
setelah kurang lebih 5 jam perjalanan mereka pun sampai di tempat yang dituju
mereka semua diarahkan untuk mengambil barang mereka dan menata di Villa yang sudah disiapkan oleh masing-masing panitia
Aretha:" lu di Villa nomor berapa xav?"
Xavier:"oh gue itu di Villa nomor 12 gabung sama temen-temen gue"
Aretha:" oh gitu ya udah deh"
Xavier:"ya udah kalau gitu gue duluan ya"
Xavier pergi menuju villanya dan menata barang-barang di kamarnya dia pun satu kamar dengan Habibie
-aretha pov-
jantung gue kenapa nih tiba-tiba kok jadi deg-degan gini, padahal gue cuman duduk di sebelah cowok
padahal biasanya gua sama cowok tuh nggak pernah kayak gini loh.
padahal cuman dibantuin bawa barang sama duduk sebelahan di bis aja
ya udah deh gua mau taruh barang gue dulu aja kalau gitu
"heii retaaaaaaaa" teriak isabel bestie gue
"Isabel lu kenapa?" jawabku
"gue lihat lu tadi salting-salting tuh ngomong sama tuh cowok siapa tuh?" tanya Isabel dengan nada menggoda
"itu cowok yang nolongin gua bawa tas tadi pagi tuh namanya xavier" jawabku
"lu tau apa jantung gue deg-degan cuyy, kira-kira gue kenapa ya padahal dia tuh nggak ngapa-ngapain tapi gue deg-degan" tanyaku
"itu tandanya lu udah nemuin cowok yang lu suka" jawab isabel
"gitu?" jawabku
"coba aja lu sering komunikasi sama dia barangkali jodohnya kan siapa tahu juga hahaha ternyata cewek seganas lu juga bisa salting sama cowok juga ya" goda Isabel
"sialan lu hahaha"
-xavier pov-
"lu kenapa kelihatan bingung gitu sih?" tanya Habibie
"gue tadi duduk sama si reta" jawab ku
"sumpah? tapi lu nggak papa kan?" tanya Habibie
"gua nggak kenapa-kenapa tapi jantung gue nggak aman cuy" jawabku
"jantung lu kenapa? sakit?"tanya Bibi sambil melihat ke arah jantung gue
"apaan sih lu, gue cuman deg-degan" jawabku
"itu tandanya lu suka sama dia, udah lu deketin aja lu pacarin udah" jawab Habibie dengan memalingkan mukanya
apa iya sih gue suka sama reta
apa gue harus coba deketin dia dulu aja kali ya
nanti kalau gue ditolak gimana
coba dulu aja deh
-authof pov-
acara pertama akan segera dimulai yaitu acara makan bersama di lapangan
"baiklah kalian semua akan satu tim dua orang, tim kalian sesuai dengan tim yang duduk sama kalian di bis ya" ucap panitia
'jadi gue sama reta?' batin Xavier
'oke jadi gue sama xavier ' batin reta
"sekarang kalian berkumpul dengan teman kalian cepat kalian temukan kawan kalian" perintah panitia
semuanya berhamburan mencari teman mereka masing-masing begitupun xavier dan reta
"akhirnya gue nemuin lu di sini" ucap Xavier dengan nada terengah-engah
"maaf gue nggak gerak takutnya nanti malah bingung" jawab reta dengan nada lesu
"udah deh lu nggak papa,nggak usah nggak usah lesu kayak gitu,udah gue maafin deh lu gue maafin" ucap Xavier
"berarti kita bakal bareng-bareng untuk ke depannya nih" ucap reta
"haha iya nih" jawab xavier
'jantung lu bisa diajak kompromi nggak?' batin Xavier
'kalau gua nggak bisa nahan paling gua mati dibuat sama jantung ni' batin reta
mereka pun menghabiskan seluruh acara di malam itu dengan sukses
mereka juga bertukar nomor telepon
dan secara tidak langsung xavier melakukan PDKT terhadap reta.
ganti bahasa arabnya mereka pun harus kembali ke Villa masing-masing
Habibie:"gimana caranya sukses?"
Xavier:"gue deg-degan sepanjang acara, lu tahu gue satu tim sama reta"
Habibie:"terus lu nggak pdkt-in dia?"
Xavier:"udah dia pun juga enak ngobrol sama gue Dan gue mintain nomor telepon"
Habibie:"gue doain kisah cinta lu sukses deh"
Xavier:"makasih bro lu emang temen gue paling baik"
Habibie:"aduh bisa aja anak sapi satu ini"
Xavier:"gue lihatnya lu dipuji nggak bisa ya hahaha"
Habibie:"hahahaha"
waktu tidur pun tiba dan mereka semua istirahat di villa masing-masing
keesokan hari telah tiba saatnya mereka melakukan acara pagi yaitu senam
"acara pagi ini yaitu senam dan kalian harus pakai baju olahraga bebas paket training pokoknya jangan pakai baju singlet ya kita bukan mau renang oke" ucap berita mutlak dari panitia
setelah mereka berganti pakaian mereka pun berbondong-bondong menuju lapangan dan mencari pasangan mereka masing-masing
setelah mereka berpasang-pasangan senam pun dimulai dan instruktur senam pun naik ke atas panggung
"aduh mana jarang olahraga gue"gumam xavier
"lu cowok tapi kok jarang olahraga sih hahaha" canda reta
"iya nih semenjak kuliah gue jadi jarang olahraga cuma jaga pola makan aja" Jawab Xavier
"ya udah ntar kalau nggak kuat lu duduk dulu aja nggak apa-apa" ucap reta menenangkan
"btw lu cantik banget hari ini" goda Xavier
"makasih ya atas pujiannya" jawab reta dengan gelagat yang salting
"semuanya hadap depan ya Mari kita pemanasan terlebih dahulu setelah itu kita aerobik" teriak instruktur senam
senam pun dimulai dan mereka melakukan senam dengan antusias hingga akhir.
acara demi acara dilewati dan tidak terasa waktu malam pun tiba
hari kedua diberikan jam bebas untuk para mahasiswa mahasiswi untuk melakukan aktivitasnya
jam bebas dimulai dari jam 08.00 malam sampai jam 11.00 malam
mereka pun bebas berkeliaran ke mana aja melakukan aktivitas apa aja tanpa dilarang
namun setelah jam 11.00 malam mereka akan di absen
dan jika ada yang melanggar batas jam, akan dikenakan sanksi di keesokan hari
Xavier memutuskan untuk chatting reta dan bertujuan untuk mengajak reta keluar di malam itu
*room chat*
Xavier: malam ini rencananya ke mana?
reta : belum ada rencana sih, kenapa?
Xavier: mau keluar bareng gue nggak?
reta: emangnya mau ke mana?
Xavier: gue mau kakak yang di ujung itu loh yang pemandangannya langsung mengarah ke kota
reta: ide bagus tuh
Xavier: ya udah kalau gitu nanti kita ketemuan di pintu masuk Villa ya
reta: okay see you
*room chat close*
beberapa menit kemudian mereka pun bertemu di pintu masuk Villa
"BTW kita naik apa nih?" tanya reta
"kita jalan kaki aja, nggak jauh kok tempatnya" jawab Xavier
mereka pun berjalan dan akses yang naik membuat reta cepat lelah.
"ya ampun gue capek banget" ucap reta
tanpa basa-basi xavier menggandeng tangan reta
momen yang belum pernah terjadi membuat mereka berdua terdiam beku
setelah setelah cukup lama berjalan mereka pun akhirnya sampai di Cafe
dan mereka memesan minuman yang mereka suka mereka menunggu di tempat di ujung cafe yang dekat dengan pembatas
"gua mau jujur sama lu" ucap Xavier
"mau jujur apaan?" tanya reta
"entah dari kapan tapi gue nggak bisa bohongin perasaan ini" jawab Xavier
"lu ngomong apaan sih ?ngomong yang jelas napa" ucap reta dengan nada bingung
"setiap kali deket sama lu jantung gue rasanya kayak nggak karuan, di sisi lain gue seneng banget ketika bisa ketemu sama lu, izinkan gue bersama lu ya, izinkan gue ngebahagiain lu juga, gue mau jadi bagian dari hidup lu yang terakhir maukah lu jadi pacar gue?" ucap Xavier panjang lebar.
"sejujurnya gue juga ngerasain hal yang sama, gue berusaha ngebohongin diri gue sendiri, tapi gue nggak bisa dan sekarang gue akan menuruti perasaan ini, dan sekarang gue putusin buat nerima perasaan lu" jawab reta tanpa ragu
malam itu mereka pun terbuai asmara
mereka kembali ke Villa dan memutuskan untuk tidur di villa masing-masing
"gue udah nembak reta" ucap Xavier kepada Habibie
"ternyata selama ini dia juga suka ama gue" jawab Xavier "dan ya sekarang kita jadi sepasang kekasih" lanjut Xavier
"PDKT sesingkat itu? mana bisa gitu?" tanya Habibie terheran-heran
"gue mah nekat orangnya" ucap Xavier santai
"tapi kedekatan lu membawa hasil yang lumayan baik ya" jawab Habibie
hari kedua acara
dilaksanakan mengunjungi salah satu museum ternama di daerah tersebut
seorang pemandu wisata menjelaskan semua tentang apa yang ada di dalam museum itu.
mereka dikelompokkan berdasarkan tempat duduk bus dan juga nomor bus tersebut.
xavier sangat bahagia karena dia bisa bersama dengan kekasihnya sepanjang acara.
Xavier:"kamu pernah ke sini nggak?"
Aretha:"kalau aku sih belum pernah main-main ke daerah sini sih, baru kali pertama"
Xavier:"oh gitu bagus banget ya tempatnya bersejarah juga, banyak ilmu yang bisa diambil dari sini"
Aretha:"kamu seriusan suka sejarah?"
Xavier:"lumayan suka sih, kamu suka juga nggak?"
Aretha:"bukannya nggak suka tapi lebih ke menghargai aja"
Xavier:"ya udah yuk kita lanjut jalan aja"
Aretha:"iya"
tidak terasa acara di museum selesai dan waktunya mereka untuk makan siang
lokasi makan siang yaitu ada di sebuah restoran yang terletak di atas bukit dan mengarah langsung pegunungan.
panitia:"attention please, kalian bisa ambil makanan tanpa berebut dan kalian juga harus menjaga kedisiplinan"
panitia mengarahkan semua mahasiswa-mahasiswi untuk pergi ke dalam restoran tersebut dan mengarahkan mereka ke tempat pengambilan makanan
tidak lupa sepasang kekasih ini turun dan mereka turun terakhir
ramenya orang membuat restoran tersebut langsung penuh.
xavier dan Aretha mengantri untuk mengambil jatah makanan mereka.
Xavier:"kamu di depan aja biar aku yang di belakang kamu"
Aretha:"oke makasih ya"
tidak lama setelah mereka antri tiba-tiba ada seorang pria menghampiri Aretha
Pria :"ternyata lu cantik juga ya kalau dilihat-lihat"
xavier yang melihat hal itu, merasa kesal
Aretha:"tunggu dulu!!! lu siapa?! "
Pria :"Aretha cantik masak lu lupa sama gue?"
Aretha:"harusnya lu tahu adab untuk mengajak ngobrol seseorang itu gimana"
pria:"kenalin nama gue Pras, gue adalah mantan pacar lo yang pertama, gue nggak yakin lu bakal lupa sama gue ,cuman lu lagi jaga image di depan pacar baru lo kan?"
Xavier:"tunggu bentar ini maksudnya apa ya?"
Aretha:"xav tunggu dulu dia ini ngaco"
Xavier:"kamu hutang penjelasan sama aku aretha"
Aretha:"aku akan jelasin nanti"
Aretha pun memberikan piringnya kepada savier dan memutuskan untuk pergi bersama pria tersebut untuk mengobrol.
Aretha:"pras lu ngapain ke sini sih?!!"
Pras:"jangan marah-marah gitu dong cantik, lu kan tadi wa gue kalau lu lagi ada di puncak, ya udah gue samperin aja lu"
Aretha:"gue kan udah bilang sama lu, gue punya pacar baru di sini, jadi lu jangan pernah ganggu gue di saat gue lagi ama dia"
Pras:"setelah acara ini gue bakal ngajak ke hotel dan lu nggak boleh nolak"
Aretha:"oke , tapi lu janji jangan gangguin gue ketika gue lagi sama pacar gue yang sekarang"
Pras:"oke, tapi lu juga harus janji ketika gue ngajak ketemu dan lo lagi bersama pacar lo setelah itu kita harus ke hotel"
Aretha:"oke Deal, masalah yang lain dibicarakan lewat chat aja deh ke rumah gua mau balik ke pacar gue dulu takut dia overthinking"
Pras:"bagus deh cantik, see you in hotel baby"
aretha kembali ke Xavier untuk mengambil makanannya
Xavier:"kamu tadi ngobrolin apa sama dia?"
Aretha:"cuman ngebilangin dia biar dia nggak ganggu hubungan kita, karena aku udah nggak suka sama dia"
Xavier:"baguslah, kita terhindar dari masalah, ya udah kalau gitu makanan kamu segera dimakan ya keburu nggak enak tuh soalnya ya gitu deh ikannya pada basah-basah"
Aretha:"oke terima kasih"
acara makan pun sudah selesai dan semua mahasiswa-mahasiswi akan melakukan perjalanan kembali ke daerah asalnya
beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di kampus dan semua mahasiswa-mahasiswa berhamburan untuk pulang ke rumah masing-masing.
setelah hari itu hubungan aretha dan juga xavier berjalan dengan baik, bahkan tidak ada masalah yang merundung mereka
beberapa bulan kemudian Xavier mulai merintis usahanya dibantu oleh Habibie
dia merintis usahanya tersebut secara diam-diam dan tidak mengatakan kepada Aretha
dia membangun Cv Exa, dengan segala usahanya perusahaannya itu jadi semakin berkembang.
satu tahun kemudian, Xavier dan Habibie pun wisuda dan hari kelulusan mereka sudah ditentukan
setelah kelulusan Xavier fokus mengembangkan perusahaan dan Habibie bekerja ikut orang lain namun Habibie masih sering membantu xafier diam-diam agar tidak ketahuan oleh bosnya.
dua tahun kemudian perkembangan perusahaan Xavier semakin besar.
setelah berkembang xavier memutuskan untuk mengganti perusahaannya dari CV menjadi PT
semua semakin membaik,lika-liku dari usaha xavier juga banyak namun xavier berhasil lolos dari semua lika-liku tersebut dan kini perusahaan Xavier menjadi yang terbesar di antara perusahaan lain perusahaan Xafier menjadi perusahaan sala internasional dan setelah itu dia mengaku kepada Aretha kalau dia adalah karyawan di PT EXA
setelah mengetahui hal tersebut Aretha menerima tawaran pernikahan dari Xavier.
Xavier:"kamu mau kita nikahnya kapan?"
Aretha:"aku kan masih baru kerja di sini dan belum 1 tahun, jadi kalau karyawan di sini itu boleh menikah kalau sudah 1 tahun"
Xavier:"ya udah gimana kalau kita nikahnya tahun depan?"
Aretha:"hal itu juga bagus"
hari demi hari bulan demi bulan akhirnya sampai di mana Xavier akan menikahi Aretha
acara dilaksanakan di gedung yang lumayan mewah dan acara terlihat sangat ramai
semua itu selesai, dan malam itu mereka pergi honeymoon.
Xavier:"kamu kan pingin honeymoon ke Jepang, aku udah pesen hotel di Jepang dan juga semuanya udah aku atur kita tinggal berangkat malam ini ya"
Aretha:"thank you sayang"
setelah acara pernikahan selesai malam pun tiba dan mereka langsung terbang ke Jepang untuk melakukan honeymoon
setelah landing mereka pun dijemput oleh mobil yang sudah mereka sewa dari jauh-jauh hari
mereka diantarkan menuju hotel yang mereka sewa
dan mereka pun menatap koper dan baju-bajunya di tempat yang sudah disediakan
Aretha mandi dan xavier mengikuti dari belakang
Xavier mendekap aretha dari belakang
Aretha:"ah sayang?"
Xavier:"aku tidak akan ragu lagi karena kita adalah sepasang suami istri"
jengkal demi jengkal tidak terlewatkan oleh Xavier
suara di malam itu adalah suara pertama dari pernikahan mereka.
mereka melakukannya di kamar mandi dan mereka melanjutkannya di tempat tidur sampai waktu pagi
setelah honeymoon ke Jepang mereka langsung kembali ke Indonesia untuk melakukan aktivitas masing-masing.
dan dua bulan kemudian aretha dinyatakan hamil anak pertama
Xavier merasa sangat gembira, begitupun dengan aretha
9 bulan terlewati akhirnya aretha melahirkan anak pertamanya
anak pertamanya diberi nama Revan putra Xavier
tumbuh kembang anaknya sangat baik
dan mereka berdua memilih untuk merekrut satu babysitter
babysitter tersebut bernama Mbak Siti
Mbak Siti tersebut sangat-sangat telaten terhadap bayi
tiga tahun sudah terlewati oleh mereka
tiba-tiba Xavier mendapatkan salah satu notifikasi dari orang tidak dikenal
itu adalah sebuah video
di dalam video itu ada istrinya tersebut bersama seorang pria yang ditemuinya saat acara di puncak
istrinya mengangkat kedua kakinya ke atas
dan si pria tersebut mendidihnya dari atas
suara di video tersebut penuh dengan ******* istrinya
sampai seluruh badan istrinya basah karena cairan
xavier terdiam beku karena dia tidak tahu harus berbuat apa setelah melihat video tersebut
Xavier tetap tenang dan dia diam-diam mengurus surat perceraian dan hak asuh anaknya
setelah menemukan waktu yang pas xavier langsung menceraikan istrinya dan mengambil asuh anaknya
xavier memenangkan pengadilan dan dia sudah lepas dari istrinya dan dia mendapatkan hak asasi penuh atas anaknya
-ending dari flashback xavier-
#support author dengan like,comment Dan tambahkan ke favorit agar author makin semangat buat lanjutan cerita nya
#terimakasih semuaaaaa