
di pagi hari yang sangat cerah Xavier ingin pergi dinas luar namun ia membutuhkan parter perempuan untuk menemaninya.
"Olinnnnn...." teriak Xavier mencari Olin
"iya pakkkk?" sahut olin
"kamu mau temenin saya untuk dinas luar?" tanya xavier
"bukannya saya menolak pak,namun bagaimana dengan revan?" tanya olin yang menghawatirkan keadaan revan
"untuk revan kan ada mbak siti,saya kasih tambahan fee untuk kamu nanti" jawab Xavier
"baiklah kalau begitu pak" ucap Olin menyetujui permintaan bosnya itu
"persiapkan barang kamu,kita akan terbang ke Jerman jam 2 siang nanti" ucap Xavier
"baik pak" jawab Olin
Olin bergegas menuju kamarnya dan menyiapkan segala kebutuhan yang akan dia gunakan di Jerman nanti
'jerman? first time luar negri aaaaaaaa' teriak olin dalam hati.
"pak saya sudah menyiapkan semua baju-baju saya" ucap olin sembari menyeret kopernya.
"ya sudah kamu tunggu saja di situ ya sebentar lagi kita berangkat" ucap Xavier.
Xavier berjalan menghampiri Revan untuk berpamitan kepada Revan
"anak pintar kakak Olin mau apa aja ke Jerman dulu untuk beberapa saat kamu di sini jangan nakal ya" ucap Xavier yang sedang menenangkan Revan.
"iya papa" jawab Xavier dengan raut muka yang sedih.
mereka berdua pun bergegas untuk berangkat ke bandara.
di perjalanan mereka pun tidak ada obrolan sama sekali dan fokus terhadap HP masing-masing.
suasana jalanan kota yang sangat ramai membuat Olin agak sedikit ogah melihat keluar
"maaf ya saya jadi sering ngerepotin kamu" ucap xavier dengan nada yang sedikit pelan.
sejenak Olin menoleh kepada Xavier "tidak apa-apa pak saya juga ingin punya pengalaman kerja yang baru" jawab Olin dengan senyum
"ah bapak bisa aja,saya itu nggak merasa direpotkan sama sekali pak" jawab olin dengan sedikit tertawa
xavier menatap Olin dengan senyuman yang sangat manis hal itu membuat jantung Xavier berdebar-debar
"bapak kenapa ngeliatin saya gitu?" tanya Olin yang tidak sengaja memergoki Xavier melirik dia.
"eh eummm, tidak apa-apa" ucap Xavier yang agak sedikit gagap.
"bapak jangan lirik-lirik gitu ntar suka loh hahaha" goda Olin
"kalau udah suka gimana ?" jawab Xavier
"lah bapak bener suka sama saya?" tanya Olin dengan nada bercanda.
"masih belum sih" jawab Xavier
"bapak bisa aja deh" ucap Olin
sesampainya di bandara mereka pun bersiap-siap dan lalu memasuki pesawat.
di dalam perjalanan mereka pun hanya fokus diam dan tidur.
di dalam pesawat pun Olin dan pak Xavier duduk di bangku yang lumayan bagus.
Olin mulai berpikir tentang mantan istri xavier, setelah banyak gejolak yang Olin pikirkan, Olin pun memutuskan untuk bertanya kepada Xavier.
"pak saya mau tanya, tapi saya takut bapak agak tersinggung" tanya olin dengan nada pelan
Xavier yang sedang membaca buku pun langsung menoleh kepada Olin
"iya iya olin silakan bertanya mau bertanya apa?" jawab xavier
"saya ingin tanya perihal istri bapak maksudnya mantan istri pak" ucap Olin
"apa yang mau kamu tanyakan olin nggak apa-apa bilang aja" ucap Xavier
"apakah istri bapak masih mengganggu bapak selama sudah bercerai?" tanya Olin
"untuk hal itu, ya memang benar istri saya suka mengganggu saya setelah bercerai,tapi di sisi lain saya sangat memperjuangkan kehidupan Revan dan saya juga memikirkan untuk tidak peduli lagi terhadap mantan istri saya, namun saya ingin mencari pengganti untuk ibunya Revan namun belum ketemu sampai sekarang, mungkin jalan terbaik memang seperti ini dan dulu juga mantan istri saya terlalu meremehkan saya karena saya kerjanya susah tidak punya uang dan hampir dibilang pengangguran, sekarang saya membuktikan bahwa saya bisa sukses dan saya bisa mempunyai perusahaan yang cukup banyak di seluruh belahan dunia jadi dia mengganggu saya untuk memikat saya kembali namun saya tidak mau ya mungkin ini jalan yang terbaik" Xavier menjelaskan dengan panjang lebar dan Olin pun hanya diam dan mendengarkan.