
Lexi:"gue pergi dulu ya,gue mau berangkat kerja"
Olin:"iya lu hati-hati ya gue juga mau pergi"
Lexi:"emang lu mau pergi ke mana?"
Olin:"gue mau pergi ada panggilan dari PT Exa"
Lexi:"hah ? PT EXA?"
Olin:"iya emangnya kenapa sih kok lu kayaknya kaget banget?"
Lexi:"orang-orang mah pada rebutan masuk PT EXA tahu"
Olin:"masa iya sih?"
Lexi:"asal lu tahu ya PT EXA itu adalah PT yang paling besar di Indonesia,skala internasional, dan cabangnya udah buka di seluruh penjuru negara di dunia, udah kelas itu mah, dan masuk di PT tersebut itu susah banget seriusan, dan sekarang lu bilang kalau lu dipanggil di PT itu?"
Olin:"iya gue dipanggil di PT itu katanya disuruh nemuin pak xavier"
Lexi:"wah bagus kalau gitu ya udah good luck ya"
Olin:"wah thank you ya"
Lexi pun pergi meninggalkan Olin, sedangkan Olin pun bergegas menuju PT Exa.
-Olin pov-
di Google maps tulisannya jauh banget ya,duh naik apa ya. kalau naik angkot opernya banyak juga ini. ya udah deh sekali-sekali aku mau naik ojol aja.
"sesuai titik ya neng"tanya bapak ojol
"iya pak ini udah sesuai kok titiknya"jawabku
anginnya lumayan Sejuk nih ya kan masih pagi, untung pakai jaket
gedungnya gede banget cuy bingung
"Selamat siang Mbak nyari siapa ya di sini kalau boleh tahu" tanya bapak satpam
"saya ini ada janji sama yang namanya pak Xavier" jawabku
"oh ya mbak ya mbak mbaknya ke resepsionis aja ya nanti tanya di situ lebih lanjutnya"jawab pak satpam
"oh iya pak terima kasih ya" jawabku
resepsionis itu mana ya waduh PT ini gede banget jadi bingung aku nih. gue jalan aja deh biasanya tuh depan sendiri tuh resepsionis.
kayaknya ini nih resepsionisnya ada mejanya ada mbaknya ada ininya tulisannya aduh ini kali ya.
"permisi mbak apakah benar ini resepsionis ya?" tanyaku
"iya ini benar resepsionis Ada yang bisa saya bantu?" jawab Mbak resepsionis
"Mbak saya mau bertemu sama pak Xavier bisa?" tanyaku
"apakah sudah ada janji?" tanyanya
"gimana ya tapi kalau bukti tertulis saya nggak ada mbak" jawabku
"oh gitu ya ya udah deh Mbak makasih ya " jawabku
ini kayaknya gue di prank apa gimana ya gua disuruh ke sini udah jauh-jauh uang habis buat ojol malah kayak gini.
mendingan gue pulang aja deh daripada gue malu di sini lama-lama.
-author pov-
setelah Olin memutuskan untuk pulang dia berpapasan dengan pria yang ia temui di warung saat itu.
"loh kamu mau ke mana?" tanya lelaki tersebut
"tadi kata Mbak resepsionis belum ada janji sama pak xavier nggak boleh ketemu sama pak xavier" jawab Olin
"ya udah kamu ikut saya sekarang"jawab pria tersebut
pria tersebut melewati penjaga resepsionis seperti tidak ada apa-apa dan penjaga resepsionis pun tidak melarang Olin untuk ikut dengan pria itu.
semua orang menyembah pria itu dengan penuh hormat.
"silakan masuk di sini"ucap pria itu
"iya terima kasih"jawab Olin
Olin pun duduk di tempat yang disediakan dan Olin pun terheran-heran dengan ruangan tersebut,karena sangat mewah dan sangat besar.
pria tersebut berjalan dan duduk di kursi yang empuk dan besar, setelah itu dia bertanya
"kamu ingin kerja di sini sebagai apa ?"tanya pria tersebut
"sebagai apa saja yang penting saya mendapat pekerjaan pak"jawab Olin
"saya ada satu posisi yang mungkin cocok untuk kamu"ucap pria itu
"kalau boleh saya tahu, itu posisi apa ya pak?"tanya Olin.
"posisi manajer perusahaan" ucapnya
"bapak nggak salah ngomong kan ini?"tanya Olin
"saya tidak salah omong, karena kamu sudah menyelamatkan anak saya dari musibah maka aku harus membalas hal itu dengan hal yang setimpal" ucapnya
"biasanya kalau ada karyawan baru maka yang menginterview adalah HRD, khusus untuk kamu,yang menginterview kamu adalah saya, sebelum itu perkenalkan saya adalah pemilik dari perusahaan ini saya adalah Xavier, senang bertemu dengan anda" lanjut pria itu dengan wajah sedikit tersenyum.
"saya ini nggak sedang mimpi kan?" ucap Olin spontan
"kamu kerja mulai besok ya ini kartu karyawan kamu" ucap Xavier berikan kartu akses kepada Olin.
waktu itu tertulis manajer perusahaan dan Olin pun merasa itu seperti mimpi.
"pak terima kasih ya sudah menerima saya di perusahaan bapak saya merasa sangat senang" ucap Olin
"sama-sama,kebetulan posisi itu juga sedang kosong karena ada masalah internal kemarin" jawab Xavier
"terima kasih pak saya akan mengingat hal ini seumur hidup saya" Jawab Olin.
Olin pulang dengan hati yang gembira dan dia memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya menaiki ojol.