
Sudah 3 hari Gaeul tidak bertemu dengan Haruto yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana, rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya
Kafe, Sabtu siang pukul 12.30
"Dia kemana ya??" Gumam Gaeul dengan nada pelan seraya mengelap meja
"Duarr!" Zoa mengejutkan Gaeul dari belakang
"Huaaa!!!.... Zoa?!!" Gaeul terkejut kemudian meneriaki Zoa
"Hayoo ngelamunin apa?? Cowok yang kemarin ya??" Zoa bertanya dengan nada meledek
"Hilih! anak kecil tau apa?!" Balas Gaeul dengan jutek
"Iih! kakak, jutek amat sama aku?!" Balas Zoa mengerutkan keningnya dengan bibir monyong
"Idih, kok mukamu gitu? jelek amat? Hahaha!" Ucap Gaeul balas meledek Zoa seraya tertawa
"Dih kakak! malah ngatain balik, huffftt!" Zoa berucap dengan sebal
"Hehehe jangan ngambek dong! ntar malah tambah jelek lagi hahaha" Gaeul masih terus mengejek Zoa yg mengagetkan dirinya tadi
Tiba-tiba hp Gaeul berdering, ia mendapat sebuah panggilan dari nomor orang yang tak dikenal
"Nomor siapa ini!" Gaeul bertanya-tanya seraya memandangi nomor telepon yg ada di layar hp nya tersebut
"Siapa kak? pacar kakak ya?" Tanya Zoa
"Dih! sok tau! btw ga tau juga sih, soalnya gak ada namanya" Jawab Gaeul seraya berpikir
"Coba angkat aja dulu kak, siapa tau penting" Ujar Zoa menyarankan agar Gaeul mengangkat telepon tersebut
"Hm, iya deh!" Gaeul pun mengangkat telepon tersebut
"Halo?? dengan siapa?" Tanya Gaeul dengan ramah
"Gaeul! ini aku! Haruto!" Jawab orang tersebut yg ternyata adalah Haruto
"Haruto?? benarkah??" Balas Gaeul kegirangan
"Ya! sekarang kau ada dimana??" Tanya Haruto dengan nada sedikit panik
"Hm? aku ada di kafe, memangnya kenapa?? dan kenapa suara mu seperti orang yg sedang panik?" Gaeul menjawab pertanyaan Haruto, seraya bertanya balik
"Sekarang tutup semua pintu masuk kafe mu itu, untuk sementara jangan buka dulu!" Ucap Haruto menjelaskan
"Eh? eh? bentar-bentar,.. ini sebenarnya ada apa?" Tanya Gaeul mulai serius
"Saat ini polisi sedang memburu seorang pelaku pembunuhan yg sedang kabur dari kantor polisi saat sedang diperiksa, dan menurut keterangan ada kemungkinan dia masuk ke dalam lingkungan sekitar tempat kafe mu bekerja" Jawab Haruto menjelaskan
Namun ketika sedang ditelepon, seorang pria masuk kedalam kafe dan berteriak
"Hei kalian berdua! cepat tutup semua pintu disini! dan jangan biarkan polisi masuk!" Ujar pria tersebut
"Sepertinya ucapan mu benar ... tapi sepertinya sekarang sudah terlambat.. Haruto... maafkan aku.." Gaeul berucap pelan seraya menatap pria tersebut, lalu terputus lah sambungan telepon tersebut
"Jangan bilang.... Gaeul? Gaeul!! Hoi!" Haruto merasa pria buronan tersebut sudah ada ditempat Gaeul bekerja, ia pun berteriak-teriak memanggil Gaeul ketika mendengar seorang pria yg masuk ke dalam kafe tempat tersebut, lalu mematikan handphone nya karena Gaeul sudah tidak merespon
"Sial! sepertinya pria itu sudah ada di kafe tersebut!" Ujar Haruto kemudian menghampiri seorang polisi yg ada di dekat lampu merah untuk melaporkan kejadian tersebut
Haruto pun langsung mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, hingga saat tiba di kafe tersebut ternyata sudah banyak mobil polisi yang terparkir di luarnya dan seorang kapten polisi mencoba berusaha untuk bernegosiasi dengan pelaku
"Tolong keluar! Anda sudah kami kepung! dan jangan coba-coba untuk melawan atau melakukan tindakan berbahaya lainnya!" Ucap Kapten polisi itu memperingatkan pelaku tersebut
Dan dari dalam kafe pria yang merupakan pelaku tersebut berteriak
"Letakkan senjata kalian! atau nyawa gadis ini akan jadi jaminannya!" Ucap Pria tersebut melangkah maju kearah jendela seraya menodongkan pisau ke lehernya Gaeul
"Gaeul!" Ucap Haruto dengan terkejut melihat Gaeul yang ada dibalik kaca jendela, sedang disandera oleh pria pelaku pembunuhan tersebut
"Letakkan senjata kalian terlebih dahulu! dan turuti kemauan ku!" Perintah pria tersebut dengan berteriak
"Baiklah! apa permintaan mu!" Tanya kapten polisi itu mencoba bernegosiasi kembali
"Cepat bersihkan nama ku dari kantor polisi dan hapus semua catatan kriminalitas ku! dan biarkan aku bebas!" Jawab Pria tersebut menyebutkan permintaannya
Hal itu membuat semua polisi yang ada ditempat kebingungan, mereka berpikir bagaimana bisa mereka melepaskan seorang penjahat yang selama ini sudah jadi buronan atas kasus keterlibatan pembunuhan berencana
"Baiklah! Aku akan menuruti kemauan mu! dengan satu syarat! bebaskan semua sandera yg ada didalam ruangan itu!" Kapten polisi itu menyetujui permintaan pria tersebut dengan syarat membebaskan orang-orang yang menjadi sanderanya
"Jika kau ingin sandera ini bebas, maka kau harus masuk kedalam sini! tanpa membawa senjata ataupun anak buah mu!" Pria itu ternyata cukup licik
Polisi pun kembali dibuat bingung dengan ucapan pria tersebut, tapi kapten polisi tersebut menurutinya, setelah berbagai macam pertimbangan
Kapten polisi itu lalu berjalan menuju pintu masuk kafe dan mulai menaiki tangga untuk menuju ke tempat pelaku tersebut menyandera Gaeul dan Zoa, sementara itu polisi lainnya berjaga-jaga jika kemungkinan terburuk terjadi
Disisi lain Haruto yang memiliki kemampuan diatas manusia normal memilih untuk masuk ke dalam kafe lewat gedung belakang kafe yang terdapat beberapa dinding yg dapat dijadikan pijakan atau untuk memanjat
Dibelakang Gedung Kafe, Haruto sudah bersiap untuk memanjat, berbekal kemampuan parkour dan beladiri ia pun segera memanjat dan melompat dari satu pijakan ke pijakan lainnya layaknya seorang parkour yg sangat profesional, setelah berhasil masuk kedalam melalui jendela di lantai 2, ia segera menaiki tangga menuju lantai 3 tempat dimana pria tersebut menyandera Gaeul
Setelah sampai di lantai 3, Haruto bersembunyi dibalik salah satu dinding dan melihat kapten polisi itu sedang berusaha bernegosiasi dengan pria tersebut
"Tolong letakkan pisau itu, kita bicarakan baik-baik" Pinta Kapten polisi itu dengan nada bicara yg sangat berhati-hati
"Tidak! sampai kau benar-benar menghapus semua catatan kriminalitas ku dan membebaskan ku tanpa syarat!" Balas Pria itu membentak
Hal itu membuat Gaeul dan Zoa yg berada dibelakang pria tersebut ketakutan dan meringkuk serta saling memeluk satu sama lain
"Ok, jadi apa yg kau inginkan sekarang?? dan tolong jangan buat mereka ketakutan, mereka tidak ada hubungannya dengan mu!" Ucap Kapten polisi itu
"Hubungi atasan mu dan lakukan sesuai permintaan ku tadi!" Ujar pria tersebut
Polisi itu lalu menghubungi atasannya dan meminta surat pembebasan tanpa syarat, namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh atasannya
Kecewa karena permintaannya tidak dikabulkan, pria itu menyerang kapten polisi tersebut dan mereka terlibat pertarungan sengit, pria itu dengan cepat melukai lengan polisi tersebut, dan membuatnya terpojok, melihat hal tersebut Haruto langsung muncul dari persembunyiannya dan menendang pria tersebut hingga terjatuh
"Haaaarrrggghh!" Teriak Haruto berlari ke arah pria tersebut lalu melompat dan menendangnya
BHUAK
BRAKK
"Eugghh... kurang ajar! siapa lagi kau?!" Ucap pria itu mengumpat lalu berusaha bangun
"Haruto!" Ucap Gaeul terkejut
Ketika melihat Haruto, pria itu kaget karena remaja laki-laki yang ada dihadapannya adalah pacar dari gadis yang pernah ia tusuk waktu berada di Jepang
"Sepertinya kau mengenal ku!" Ujar Haruto dalam bahasa Jepang
"Sialan! rupanya kau yg waktu itu!" Umpat pria itu lalu mereka mulai bertarung sengit satu sama lain, kemampuan Haruto dalam bertarung sangat baik hingga membuat pria itu kewalahan
Namun tanpa disadari, pria tersebut mengambil vas bunga kecil yg ada didekatnya lalu melemparkannya ke arah Haruto yang membuatnya kehilangan keseimbangan
Pyaar..
"Aaarrgghh!" Haruto memegangi pelipis kiri nya yang berdarah akibat pecahan vas bunga tersebut, ia pun mulai dipukuli oleh pria tersebut hingga berlumuran darah
"Kau akan segera bertemu dengan pacar mu di neraka!" Ucap Pria tersebut seraya terus memukuli wajah Haruto yg sudah mulai babak belur
"Sepertinya yang akan pergi ke neraka adalah kau!" Haruto menahan pukulan dengan tangan kirinya lalu berusaha bangkit dan memukul balik pria tersebut dan melakukan serangan lebih brutal dengan mematahkan pergelangan tangan pria tersebut dan membantingnya
BHUAK BUK BAK BRAKK
"Gimana?? sakit bukan??" Tanya Haruto dengan bibir dipenuhi darah seraya tersenyum psikopat
"Kemari kau!" Haruto menarik kerah baju pria tersebut lalu memukulnya lagi
Kapten polisi yang melihat tersebut merasa bingung karena sejak tadi Haruto dan pria itu berbicara dalam bahasa Jepang selama perkelahian mereka
"Sepertinya mereka saling kenal?" Ucap polisi tersebut berusaha bangkit, ia juga menghubungi polisi yg ada dibawah agar segera naik dan membantu nya
"Aku tidak akan membiarkan mu berbuat sesuka hati lagi! apalagi sampai menyakiti orang yg ku sayangi lagi!" Ujar Haruto lalu memukul pria itu kembali hingga benar-benar lemas
"Pergilah ke neraka!" Ujar Haruto berteriak kemudian melepaskan cengkraman nya dari leher pria tersebut lalu mundur selangkah dan menendang pria tersebut hingga keluar dari jendela
Pyaar...
Pria tersebut terlempar usai ditendang keluar dari jendela oleh Haruto
"Haruto...." Gaeul yang melihat hal tersebut merasa shock, kemudian Haruto mengambil kain putih yg ada didekatnya lalu memberikannya kepada kapten polisi yang terluka tersebut agar menekan lukanya hingga bantuan datang
"Pakai ini agar pendarahan mu berkurang" Haruto memberikan kain tersebut, ia kembali berbicara dalam bahasa Korea
"Terimakasih..." Ucap polisi itu
Haruto lalu berjalan mendekati Gaeul, kemudian memeluknya erat-erat
"Maaf,.. maaf... karena aku tidak bisa menjaga mu.." Ucap Haruto dengan posisi memeluk Gaeul
"Haruto... ini bukan salah mu, kau telah menyelamatkan kami semua" Gaeul mengusap punggung Haruto dengan lembut
"Kapten!" Seorang polisi berteriak dan langsung memanggil anggota lainnya untuk mengevakuasi mereka semua dan keluar dari gedung tersebut
To be continued...