
lexi :"lin gue abis naruh lowongan di PT.PDN nih"
olin:"lu naruh lowongan sebagai apaan"?
Lexi:"gue naruh lowongan sebagai admin gudang"
Olin:"wah gue jadi ikutan senang, BTW kapan mulai kerja?"
Lexi:"gue mulai kerja hari Senin Lin"
Olin:"Good luck buat lu semoga lu betah"
Lexi:"oke thank you ya Lin"
Olin"doain gue juga cepat dapat kerjaan ya biar enggak hidup susah terus"
Lexi:"doa yang terbaik selalu buat lu"
Olin:"thank you ya Lexi"
Lexi sudah mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan yang cukup besar di daerah situ. Olin menaruh lamaran di mana-mana namun belum juga dipanggil untuk bekerja.
ketika Lexi bekerja Olin ditinggal sendiri di rumah. dan di saat itulah kesempatan Olin untuk mencari pekerjaan yang cocok untuk dirinya.
Olin berjalan menyusuri jalan demi jalan di kota besar untuk mencari lowongan lain. nasib tidak berpihak pada Olin. mungkin itu bukan rezeki Olin dan Olin pun tidak putus asa.
setelah capek menyusuri jalan Olin pun memutuskan untuk berhenti sejarah di warung depan PT besar.
"Bu pesan es tehnya satu ya bu" ucap Olin. "iya nak tunggu sebentar ya ibu buatkan dulu" ucap ibu pemilik warung. "loh neng emang dari mana kok sendirian aja?" ucap ibu itu sambil membuatkan es teh milik Olin. "iya Bu ini tadi saya keliling-keliling untuk mencari pekerjaan namun saya masih belum mendapatkan pekerjaan satupun" jawab point dengan muka yang sangat lesu. "nengnya ini merantau ya atau gimana?" tanya ibu pemilik warung. "iya bu saya anak perantauan dan saya di sini bersama 1 teman saya, teman saya juga baru mendapat pekerjaan dua hari yang lalu" jawab Olin."ini tehnya neng semoga bisa membuat nengnya makin semangat ya, semoga juga bisa mendapatkan pekerjaan segera" ucap ibu pemilik warung menyemangati dan mendoakan olin. "hehe iya Bu terima kasih atas doanya" jawab Olin.
"Bu Bu Bu saya mau air panas" ucap seorang pria dengan ada yang sangat panik. "loh pak tunggu sebentar ya biar saya rebus kan dulu" jawab pemilik warung dengan heran. "ayo bu cepet Bu anak saya minta susu tadi di kantor pemanasnya mati" ucap pria tersebut."loh ibunya ke mana kok bapaknya yang bingung?"tanya pemilik warung dengan teheran-heran. "saya sudah bercerai dengan istri saya bu maka dari itu anak saya saya sendiri" jawab pria itu. "Oalah bapaknya ini duda to?" tanya ibu warung dengan ada menggoda."hehehe iya begitulah" jawab pria tersebut dengan nada bercanda.
Olin yang duduk sambil menikmati es tehnya pun terheran-heran dengan pria tersebut bagaimana bisa pria berpenampilan rapi memakai jas tersebut bingung mencari air panas untuk anaknya.
"pak pak Evan nangis pak nyari bapak" ucap Mbak Siti panik dan menggendong Evan keluar kantor.
"Papa Papa Papa ke mana aja yang penting nyariin papa" Evan dengan polos. Evan yang polos pun melihat sekitarnya dan menemukan Olin di situ. "Tante kenapa bisa tante ada disini? "tanya Evan." kamu yang waktu kemarin itu hilang ya? "tanya Olin ."iya tante tante tante namanya siapa? "tanya Evan. "Tante namanya Olin kalau kamu siapa namanya? " tanya Olin. "aku namanya Evan" jawab Evan.
Xavier pun bingung dengan anaknya, kenapa anaknya bisa bicara sangat akrab dengan orang yang baru ia temui.
Xavier:"Evan kamu kenal sama Tante ini?"
Evan:"iya pah ini Tante yang nyelamatin Evan itu waktu hilang dari Mbak Siti"
Evan:"iya pah ini tantenya"
Xavier:"Mbak saya berterima kasih sama Mbak yaudah nyelamatin anak saya karena kalau nggak ada Mbak saya nggak tahu anak saya ada ditangan siapa anak saya bakal selamat atau enggak"
Olin:"oh iya sama-sama saya juga senang bisa menolong bapak dan anaknya"
mbak siti:"saya terima kasih juga ya Mbak saya janji nggak bakal teledor lagi jaga Evan"
Olin:"iya Mbak pak semoga hal yang sama tidak terulang kembali"
Xavier:"oh iya mau ngomong mbaknya kok bisa ada di sini?"
Olin:"hehe iya pak saya lagi cari kerjaan"
Xavier:"memangnya banyak ingin bekerja di bagian apa?"
Olin:"apa aja deh pak yang penting bisa merubah nasib saya"
Xavier:"sudah masukin lowongan di mana aja kamu?"
Olin:"banyak Sih pak tapi juga tidak ada yang terpanggil sama sekali"
Xavier:"ya udah gini aja kamu besok datang di PT EXA nanti kamu bilang aja mau ketemu bapak Xavier"
Olin:"apakah di PT Exa itu ada lowongan pak?"
Xavier:"kamu bilang aja udah ada janji sama pak Xavier"
Olin:"iya pak terima kasih ya pak"
Evan:"tante-tante nanti kita bisa ketemu lagi kan aku pengen main-main sama tante"
Olin:"boleh kok kamu boleh main kapan aja sama tante Evan"
Evan:"yey makasih Tante, tante baik banget deh"
Xavier:"Evan ayo kita balik kamu belum minum susu sehabis minum susu kamu nanti pulang ya sama Mbak Siti"
Evan:"oke deh pah"
Olin pun merasa usahanya menemukan titik terang. Olin memutuskan untuk pulang dan beristirahat.