My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
13. Fumiya The Old Friend



Setelah mendengar semua penjelasan Haruto, Gaeul pun menganggukkan kepalanya menandakan ia paham semua perkataan dan penjelasan Haruto


"Owhhh... Jadi begitu.." Ujar Gaeul mengangguk-angguk


"Kau mengangguk seperti itu sebenarnya paham atau tidak?" Tanya Haruto meragukan Gaeul


"Heh! kau pikir aku ini bodoh apa?? dasar kurang ajar!" Balas Gaeul seraya menjewer telinga Haruto


"A-a-aduuhh... ampun.... sakit... bahaya lho!" Ujar Haruto kesakitan namun tetap fokus pada kemudinya


"Rasain! siapa suruh mancing-mancing emosi orang!" Ucap Gaeul cemberut


"Ya maaf,... habisnya kamu lucu hehehe..." Ujar Haruto menggodanya lagi


"Huh!" Gaeul tambah cemberut mendengar perkataan Haruto


"Btw tadi kenapa kau menyebut nama Anna? siapa dia?? nama sistem android mu kah??" Tanya Gaeul mengganti topik pembicaraan


"Bukankah aku sudah memberitahu mu sebelumnya siapa Anna?" Tanya balik Haruto


"Hah? kapan?" Balas Gaeul tampak kebingungan


"Waktu aku menceritakan tentang kemampuan super dan kekasih ku waktu itu" Ujar Haruto dengan masih fokus pada kemudinya


"Ah! yang waktu itu, tapi seingat ku kau tidak menyebutkan nama kekasih mu, kau hanya mengatakan bahwa kau kehilangan kekasih mu pada malam ulang tahunnya,... jadi apa itu nama kekasih mu?" Tanya Gaeul lagi


"Ya, sistem android milikku ini ku beri nama Anna, untuk mengenangnya" Jawab Haruto


"Sepertinya kau masih belum dapat melupakannya" Ucap Gaeul merasa sedikit kecewa karena dirinya masih belum dapat menggantikan posisi Anna yang masih ada di hati Haruto


"Bukannya aku tidak dapat melupakannya, hanya saja kenangan yang sangat berharga itu masih terus membekas di hati" Ujar Haruto menanggapi pernyataan Gaeul tadi


"Ohh begitu,.. baiklah aku paham" Ujar Gaeul kemudian kembali menurunkan sandaran kursinya


"Kenapa kau tiba-tiba merasa lesu? apa kau ingin tidur lagi?" Tanya Haruto melihat Gaeul yang sudah memejamkan matanya namun sebenarnya ia belum tidur


"Tidak, hanya ingin sedikit merasa lelah" Jawab Gaeul dengan nada datar


Suasana pun kembali sunyi, Haruto merasakan sesuatu yang aneh dari gelagat Gaeul usai mendengar nama Anna tadi


"Apa dia cemburu? " Batin Haruto dalam hatinya


Ketika sedang menyetir ia baru menyadari bahwa bensin mobil mulai tinggal sedikit, Ia pun menepikan mobilnya lalu membuka tablet Android miliknya untuk membuka maps yg didukung oleh satelit GPS


"Anna, tolong carikan pom bensin terdekat!" Perintah Haruto


"Baik Tuan, memulai pencarian pom bensin terdekat,... Pom bensin ditemukan, jaraknya sekitar 1,5 Km lagi, tepat disebelah kiri jalan" Android canggih tersebut memberitahu letak pom bensin terdekat


Haruto pun langsung menjalankan kembali mobilnya dan sekitar 10 menit kemudian Ia sampai di pom bensin tersebut


"Sepi sekali... aku harus cepat, sebelum sesuatu yang lain akan menyerang ku lagi seperti di tempat rahasia milik Laboratorium Phoenix tadi" Ujar Haruto kemudian hendak membuka pintu mobil, namun Gaeul tiba-tiba memegang tangannya


"Kau mau kemana?" Tanya Gaeul seraya memegang tangan kanannya


"Hanya isi bensin sebentar, tidak akan lama" Jawab Haruto


"Sungguh? kau yakin? lihatlah tempat ini sangat amat mencekam! apa kau ingin turun dari mobil??" Tanya Gaeul dengan cemas


"Jika aku tidak mengisi bensin sekarang, maka kita tidak akan bisa ke pos pengungsian ataupun ke tempat lainnya untuk melarikan diri dari para zombie" Jawab Haruto berusaha meyakinkan bahwa Ia harus mengisi bensin agar dapat melanjutkan perjalanan


"Hmm,... baiklah, tapi berhati-hatilah!" Pinta Gaeul dengan nada cemas


"Iya, tenang saja, kan cuma deket kok" Ujar Haruto seraya mengelus rambutnya kemudian turun dari mobil lalu mengambil selang pengisi bensin


"Maaf gak bayar ya hehehe..." Ujar Haruto terkekeh kecil seraya menekan tombol angka dengan nominal sebanyak mungkin agar bensin mobilnya terisi penuh


Ketika sedang mengisi bensin, ia melihat dua buah jirigen 1,5 L lalu mengambilnya dan mengisinya dengan bensin menggunakan selang lainnya, kemudian menaruhnya dalam bagasi mobil


"Ok! saatnya berangkat!" Ucap Haruto menginjak pedal gas


"Kau lama sekali!" Ucap Gaeul kesal


"Hah? lama?? Hahaha... padahal di pom tadi kita hanya memakan waktu 5 menit untuk mengisi bensinnya, dan yg bikin lama adalah saat kita mengobrol tadi" Ujar Haruto sedikit tertawa


"Ya,.. namanya juga khawatir..." Ucap Gaeul cemberut


"Sudah-sudah jangan cemberut gitu, btw apa kau tidak lapar?" Tanya Haruto mengganti topik pembicaraan


"Ya, lapar sih, apa kau juga lapar? dan ingin makan sesuatu?" Jawab Gaeul seraya bertanya balik


"Hmm,.. cukup lapar sih, mungkin kau bisa mengambil makanan di tas kita" Balas Haruto


"Baiklah, tunggu sebentar" Ucap Gaeul mengambil tas ranselnya kemudian membukanya lalu mengambil sebungkus roti panjang yg ia potong jadi dua bagian


"Sini biar aku suapin!" Ujar Gaeul seraya menyuruh Haruto membuka mulutnya


"Ok!" Balas Haruto kemudian membuka mulutnya dan ia mulai makan perlahan


"Gaeul, tolong ambilkan sebuah yogurt di bagian samping tas ku" Pinta Haruto kemudian Gaeul pun mengambilkannya


"Btw tas mu ini, kau isi apa aja?? sampai seberat ini?" Tanya Gaeul seraya mengambil sebotol yogurt


"Semua makanan yg kita beli di supermarket waktu itu" Jawab Haruto dengan santainya


"Owh pantesan tas mu sampai sebesar ini" Balas Gaeul seraya mengambil beberapa cemilan lainnya


Ketika sedang menyuapi Haruto yang fokus menyetir, tiba-tiba sebuah notifikasi email masuk, Haruto lalu menepikan mobilnya sebentar dan membuka serta membaca email tersebut


"Ada apa Haruto?" Tanya Gaeul


"Sebentar, ada email masuk" Jawab Haruto seraya mulai membaca email tersebut


"Email? dalam bahasa Jepang??" Ucap Gaeul seraya ikut melihat email tersebut


Dari : anonymous@gmail.com


Untuk : darkeagle@gmail.com


Isi :


Haruto, jika kau menerima pesan ini, aku harap kau masih hidup, karena ini bisa saja menjadi pesan terakhir dari ku, sebenarnya 2 hari yang lalu aku disuruh ibumu untuk pergi menjemputmu dikarenakan sedang terjadi wabah zombie, namun ditengah perjalanan, aku bersama 2 bodyguard ku telah diserang oleh sekelompok zombie saat sedang mencari alamat tempat tinggal mu, kedua bodyguard ku telah menjadi zombie, saat ini aku sedang bersembunyi di sebuah gedung diskotik di distrik Gangnam, jika kau ingin pergi, cepatlah menuju bandara International Incheon Airport, disana sebuah pesawat pribadi telah siap terbang hanya saja tidak ada pilotnya, mungkin kau bisa menerbangkannya


Teman Mu


Fumiya Takahashi


"Fumiya??? Aku harus mencarinya!" Ujar Haruto lalu bergegas balik arah untuk menyelamatkan temannya itu


"Fumiya? Siapa dia??" Tanya Gaeul penasaran


"Temanku, lebih tepatnya senior ku, dia adalah salah satu senior ku saat masih di SMA, sebenarnya ia bekerja di Laboratorium Phoenix di Jepang, tapi sekarang Fumiya sedang terjebak di salah satu gedung diskotik di distrik Gangnam" Jawab Haruto seraya menambah kecepatan mobilnya


"Apa?? sebaiknya kita harus cepat menemukannya, mungkin saja ia punya sebuah informasi mengenai kejadian ini" Balas Gaeul


Setelah sampai di sebuah gedung diskotik, Haruto dan Gaeul langsung pergi melacak lokasi terakhir dari Fumiya, mereka pun tiba di lantai 3 dan melihat segerombolan zombie sedang mengerumuni sebuah ruangan yang mungkin saja di dalamnya ada Fumiya yg sedang bersembunyi


"Sepertinya Fumiya ada di dalam sana" Ujar Haruto seraya melihat titik lokasi yang semakin dekat dengan keberadaan Fumiya melalui tablet canggihnya


"Lalu bagaimana caranya kita masuk?" Tanya Gaeul


Tanpa menjawab pertanyaan Gaeul, Haruto langsung menghidupkan sebuah alarm kebakaran yang terletak tak jauh darinya, ia menarik tuas alarm tersebut dan membuat para zombie berlari kearah ujung lorong yg lain karena mendengar suara alarm tersebut, setelah para zombie itu pergi, Haruto dan Gaeul pun bergegas membuka ruangan tersebut dan benar saja Fumiya berada didalamnya bersama dengan seorang gadis cantik


To be continued...