
'tok tok'
terdengar suara pintu ruangan Olin yang diketuk oleh seseorang.
"iya silakan masuk"
Olin mempersilahkan orang tersebut untuk masuk
"permisi itu Mbak Olin dipanggil sama bos di ruangannya" Sari memberikan informasi kepada Olin karena Olin dipanggil oleh bosnya
"Ada apa ya mbak? kok tiba-tiba saya dipanggil di ruangan bos?" Olin yang terheran-heran hanya bisa bertanya kepada Sari
"saya kurang tahu juga sih, tadi bos telepon saya katanya disuruh manggilin Mbak Olin ke ruangan bos gitu aja" Mbak Sari menjelaskan alasan kenapa dia bisa tidak tahu alasan bos memanggil Olin.
"baiklah kalau gitu , makasih ya Mbak atas informasinya" Olin berterima kasih atas informasi yang telah didapatkan dari Sari
"iya Mbak Olin sama-sama" tidak berselang lama setelah mengucapkan hal tersebut,Sari langsung pergi meninggalkan ruangan Olin
Olin berberes dan bersiap menuju ruangan Xavier.
Olin berjalan dan dipikirannya masih terbesit kenapa Xavier tiba-tiba memanggilnya.
setelah berjalan dia pun sampai di ruangan Xavier
'tok tok tok'
"siapa itu?" saut xavier sambil sibuk membolak-balik dokumennya
"maaf pak ini saya Olin" dengan nada sedikit agak keras Olin menjawab pertanyaan dari Xavier yang ada di dalam ruangannya
"iya masuk aja Olin" Xavier mempersilahkan olin masuk ke dalam ruangannya.
"maaf pak sebelumnya ada apa ya bapak kok tiba-tiba manggil saya ke sini?" dengan ada yang sopan Olin bertanya kepada Xavier tentang perihal kenapa dia dipanggil ke ruangannya.
dengan membenarkan posisi duduknya Xavier menatap ke arah Olin dan mengatakan "kamu duduk dulu aja biar saya jelaskan kenapa saya bisa panggil kamu ke sini secara mendadak"
alinea kebingungan akhirnya memilih untuk menurut kepada atasannya itu, dia duduk di sofa yang telah disediakan.
setelah itu Xavier berdiri dan duduk di depan Olin dan mengatakan "sebenarnya saya ke sini mau memberi tawaran sama kamu"
Olin menjawab "ada tawaran apa ya pak kalau boleh tahu?"
Xavier menghela nafas panjang dan membuangnya lalu dia berkata "? anak saya selalu mencari kamu, terkadang dia tidak bisa tidur dan teriak-teriak memanggil namamu, dia selalu mencari kamu dan dia menangis meminta kamu yang bersama dia. saya nggak tahu kenapa dia bisa seperti itu,namun jujur saya bingung harus berlaku seperti apa,aMbak Siti tidak bisa mengatasi tingkah laku Revan yang sangat membuat saya bingung ,jika kamu mau,apakah kamu bersedia untuk menjadi menjaga Revan?saya akan gaji kamu sama seperti gaji kamu di sini dan bahkan saya akan menambahkan gaji kamu lebih besar dari ini jika kamu mau, karena saya sangat menyayangi anak saya dan saya tidak tega melihat dia berlaku menangis moronta-ronta menjerit karena mencari kamu"
setelah itu Olin mengambil nafas dan bersiap untuk menjelaskan semuanya kepada bosnya
"baik pak, saya bersedia untuk menjaga anak bapak, yang mau saya tanyakan sekarang adalah siapa yang akan mengganti posisi saya menjadi manajer ini pak? dan siapa juga yang akan mengurus dokumen-dokumen yang belum selesai ini?"
setelah Olin menjawab pertanyaan dari bosnya
Xavier menjawab "saya akan suruh Habibie buat urus semua ini, jadi kamu tenang saja dan nanti kamu akan saya ajak ke rumah saya dan kamu bisa tempati satu kamar kosong yang akan menjadi tempat kamu, dan mulai besok kamu tidak boleh tinggal di kos-kosan kamu lagi"
Olin yang terkejut pun langsung menjawab "maaf pak, tapi saya ada temen pak, teman saya ini sebatang Kara juga sama kayak saya jadi saya nggak bisa kalau ninggalin temen saya pak"
Xavier menjawab itu dengan ada yang tenang Xavier pun menjawab "ajak sekalian teman kamu tinggal di rumah saya, jadi kamu tidak perlu repot membayar kontrakan, masalah makan dan mencuci baju sudah ada art yang lain jadi tugas kamu hanya menjaga Revan, itu juga berlaku untuk teman kamu dan jika kamu mau teman kamu bisa kamu promosikan menjadi manajer di sini untuk menggantikan kamu"
Olin dibikin terkejut dengan pernyataan bosnya itu
"baik pak baik pak siap besok saya bakal rekomendasiin teman saya untuk masuk ke sini" Olin sangat antusias terhadap tawaran bosnya
setelah semua percakapan itu selesai Olin kembali ke ruangannya ada membereskan semua barang-barangnya dan langsung bergegas menuju parkiran mobil
di situ dia langsung diantarkan Xavier menuju rumahnya
sesampainya di sana Olin menunjukkan ruangan yang akan menjadi kamar Olin dan Lexi
kamar yang cukup luas dengan kasur berukuran sangat besar,lemari yang sangat besar dan full kaca, tempat tidur dan kamar mandi dalam terlihat sangat mewah
Olin tidak berekspektasi bahwa itu adalah kamarnya, karena dia di situ hanyalah penjaga dari anak Xavier
setelah oleh melihat kamar itu Olin pun bertanya "ini kamarnya bapak?"
Xavier terheran-heran dan menjawab "emang kamar sejelek ini terlihat seperti kamar saya ya?"
Olin bertanya lagi "ini mewah banget loh pak, kok bisa bapak ngomong jelek sih?"
Xavier menghela nafas dan memberitahu suatu informasi "jadi ini adalah kamar kamu sama temen kamu memang nggak seberapa besar cuman ini cukup kalau untuk berdua aja semua fasilitas di sini saya yang mau fasilitasi kamu dan gaji kamu itu bersih jadi tidak terpotong apapun, kamu makan di sini dan jika kamu disuruh melakukan pekerjaan oleh siapapun di sini dan itu selain job desk kamu kamu jangan mau, karena saya di sini udah memberi mereka semua sesuai dengan tugas mereka masing-masing, kalau ada kejadian seperti itu kamu lapor ke saya biar saya tindaklanjuti"
"baik pak" paling tidak bisa berkata-kata lagi selain itu
#terima kasih kalian udah mau ngebaca cerita author
#maafkan jika masih ada kata-kata yang salah ketik
#jangan lupa like comment Dan tambahkan ke favorit biar author semakin semangat untuk ngelanjutin cerita ini