My Juniors Is My Protector

My Juniors Is My Protector
19. Secret Headquarters Phoenix Laboratory Japan



Petugas 1 2 dan 3 pun akhirnya kembali masuk kedalam ruang kontrol dan memberitahu Haruto dan Fumiya bahwa mereka tidak jadi ikut pergi dan Haruto pun menanyakan alasannya


"Disini Menara ATC (Air Traffic Control) saya ingin mengatakan terimakasih kepada kalian yang sudah berusaha untuk menyelamatkan kami, namun tiba-tiba kami berubah pikiran dan akan tetap tinggal disini dikarenakan masih ada 2 pesawat yg akan melintas dan mendarat di area ini, karena itu kami masih harus bertanggungjawab terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan kedua pesawat tersebut agar nantinya mereka dapat menjauh dari area bandara ini, sekali lagi terimakasih!" Ucap Petugas 1


Mendengar hal tersebut Haruto dan Fumiya pun langsung tertegun dan diam seribu bahasa, mereka tidak menyangka bahwa di situasi seperti ini masih ada orang yang rela berkorban demi orang lain


"Pergilah ke sisi barat Hokkaido, maka kalian akan menemukan sebuah pulau yang terdapat dua buah danau yg di dekatnya terdapat tempat yang merupakan markas rahasia milik Laboratorium Phoenix" Ucap petugas 2


"Kami tau bahwa kau adalah putra dari keluarga Watanabe, dijuluki sang pewaris tunggal yang pandai dalam berbagai bidang sains dan teknologi dan kami juga percaya bahwa kau akan menemukan solusi terhadap kejadian ini!" Sambung petugas 3 kemudian mematikan mic nya


"Tunggu! apa kalian mengenal ku???!!" Tanya Haruto yg kemudian terputus sambungannya


"Sudahlah, sepertinya mereka memang ingin melaksanakan tugas terakhir mereka sebagai petugas ATC, maka dari itu kita harus segera pergi dari sini dan menemukan solusi, agar pengorbanan mereka tidak akan sia-sia" Ucap Fumiya seraya menepuk pundak kanan Haruto


"Hmm,... baiklah..." Balas Haruto mengangguk kemudian menekan tombol yg membuat pintu tempat menurunkan tali tadi mulai tertutup secara perlahan dan hal itu semakin membuat Gaeul dan Sulyoon tambah kebingungan tentang situasi yg terjadi saat ini


Pesawat pun kemudian mulai terbang menjauh dari menara ATC dan setelah dirasa cukup jauh dari menara, Gaeul dan Sulyoon pun langsung masuk kedalam ruang pilot dan co-pilot untuk menanyakan perkara tadi


"Haruto!" Panggil Gaeul yg masuk dari ruang belakang


"Kenapa kau meninggalkan mereka??" Tanya Gaeul dengan nada sedikit tinggi


"Tenanglah, kita meninggalkan mereka bukan karena keinginan kita, melainkan mereka sendiri yg ingin tetap tinggal disana" Jawab Haruto dengan tenang


"Apa maksudmu?" Tanya Sulyoon


"Begini, ketiga petugas ATC tadi pada awalnya mereka memang ingin pergi dari sana, namun tiba-tiba mereka berubah pikiran dan ingin tetap berada disana untuk menyelesaikan tugas terakhir mereka sebagai petugas ATC" Jawab Fumiya mulai menjelaskannya


"Apa alasan mereka berubah pikiran dan berpikir untuk tetap tinggal disana?" Tanya Sulyoon lagi


"Singkatnya mereka masih harus bertanggungjawab atas 2 penerbangan lagi yg akan melintas di bandara tadi dan mereka harus memberitahu kedua maskapai tersebut agar segera menjauh dari area bandara tadi" Jawab Fumiya melanjutkan penjelasannya


Mendengar hal itu, Sulyoon dan Gaeul langsung terdiam dan terharu karena kagum dengan pengorbanan ketiga petugas ATC tadi, persis seperti Haruto dan Fumiya yang juga sempat terdiam dan terharu saat mendengar langsung perkataan para petugas ATC


"Kalau begitu kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan mereka, dan kita juga harus segera menemukan solusi dari semua kejadian ini!" Ucap Sulyoon yang langsung mengangkat kepalanya dan menatap tegas Fumiya dan Haruto


"Sepertinya kalian berdua cocok!" Celetuk Haruto seraya melihat Sulyoon kemudian melihat kearah Fumiya


"Apa maksudmu?" Tanya Sulyoon dengan raut wajah tak mengerti


"Kau tadi mengatakan hal yg sama dengan perkataan Fumiya sebelumnya, tentang masalah pengorbanan ketiga petugas ATC tadi" Jawab Haruto menjelaskan


"Eh?" Sulyoon nampak sedikit terkejut dan sedikit malu-malu, begitu pula dengan Fumiya yang tampak malu-malu lalu mengalihkan perhatiannya kedepan


"Sepertinya aku jadi nyamuk disini" Ucap Gaeul dengan nada datar dengan serta ekspresi yang datar saat menatap Haruto


"Eh? ng-nggaak dong, lagipula pacar mu itu asal ngomong aja!" Balas Sulyoon yang masih sedikit gugup dan menyalahkan Haruto


"Lha? Emang bener kan? Haruto itu pacar mu?" Tanya Sulyoon


"Nggak dong, ga mungkin aku pacaran sama dia, dih amit-amit!" Jawab Gaeul dengan ekspresi geli


"Ohh begitu, yasudah lah kalau aku bukan pacarmu, aku pacaran sama Sulyoon aja!" Celetuk Haruto tiba-tiba yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Fumiya


"Eh?" Gumam Sulyoon yang nampak sedikit tersenyum tipis


"Waduh, kayaknya nyawa ku lagi ga aman nih..." Gumam Haruto pelan yang melihat Fumiya menatap dirinya dengan tajam


Saat sedang asyik berbincang santai, mereka semua sampai tidak sadar bahwa hampir mendekati pulau yang dikelilingi oleh dua buah danau


Sedikit Info tentang latar tempat kali ini


Danau Shikotsu dan Danau Toya adalah dua danau populer yang terletak di Taman Nasional Shikotsu-Toya. Taman ini terletak di sisi barat Hokkaido, jauh dari kehidupan perkotaan yang sibuk, dengan kota kecil Shikotsu Kohan menjadi daerah berkembang terdekat. Kedua danau tersebut terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang menyebabkan sebagian wilayah bumi terbenam ke dalam tanah. Di pinggir Danau Shikotsu, pendaki dapat menjelajahi jalur pendakian dan mendaki Gunung Tarumae. Di Danau Toya, pengunjung bisa mengamati cantiknya kawah besar yang terbentuk dari letusan Gunung Usu. Setelah selesai mendaki gunung, kedua danau ini memiliki onsen, atau sumber air panas, di dekatnya yang bisa digunakan oleh para wisatawan yang lelah untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


"Whoaaaaahhh tempat yang indah" Ucap Gaeul takjub melihat pemandangan tersebut


"Hmm,.. apa kau yakin ditempat indah seperti ini terdapat markas rahasia milik Laboratorium Phoenix?" Tanya Sulyoon yang berdiri tepat dibelakang Haruto


"Mungkin saja, mari kita coba cek, lagipula tidak ada salahnya bukan? jika kita mengecek tempat ini terlebih dahulu" Jawab Haruto seraya mencari tempat untuk mendaratkan pesawatnya


"Hm, kau benar.." Balas Sulyoon tersenyum tipis


Keduanya tampak begitu akrab, hingga membuat Gaeul dan Fumiya merasa sedikit cemburu


"Ehem!" Gaeul berdehem untuk memecahkan suasana romantis antara Haruto dan Sulyoon


"Sepertinya kekasihmu cemburu" Ucap Sulyoon berbisik ditelinga Haruto namun suaranya sengaja sedikit dikeraskan agar didengar oleh Gaeul dan Fumiya


"Hm?" Gumam Haruto seraya melihat kearah Gaeul yg menatap dirinya dengan penuh api cemburu, kemudian mendongakkan pandangannya keatas lalu menatap wajah Sulyoon dengan tersenyum tipis


Hal tersebut membuat suasana hati Gaeul tambah panas, namun ditutupi oleh senyuman yang penuh panas


"Awas kau nanti Haruto!" Gumam Gaeul dalam hati seraya menatap Haruto dengan senyuman mengerikan


"Perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak" Batin Haruto dalam hatinya setelah melihat senyum Gaeul yg penuh makna seperti hendak melakukan sesuatu yang menyeramkan terhadap dirinya


"Haruto, sepertinya kita bisa mendarat dibawah sana" Ujar Fumiya yg melihat sebuah dataran yg kemungkinan dapat menjadi tempat pendaratan pesawat mereka


"Ok, diterima! Kalian berdua segera kembali duduk dan kenakan sabuk pengaman!" Balas Haruto seraya menyuruh Gaeul dan Sulyoon untuk kembali duduk karena mereka akan segera melakukan pendaratan secara Vertikal kebawah


To be continued....