akan segera ku urus permintaan mu, aku permisi" Ujar Polisi tersebut meninggalkan ruangan


Di ruang rapat, keempat polisi yang terlibat di lokasi kejadian kemarin berkumpul


"Kami sudah mengintrogasi nya, dan sepertinya dia jujur sepenuhnya" Ucap Polisi yg mengintrogasi Haruto


Serta kami sudah menghubungi pihak kepolisian yg ada di Jepang untuk memastikan semua perkataan nya adalah benar" Ujar polisi yg melihat dan mendengar percakapan rekannya dengan Haruto dari balik cermin dua sisi alias dari balik ruang interogasi


"Sebaiknya kita bebaskan dia" Ujar Kapten polisi yg berjalan ke arah mereka


"Kapten?? kenapa kau disini?" Tanya polisi yg lainnya


"Itu benar, kau seharusnya istirahat kapten" Sambung yg lainnya


"Hanya luka kecil, lagipula ini ada hal penting yang ingin ku sampaikan kepada kalian semua" Ujar Kapten polisi itu menjawab pertanyaan anak buahnya


Kapten polisi tersebut lalu mencolokkan flashdisk ke sebuah laptop yg ada di meja lalu memutarnya menggunakan infokus agar semua bisa melihat apa yg ingin disampaikannya


"Apa ini kapten?" Tanya polisi yg mengintrogasi Haruto tadi


"Ini adalah data yg aku dapatkan dari seorang kapten polisi yg ada di Jepang, dia mengirimkan file ini pada ku" Ujar kapten polisi tersebut menekan tombol enter lalu menampilkan gambar foto kedua orang tua Haruto dan Gaeul yg berada dalam satu frame foto dengan latar belakang sebuah pusat penelitian Phoenix Japan


"Siapa mereka?" Tanya polisi yg merupakan rekan yg ikut mengintrogasi Haruto dibalik ruangan tadi


"Mereka adalah orang tua Haruto dan yg disebelah sisi kiri adalah orang tua Gaeul, mereka adalah sekelompok ilmuwan yang meneliti disebuah pusat penelitian ternama di Jepang, yg bernama Phoenix Japan Laboratory pada tahun 2006 tepatnya sekitar bulan September" Jawab Kapten polisi itu menjelaskan


"Jadi begitu ya, tapi bukankah orang tua gadis itu telah dinyatakan tewas dalam sebuah insiden yg sempat menghebohkan kala itu?" Ujar seorang polisi lainnya


"Itu benar, dan yg masih hidup hingga saat ini adalah ibunya Haruto yg saat ini menjabat sebagai Direktur utama dari Japan Laboratory Phoenix" Ujar Kapten polisi tersebut


"Ayahnya Haruto dinyatakan tewas juga bersamaan dengan kedua orang tua Gaeul yg pada saat itu berada di Japan Laboratory Phoenix yg lama akibat ledakan tersebut" Jawab Kapten polisi tersebut menerangkannya


"Sungguh anak yg malang, pantas saja wajahnya selalu datar dan matanya seolah seperti sedang menaruh dendam, terlebih lagi pelaku tersebut pernah membunuh kekasih nya saat masih SMA" Ujar Polisi tersebut mengingat cerita Haruto saat interogasi tadi


"Anak itu sudah menanggung semua beban yg ia derita sendirian, lebih baik kita bebaskan dia, lagipula dia tidak terlihat seperti anak yg nakal" Ucap polisi lainnya memberi saran


"Kalian benar, namun dia akan kita bebaskan dengan syarat dibawah pengawasan kita, karena seperti yg kita tahu bahwa dia masih pemuda yg cukup labil terlebih usianya baru menginjak 18 tahun, atau 19 tahun untuk di Korea" Ucap sang Kapten dengan bijak


Sang kapten, ditemani 2 orang anak buahnya yg mengintrogasi Haruto tadi berjalan menuju ruang interogasi


"Halo nak" Sapa Kapten polisi tersebut dan dibalas anggukan kepala oleh Haruto dengan sopan


"Bagaimana kabar mu?" Tanya Kapten polisi itu


"Baik" Jawab Haruto sedikit tersenyum


"Jadi begini, kami berencana akan membebaskan mu siang ini juga, namun dengan syarat bahwa kau akan dalam pengawasan kami selama kurang-lebih 1 bulan lamanya, bagaimana? apa kau keberatan?" Tanya Kapten polisi itu lagi meminta pendapat Haruto


"Sebenarnya saya tidak pernah meminta untuk dibebaskan, namun saya sangat berterimakasih kepada bapak dan semua pihak yg bersedia untuk membebaskan saya, dan saya tidak keberatan dengan semua syarat yg bapak ajukan" Jawab Haruto dengan gaya bicara yg terdengar sangat dewasa


"Sepertinya kau sangat dewasa dalam berbicara dan mengambil tindakan, terlebih kemarin ada beberapa orang yg melaporkan bahwa kau menyelamatkan seorang siswi SMA yg hampir jadi korban pelecehan seksual di sebuah bus dengan mengirimkan sebuah video ke kami dengan laman web kepolisian agar bisa menjadikan video tersebut sebagai barang bukti, sungguh anak yang cerdas!" Puji kapten polisi tersebut


"Huh? Bagaimana bapak tau kalo video tersebut kalo video tersebut dari saya?" Tanya Haruto sedikit terkejut


"Mudah saja, kami sudah melacak alamat IP dari ponsel mu, hal itu juga didukung dengan saksi yg mengatakan bahwa ada kasus pelecehan seksual di dalam bus" Jawab Kapten polisi itu menjelaskannya


"Jadi intinya hari ini saya akan dibebaskan?" Tanya Haruto menanyakan kembali hal tersebut


"Ya, dengan syarat yg sudah saya jelaskan tadi" Jawab Ajudannya


Setelah selesai bermusyawarah antar kedua belah pihak, maka Haruto pun dibebaskan pada siang harinya, ia pun keluar dari kantor polisi pada pukul 12.35 dan saat ini berada di pintu masuk kantor polisi


"Haruto!" Panggil seorang gadis yang sangat ia kenal


"Gaeul?" Ujar Haruto melihat Gaeul yg berdiri tepat dihadapannya


"Kenapa kau disini?" Tanya Haruto kebingungan


"Ikut aku!" Jawab Gaeul seraya maju beberapa langkah dan menarik tangannya Haruto dan berlari kearah sebuah taksi


"Eh-Eh??" Haruto hanya pasrah mengikuti langkah Gaeul


Mereka pun pergi ke sebuah tempat makan untuk makan siang


Di mobil


"Kita mau kemana?" Tanya Haruto


"Cari makan siang! pasti kau belum makan? hari ini biar aku yg traktir!" Jawab Gaeul tersenyum hangat dengan mata yg terus tertuju pada wajah Haruto


"Ah? begitu ya? baiklah, kalau begitu lain kali aku yg akan mentraktir mu" Balas Haruto tersenyum tipis


To be continued...