
"Haruto?!" Ucap Fumiya yang merasa terkejut melihat kedatangan Haruto
"Syukurlah aku masih belum terlambat" Ujar Fumiya seraya mengulurkan tangannya dan membantu Fumiya berdiri
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Haruto lagi
"Ya, seperti yg kau lihat, aku baik² saja, ayo segera pergi dari sini!" Jawab Fumiya seraya mengajak mereka semua untuk pergi meninggalkan tempat tersebut
Mereka berempat pun kembali kedalam mobil dan pergi dari tempat tersebut. Di dalam mobil mereka pun saling berbincang tentang wabah yang terjadi
"Haruto, bagaimana kau bisa menemukan kami di tempat tadi?" Tanya Fumiya yg duduk di kursi belakang bersama seorang gadis yg tampak sedikit pendiam
"Hanya mengikuti perkataan yg kau kirimkan padaku lewat email itu, lalu mengikuti sinyal hp milikmu dari tablet ku" Jawab Haruto dengan nada santai sembari fokus menyetir
"Sudah kuduga, kau memang cerdas seperti biasanya" Balas Fumiya yg sudah sangat mengenal junior sekaligus temannya itu sejak lama
"Hei Fumiya, sepertinya gadis disebelah mu itu sedikit pucat wajahnya? apa dia baik-baik saja?" Tanya Haruto yg memperhatikan gadis di samping Fumiya tersebut melalui kaca kecil yang tergantung didekat pewangi mobil
"Hm?" Fumiya langsung melihat kearah gadis tersebut
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Fumiya
"Hanya sedikit pusing" Jawab Gadis itu dengan nada lemah
"Gaeul, coba kau ambil obat pereda nyeri di dalam laci dasboard, lalu berikan pada Fumiya" Pinta Haruto
"Ok!" Jawab Gaeul kemudian membuka laci dasboard mobil lalu mengambil sebuah pil pereda nyeri serta sebotol air mineral lalu memberikannya pada Fumiya
"Terimakasih" Ucap Fumiya dan Gaeul pun mengangguk
"Ini minum dulu" Ujar Fumiya seraya memberikan pil tersebut kepada gadis itu, kemudian gadis itu meminumnya dan tak lama kemudian ia pun tertidur
"Sepertinya dia sudah tenang" Ujar Fumiya seraya mengelus kening gadis itu
"Apa kau mengenalnya?" Celetuk Haruto bertanya
"Tidak, sebenarnya aku diselamatkan olehnya" Ujar Fumiya
"Apa? maksud mu?" Tanya Haruto lagi
"Kejadiannya seperti ini, ketika aku berlari menghindari kejaran para zombie, aku sempat bersembunyi didekat sebuah pintu laboratorium di salah satu fakultas kedokteran di sebuah kampus, dan saat sedang mengamati keadaan, tiba-tiba ada tangan yg menarik ku kedalam ruang laboratorium tersebut, hal itu membuat ku terkejut, namun rupanya orang yang menarik ku adalah gadis ini" Jawab Fumiya menjelaskannya
"Owh, begitu,..." Ujar Haruto balas Haruto mengangguk
"Btw apa kau sudah menemukan bukti atau dalang dibalik semua kejadian ini?" Tanya Fumiya
"Untuk sementara ini, tersangka nya adalah seluruh staf Laboratorium Phoenix yang ada di Seoul, coba kau buka file ini" Jawab Haruto seraya mengambil sebuah flashdisk yg berisi data penelitian yg diambilnya dari tempat rahasia kemarin lalu memberikannya kepada Fumiya yg duduk dibelakangnya
"Ok!" Balas Fumiya seraya mengambil flashdisk tersebut
15 menit kemudian
"Sepertinya aku tau darimana sumber virus ini mulai menyebar" Ujar Fumiya seraya melepas flashdisk tersebut dari handphone nya yg juga memiliki sistem canggih layaknya tablet Android milik Haruto
"Apa kau sudah menemukan sumbernya? aku tidak sempat membuka semua file tersebut" Ujar Haruto seraya bertanya
"Ya, ini semua bersumber dari sebuah penelitian DNA persilangan genetik, seorang wanita tua telah dijadikan sebagai objek eksperimen oleh para ilmuwan di laboratorium Phoenix, namun mereka mengalami kegagalan dan menyebabkan kematian bagi wanita tua tersebut" Jawab Fumiya
"Wanita tua?? Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Fumiya mulai penasaran dengan hasil analisis Fumiya
"Jadi wanita tua tersebut disuntikkan sebuah serum yang mengandung DNA Rusa dan Kelelawar yg pada awalnya dimaksudkan untuk dijadikan obat kanker, namun bukannya menjadi sebuah obat, justru malah menimbulkan malapetaka baru, wanita tua tersebut akhirnya mati dan jasadnya dibuang ke tepi jalan begitu saja" Jawab Fumiya menjelaskannya
"Tunggu! Di tepi jalan katamu?" Ucap Haruto terkejut yang seketika mengerem mendadak yang membuat semuanya terkejut dan membuat Gaeul dan gadis itu terbangun
"Aduuh!" Ucap kedua gadis tersebut
"Ada apa Haruto?" Tanya Gaeul seraya memegangi kepalanya yg sedikit terbentur kedepan saat Haruto mengerem mendadak tadi
"Eh maaf maaf" Ucap Haruto
"Ada apa Haruto sepertinya kau terkejut setelah mendengar penjelasan ku tadi?" Tanya Fumiya
"Wanita tua yang kau maksud tadi sangat mirip ceritanya dengan mendiang neneknya Gaeul yg sempat ditemukan di tepi jalan setelah dibawa oleh orang² tak dikenal berpakaian serba putih" Jawab Haruto menjelaskannya
"Apa jangan-jangan.... neneknya Haruto adalah objek eksperimen para ilmuwan itu!" Lanjut Haruto mulai mencurigai bahwa memang benar dalang dibalik semua peristiwa ini ada sangkut pautnya dengan Laboratory of Phoenix
Gadis yang sejak tadi hanya diam tiba-tiba saja memanggil Haruto
"Apa kau Watanabe Haruto? mahasiswa baru fakultas teknologi informasi?" Tanya Gadis itu
"Ya? apa kau mengenal ku?" Tanya balik Haruto
"Aku sedikit mengetahui tentang mu, kita juga pernah bertemu sebelumnya di sebuah bus, saat itu kau sedang menyelamatkan seorang gadis SMA dari pelecehan bukan?" Ujar Gadis itu lagi seraya tersenyum tipis, senyum gadis itu terlihat oleh Haruto melalui kaca kecil yang tergantung di dekat pewangi mobil
"Sungguh? sepertinya aku tidak begitu mengingatnya hehehe" Balas Haruto yg juga tertawa kecil, hal itu membuat Gaeul sedikit cemburu
"Btw nama ku Sulyoon, salam kenal kita juga masih satu angkatan" Ucap Sulyoon si gadis cantik tersebut dengan nada lembut
"Watanabe Haruto, aku juga teman dari Fumiya, cowok yg ada disebelah mu itu" Balas Haruto seraya tersenyum tipis
"Lebih tepatnya seniornya Fumiya" Celetuk Fumiya dengan raut wajah sedikit sombong yg menandakan ia sedikit mencari muka didepan Sulyoon
Haruto pun mulai menepikan mobilnya dan berhenti sejenak untuk saling mengobrol, mereka berhenti disebuah jalan tol yg sangat sepi
...Biodata Fumiya & Sulyoon ...