
Hari sudah mulai malam, sedangkan Haruto, Fumiya, Gaeul dan Sulyoon masih berada di dalam mobil yang berhenti ditepi jalan
"Sudah hampir hari kelima kita masih belum menemukan kamp pengungsian ataupun para penyitas lainnya, apakah semua kita di Korsel saat ini benar-benar sudah menjadi kota mati?" Ujar Gaeul dengan tatapan kosong kearah depan
"Percayalah diluar sana pasti masih ada orang-orang seperti kita yg juga berusaha bertahan dari kiamat zombie ini" Balas Haruto agar Gaeul tidak terlalu merasa khawatir
"Haruto, bagaimana jika kita ke Incheon Airport? disana sebuah pesawat pribadi milik keluarga mu sudah siap terbang, hanya saja mungkin membutuhkan waktu yang lama, kurang lebih 1 jam, lalu setelah itu kita dapat pergi dari sini" Ucap Fumiya memberikan sebuah saran
"Baiklah, kita bisa mencobanya!" Balas Haruto menyetujui saran Fumiya
Mereka pun akhirnya putar balik menuju bandara International Incheon airport. Membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam, mereka pun telah sampai di salah satu lapangan parkir
"Disini cukup sepi, sepertinya para zombie itu memang buta saat malam hari" Ujar Gaeul
"Ya, sekarang kita harus bersiap untuk menyelinap masuk kedalam sana, oh ya, di bagasi belakang ada beberapa peralatan yg mungkin bisa kita gunakan untuk melindungi diri dari gigitan para zombie" Ucap Haruto
Setelah berdiskusi singkat di dalam mobil, mereka berempat lalu turun dari mobil dan membuka bagasi belakang
"Kau harus pakai ini!" Ucap Fumiya seraya memasangkan sebuah rompi polisi kepada Sulyoon
"Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Sulyoon
"Santai aja, aku kan sudah memakai jaket, kau tidak perlu khawatir, semuanya akan baik-baik saja!" Jawab Fumiya seraya tersenyum tipis
"Gaeul pakai ini" Haruto menyuruh Gaeul untuk mengenakan sebuah jaket parasut yg cukup tebal
"Ok, tapi jika aku memakai ini, kau akan pakai apa?" Tanya Gaeul
"Aku cukup memakai jaket ini, sama seperti Fumiya" Jawab Haruto
"Kau yakin?" Tanya Gaeul lagi
"Ya! jaket ini cukup tebal terlebih lagi terbuat dari bahan kulit yg cukup kuat" Jawab Haruto meyakinkan Gaeul
"Hmm,... baiklah.." Balas Gaeul mengangguk
"Ok, semuanya sudah siap?" Tanya Haruto
"Hei, bawa ini!" Ucap Haruto seraya memberikan sebuah senjata jenis shotgun kepada Fumiya
"Ok, btw kenapa ada 3 pucuk senjata? memangnya siapa lagi yg akan kau suruh bawa?" Ujar Fumiya seraya bertanya
"Aku! aku yg akan membawanya!" Sahut Gaeul dengan percaya diri
"Kau serius?" Tanya Haruto
"Ya! aku serius, lagipula saat di kantor polisi waktu itu, kau mengambilnya lebih dari satu, itu menandakan bahwa kau akan memberikannya kepada ku juga bukan?" Jawab Gaeul dengan penuh semangat
Haruto Fumiya dan Sulyoon pun saling menatap satu sama lain mereka berpikir "Nih anak kenapa ya??"
"Eemm... ya... baiklah, kau boleh membawanya, namun jangan menggunakannya tanpa perintah dari ku ataupun Fumiya, ok?" Ucap Haruto dengan memberi syarat
"Ok!" Jawab Gaeul singkat
Mereka berempat pun mulai bergerak, berjalan dengan menyusuri area yg dianggap tidak terlalu banyak zombie nya, di tengah perjalanan tanpa sengaja Sulyoon menginjak sebuah kaleng minuman bekas dan menimbulkan bunyi
"Aduuh!" Ucap Sulyoon lirih
"Ssstt...!" Ucap Fumiya seraya memberikan aba-aba agar mereka segera menunduk bersembunyi dibalik sebuah pilar / tiang bangunan
Para Zombie yang mendengar suara kaleng bekas tadi pun bergerak menuju kearah mereka
"Sepertinya mereka mulai bergerak kearah kita" Ucap Haruto seraya mulai bersiap dengan senjatanya
"Tahan dulu! Aku akan memeriksa lokasi kita saat ini, siapa tau masih ada jalan lain!" Ujar Fumiya seraya membuka GPS tracker di hp nya dan benar saja, masih ada sebuah jalan tepat dibelakang mereka yang langsung mengarah ke parkiran Jet pribadi
"Aku menemukan jalan lain! ayo kita bergerak sekarang!" Ucap Fumiya dan mereka semua pun mengangguk
Ketika hendak berbalik, ternyata ada satu zombie yang langsung menerkam Sulyoon
To be continued