MY HOT HUSBAND

MY HOT HUSBAND
SIAPA SIH OLIN?



Carolina sherlin adalah nama seorang wanita yang hidup sendiri di tengah kerasnya dunia.Nama panggilannya olin. Olin hidup sebatang kara karena masalalunya sangat kelam. Banyak traume tertutup komedi yang sudah Olin lalui selama ini


Olin hidup dengan segala kesengsaraan,namun olin tetap berusaha untuk bangkit,dia menyimpan selama ini sendiri


Olin adalah wanita yang ceria,kocak,baik,dan manis


keceriaan yang dibawa Olin membuat orang di sekitarnya merasa senang


Bukan hanya senang,terkadang ada juga yang tidak suka dengan sikap Olin yang terlalu ceria


Olin memiliki banyak teman namun sayangnya dia jomblo seperti kalian hehehe


Olin juga memiliki sahabat yang namanya Lexi Samantha yang biasa dipanggil Lexi


Lexi sendiri adalah sahabat Olin dari kecil yang sampe sekarang masih bersama


suka duka dilewati mereka berdua


dan kini mereka berdua sudah lulus sekolah dan mulai mencari pekerjaan


mereka menaruh lamaran dimana mana tapi belum kepanggil juga.


padahal biaya kos,biaya makan,biasa transportasi itu nyata


akhirnya mereka memilih untuk kerja sampingan menjadi buruh cuci dan buruh bersih bersih


sehari Mereka bisa mandapatkan uang 50.000


alih alih mengeluh,mereka sangat bersyukur karena rejeki yang telah mereka terima


"mbak Olin,bisa bantu saya rewang ndak ya ? saya mau ada hajatan,temannya boleh diajak sekalian kalo mau" ucap seorang yang menawarkan mereka pekerjaan


"wah boleh tuh buk,saya mau deh" ucap Olin


"saya juga mau buk" ucap Lexi


"yaudah besok ya kalian datang ke jl.embong wungu no 3 jam 8 pagi,rewangnya ndak lama kok cuman sampe jam 1 siang selama 3 hari,nanti uang lelahnya 100 ribu perharinya" ucap ibu itu


"iya bu siap" ucap Olin


"iya bu terimakasih" jawab Lexi


merekapun senang dengan tawaran tersebut karena menurut mereka nominal gaji yang cukup besar untuk mereka


Lexi :"gajinya lumayan gede tuh"


Olin :"iya lumayan buat kebutuhan kita"


Lexi :"nasib gini amat ya,gaada yang berubah"


Olin :"masih belum,usaha kita kurang,yok usaha lagi"


Lexi :"pingin cari sugar daddy aja deh biar cepet kaya"


Olin :"gila lu yak? nanti nangesss"


Lexi :"bacot solikin"


Olin. :"nama gua Olin bego,solikin solikin,siape solikin"


Lexi :"taude cape ngomong ame lu"


Olin :"bodo amat"


berhubung pekerjaan mereka dimulai besok,maka hari ini mereka memutuskan untuk jalan jalan di sekitar untuk mencari lowongan.


Lexi:"pasti nyari loker kan lu?"


Olin:"ya iyalah daripada diem bae"


Lexi:"ogah ah cape gue"


Olin:"katanya mau kaya"


Lexi:"besok kerja bego,ntar cape lu"


Olin:"yauda gue sendiri aja"


Lexi:"yaudah,gue mau rebahan santuy"


Olin:"serahlu deh"


Olin memutuskan untuk berjalan sendiri menyusuri jalan untuk mencari pekerjaan.


di tengah kermaian dia melihat anak kecil menangis sendiri dan tidak ada yang mau menolong.


Olin menghampiri anak tersebut dan bertanya "kamu kenapa? orang tua kamu mana ?". Anak itupun menjawab "hiks hiks aku ditinggal mbak disini"


Olin pun bingung "mbak itu siapa?",anak itu menjawab "mbak itu yang biasanya disuruh papa buat rawat aku"


dalam hati Olin 'oalah pembantunya'


Olin menjawab anak tersebut "yaudah kita tunggu mbak,sambil duduk disitu ya,gimana kamu mau?"


anak tersebut mengangguk, Olin menggandeng tangan anak tersebut dan mengajaknya menunggu di depan alfamei.


"kamu mau apa? biar nanti aku belikan" tanya Olin


"mau susu,sama permen aunty" ucap anak tersebut


"iya ayo kita masuk dulu sembari menunggu mbak kamu"jawab olin


anak tersebut mengangguk lalu masuk kedalam alfamei dan mengambil 1 kotak susu dan 1 bungkus permen


"udah ini aja ?" tanya olin


"iya aunty" jawab si anak


dalam hati olin 'lah dipanggil Aunty,tapi lucu juga sih'


"iya iya ayo kita tunggu di depan ya" ucap Olin


"iya aunty" jawab anak tersebut


setelah kurang lebih 1 jam mereka menunggu akhirnya si pembantu di anak ini datang dengan muka yang panik


mbak:"kamu kemana aja,mbak bingunf nyari kamu"


Olin:"gini mbak,tadi anak ini nangi sendiri,jadi saya bawa dia kesini agar dia merasa aman"


mbak:"terimakasih ya mbak,maaf merepotkan,dia tadi lepas dari pengawasan saya mbak"


Olin:"lain kali jangan ya mbak,kasian takutnya diculik"


mbak:"iya makasih ya mbak,saya bawa dia pulang dulu"


Olin:"iya hati hati"


mereka berdua pergi dan Olin memutuskan untuk pulang,karena uangnya semakin menipis untuk dilanjutkan