
Haruto pun masuk ke markas rahasia milik Laboratorium Phoenix Jepang menggunakan jalur belakang, yaitu sebuah terowongan yang hanya diketahui oleh keluarga Haruto dan beberapa orang kepercayaannya. Sekitar kurang lebih 30 menit menyusuri terowongan tersebut, ia pun sampai ke sebuah ruang rahasia milik keluarganya tersebut
"Sudah lama aku tidak kesini" Gumam Haruto pelan, seraya memencet tombol saklar agar semua peralatan didalam ruangan tersebut menyala
Ketika ia menghidupkan semua peralatan diruang tersebut, sebuah video muncul dilayar monitor utama, didalam video tersebut terdapat ibunya yang seperti mengirimkan sebuah pesan
"Siapapun yang menonton video ini, tolong temukan penawar yang dapat menghentikan semua wabah ini! penawar itu berada tepat dibalik layar monitor ini! meskipun begitu penawar tersebut belum sempurna, dikarenakan adanya sekelompok orang yang mencuri sebagian hasil penawar yang kami buat, dan menggantinya dengan nama serum antivirus Z" Ucap ibunya Haruto dan tiba-tiba muncul sesosok orang berpakaian serba hitam dibelakang ibunya dan langsung menembak ibunya dan rekaman pun berakhir
"Ibu..." Batin Haruto sejenak dengan air mata mengalir, kemudian ia segera mengaktifkan sebuah sistem dan kemudian layar monitor besar tersebut tiba-tiba mulai terangkat keatas dan membuka sebuah brangkas kecil yang setelah dibuka rupanya adalah sebuah botol kecil berisi cairan penawar
"Aku akan menyelamatkan semua orang!" Gumam Haruto pelan kemudian ia mulai memperbanyak jumlah cairan penawar tersebut dengan alat-alat yang ada didalam ruangan tersebut
Ketika baru membuat 7 buah penawar tersebut tiba-tiba ia mendengar sebuah berita dari radio didekatnya, yang mengatakan bahwa Korea Selatan dan Jepang sudah mengambil tindakan dengan memborbardir wilayah-wilayah yang dianggap terlalu banyak zombie nya, mendengar hal tersebut Haruto sangat sedih. Tiba-tiba ia mendengar sesuatu seperti suara ledakan
"Suara apa itu?" Haruto bertanya-tanya dalam hatinya, ketika ia mendengar suara ledakan
Haruto pun memeriksa satelit dan ternyata pesawat-pesawat militer Jepang sudah memborbardir wilayah-wilayah yang dianggap berbahaya
"Sialan!" Haruto mengumpat sambil menggebrak meja serta air matanya mulai turun membasahi pipinya, emosinya bercampur aduk antara marah sedih dan kecewa atas tindakan kedua pemerintahan negara tersebut
"Kalian akan membayar semua ini!" Gumam Haruto dengan nada penuh amarah namun tertahan
Haruto lalu menyalin semua data-data, baik berupa dokumen, video, maupun gambar yang ada didalam komputer di ruangan tersebut, yang nantinya akan ia gunakan untuk memberitahu siapa dalang dibalik semua peristiwa wabah zombie tersebut terjadi
"Aku tidak akan membiarkan semua pengorbanan ibu dan semua rekan-rekannya sia-sia!" Gumam Haruto dengan nada penuh ketegaran, air matanya perlahan tumpah dan bersiap untuk membalas dendam kepada pihak yang akan bertanggungjawab atas semua insiden tersebut
"Activate Fallen Knight Protocol!" Ucap Haruto untuk mengaktifkan mode penghancuran tempat tersebut secara otomatis, Ia lalu menaiki sebuah pesawat yang diberi nama Moon Hawk kemudian terbang pergi meninggalkan tempat tersebut, tak lama kemudian seluruh markas rahasia milik Laboratorium Phoenix Japan beserta tempat rahasia milik keluarganya tersebut MELEDAK karena Haruto sudah mengaktifkan protokol tadi
Kembali ke pesawat pribadi milik Haruto yang saat ini dipiloti oleh Fumiya, didalamnya Sulyoon merasa ada hal yang janggal, sejak mereka terbang ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Haruto
"Hei, apa kalian tidak merasa ada sesuatu yang janggal disini?" Tanya Sulyoon kepada Gaeul dan Zoa
"Hm? apa maksudmu kak?" Tanya balik Zoa menanggapi pertanyaannya
"Maksudmu kau tidak melihat Haruto sejak tadi?" Tanya Gaeul yang juga merasa ada hal yang aneh mengapa sejak tadi ia tidak melihat tanda-tanda Haruto
"Ya! jadi kau juga merasakannya?!" Balas Sulyoon
"Sebenarnya iya, hanya saja bukankah Haruto berada di ruang kokpit saat ini? bersama dengan Fumiya?" Ujar Gaeul dengan nada sedikit meragukan pendapatnya sendiri
"Hmm,... bagaimana jika kita memeriksa nya?" Ucap Zoa menyarankannya agar Gaeul pergi ke ruang kokpit
"Ide bagus! aku akan mengeceknya!" Balas Gaeul kemudian mulai berjalan kearah ruang kokpit
Fumiya menyadari bahwa Gaeul sedang menuju kearah ruang kokpit melalui kamera yang terpasang disepanjang ruang pesawat
"Apa yang harus kulakukan?!" Batin Fumiya sedikit panik apabila Gaeul menanyakan keberadaan Haruto
Fumiya lalu memutuskan untuk memberitahu semuanya dan keluar dari ruang kokpit dan mengaktifkan mode auto pilot terlebih dahulu
"Lho? Fumiya?" Gumam Gaeul melihat kedatangan Fumiya menuju kearahnya
"Lho-Lho?? ada apa ini??! tunggu sebentar! dimana Haruto?" Tanya Gaeul sedikit berontak, namun tak digubris oleh Fumiya yang terus menariknya
Ketika sampai di ruang penumpang Sulyoon dan Zoa terkejut melihat kedatangan keduanya
"Fumiya? Gaeul? ada apa ini?" Tanya Sulyoon yang penasaran dengan kedatangan Fumiya keruang penumpang
"Dimana Haruto?" Lanjut Sulyoon menambah pertanyaannya
"Ada yang ingin ku bicarakan kepada kalian" Jawab Fumiya dengan nada serius
"Sebenarnya aku sudah mengetahui bahwa kalian pasti merasakan sesuatu yang janggal, dan ya tebakan kalian benar bahwa Haruto tidak berada di pesawat ini!" Fumiya mulai berbicara jujur mengenai kejanggalan yang terjadi
"APA KATAMU??!!" Tanya Gaeul dengan membentak, bahkan Sulyoon pun langsung diam seribu bahasa dan menatap kecewa Fumiya sedangkan Zoa hanya bisa diam saja dan memperhatikannya
"Kau tau? jika kita meninggalkan dirinya disana sendirian sudah pasti dia tidak mungkin selamat!!!" Tambah Gaeul yang semakin bertambah emosi, padahal Gaeul biasanya adalah orang yang tipenya sangat ramah dan baik
Disaat Gaeul sedang dalam keadaan emosi tingkat tinggi, tiba-tiba alarm pesawat berbunyi yang mengatakan bahwa ada benda asing yang mulai mendekat kearah mereka dengan kecepatan tinggi, mendengar hal tersebut semuanya pun merasa terkejut, Fumiya pun bergegas menuju ruang kokpit dan memeriksa radar, dan secara tiba-tiba terdengar suara yang sangat tidak asing lagi ditelinga nya
"Hai bro! Apa kau merindukanku?" Tanya suara itu dari alat komunikasi di pesawat
"Haruto????!!!!! Haruto! apa itu kau???!!" Jawab Fumiya seraya memastikan bahwa itu merupakan suara Haruto
"Hmm,... coba kau lihat ke samping kiri" Perintah Haruto, dan Fumiya pun menoleh ke kiri, ia melihat sebuah pesawat yang sangat keren dan futuristik
"Whoaaaaahhh siallllaannn nih anak!" Fumiya mengumpat sekaligus senang melihat sahabatnya itu kembali dengan selamat
"Hahaha, bagaimana? apa mereka tau tentang diriku yang tiba-tiba menghilang?" Tanya Haruto dengan nada tertawa
"Hahaha, tentu saja, dan mereka baru mengetahuinya beberapa menit yang lalu" Jawab Fumiya dengan nada bercanda ria
Tanpa mereka berdua sadari ternyata Fumiya lupa bahwa alat komunikasi tersebut masih terhubung dengan alarm pesawat tadi, yang membuat Gaeul Sulyoon dan Zoa juga bisa mendengar semua percakapan mereka, hal itu membuat Gaeul dan Sulyoon tambah naik pitam dan bersiap untuk memberi pelajaran kepada Fumiya dan Haruto yang telah membuat mereka khawatir
"Kayaknya nyawa Kak Fumiya dan Kak Haruto bakal ga aman nih :b" Batin Zoa terkekeh dalam hatinya
Kembali ke Fumiya dan Haruto yang masih asyik berbincang karena rencana mereka berhasil dan mereka berencana untuk pergi ke sebuah pulau terpencil yang jauh dari keributan wabah zombie untuk sementara ini dan akan mengungkapkan serta menyiarkannya secara langsung lewat radio komunikasi tentang siapa saja pelaku dibalik semua peristiwa mengerikan tersebut terjadi
7 Bulan kemudian
Sekarang semua kondisi telah aman dan mulai kondusif, semua kegiatan perekonomian dan pembangunan mulai kembali berjalan normal, dan para masyarakat yang menderita akibat peristiwa tersebut diberikan santunan oleh pemerintah dan para pelaku alias dalang dibalik kejadian wabah zombie tersebut ditangkap dan diadili oleh kedua negara tersebut, sementara itu 7 buah penawar yang sempat dibuat Haruto kini semakin diperbanyak jumlahnya untuk dijadikan vaksin agar daya tahan tubuh semua orang semakin baik
Bahkan Fumiya, Haruto, Gaeul, Sulyoon dan Zoa juga mendapatkan penghargaan dan beasiswa serta diberikan kerjaan sesuai dengan bidang keahlian mereka dari kedua negara tersebut karena telah mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh para oknum petugas Laboratorium Phoenix Jepang dan Korea Selatan
Saat ini Fumiya kembali bertugas di Laboratorium Phoenix Japan South Korea Laboratory. sebagai kepala staf muda di bidang riset sains dan teknologi
Haruto pun kembali melanjutkan perkuliahannya yang sempat tertunda di fakultas IT (Teknologi) dan sedang mengembangkan teknologi masa depan
Gaeul juga melanjutkan perkuliahannya di jurusan ekonomi akuntansi, sedangkan Sulyoon di jurusan farmasi biokimia, Dan Zoa juga melanjutkan pendidikan SMA nya di kelas XI saat ini
...The End......