
Selamat pagi saut Pak Radit yang akan memulai kelas paginya."
Pagi Pak saut semua mahasiswa yang hadir."
Lo ko tumben ada kursi yang kosong ya,kalau tidak salah itu kursi Aileena kan.kemana dia?"tumben tidak masuk kelas saut pak Radit."
Katanya sih sakit pak.!tadi menitipkan pesan kalau Aleena sakit dan tidak bisa mengikuti kelas."saut Rania."
"Oo gitu ya.!!"Ya sudah kita mulai kelasnya.saut pak Radit yang mulai menerangkan mata pelajaran nya di depan kelas."
Aliieennn sakit gumam seseorang yang tak lain itu Randy."Ko dia bisa sakit,setahu gw kemarin dia baik-baik aja."matanya Randy terus tertuju pada bangku dan meja yang kosong,bahkan Randy tidak mendengarkan mata kuliah yang di sampaikan."
Setelah kelas selesai Randy belum beranjak dari tempat duduknya."dia masih memandangi bangku dan meja yang kosong."ya itu tempat biasanya Aleena duduk."
"Bro lo kenapa saut Rai dan Dhika."
Gw kepikiran Aliieenn saut Randy tanpa sadar."
Hah lo kepikiran Aleena saut Rai yang terkejut begitu juga Dhika mendengar pengakuan Randy."
Mak.. maksud gw..gw lapar ahhahaha bohong Randy."
Gw enggak percaya Randy saut."Rai."
Kenapa lo enggak jujur aja."lo kangen kan ma Aleena saut Dhika."sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya."
Apaan sih lo Dhika."saut Randy yang menyangkal perasaannya."Siapa juga yang kangen ma tuh cwe kampung."saut Randy."
Tanpa sengaja Rania melewati mereka bertiga yang sedang mengobrol."Rania saut Randy...!"
Kenapa Randy,tumben lo manggil gw."saut Rania."
Gw cuma mau tanya aja."tuh si Aliieennn sakit apa sampai enggak masuk kelas." saut Randy."
Tumben lo nanyain Aleena,biasanya juga dia lo jahilin mulu." saut Rania."
"Lo di tanya tinggal jawab aja apa susahnya sih!"saut Randy kesal."
"Lo nanya malah nyolot..ogah gw jawabnya"saut Rania sambil melangkah pergi meninggalkan Randy."
"Woiii tunggu saut Randy yang melangkah menghampiri Rania."
"Lo mau apa lagi sih Randy jutek Rania."
"Gw mau minta no hp si Aliienn cepat lo kasih gw no hp nya." saut Randy dengan memaksa."
"Dihhh buat apa juga gw kasih no hp Aleena ke lo." yang ada lo gangguin dia terus."Saut Rania yang membereskan barang-barangnya tanpa mempedulikan Randy yang sudah sangat kesal."
"Lo jadi cewek ko rese banget ya.!apa susahnya lo tinggal kasih gw aja tanpa banyak omong." saut Randy."
"Kalau gw enggak mau kasih kenapa huhhh." saut Rania yang juga kesal."
"Gw kan minta baik-baik kenapa lo nyolot." gw cuma minta no hp tuh si Aliien."saut Randi."
"Ehhh lo berdua kenapa malah jadi ribut " saut Rai dan Dhika melerai Randy dan Rania."
"Rania cantik tolong ya...boleh kan gw minta no Hp nya Aleena." saut Rai dengan lembut dan tersenyum manis ke arah Rania."
Randy mungkin mau baikan ma Aleena saut Rai kembali."
"Gw kan tanya ngapain lo nanyain no hp nya Aleena,kalau lo jawab gw kasih no nya ke lo kok." saut Rania."
"Gw cuma mau punya no hp nya aja,masa iya gw harus bilang masalah pribadi gw ke lo sih Rania." saut Randy."
Cukupkan jawaban gw."saut Randy kembali."
"Ok ok gw kasih no Aleena.awas aja Kalau lo sampai berani macam-macam ma dia atau lo berani nyakitin Aleena gw matiin lo,jangan kira gw takut ma lo semua." saut Rania sambil berkacak pinggang"
"Emang siapa juga yang mau ngajak ribut tuh si Cewek kampung."Lagian mana takut gw ma lo." ucap Randy."
"Ni no hp nya Aleena 0821xxxx xxxx ucap Rania."
"Udah puas kan lo Randy" saut Rania sambil memelototkan kedua matanya."
"Makasih Rania cantik saut Rai sambil tersenyum manis."
"Lo sama tuh cewek Aliieenn sama-sama nyebelin tau enggak.saut Randy."
"By the way thanks no nya."saut Randy yang melangkah pergi mengambil barang-barangnya dan melangkah meninggalkan kelas di susul oleh Rai dan Dhika."
Rumah Aileena.....
" Sayang ko badan kamu bisa panas gini sih."kenapa kamu enggak bilang ma mama kalau kamu sakit."saut mama Nara."
"Iya sayang kamu kalau sakit harusnya bilang sama Papa dan Mama.Ayo kita ke Dokter saja sayang." Supaya panasnya lekas turun."saut papa Daniel."
"Aleena enggak apa-apa ko ma pa..enggak usah ke Dokter." Aleena baik-baik aja ko."saut Aleena lemas."
"Oo ya sayang mama mau tanya boleh kan?." saut mama Nara sambil mengusap usap kening Aleena."
"Emang nya mama mau tanya apa ma Aleena?." saut Aleena."
"Mama mau tanya kenapa kemarin kamu nangis sampai sakit kaya gini sampai enggak mau makan juga."Ada masalah apa? cerita dong ma mama dan papa." saut mama Nara."
"Hemmm Aleena enggak apa-apa ko ma,pa saut Aleena bungkam."
"Udah lah ma jangan tanya dulu Aleena." biarkan dia istirahat dulu."saut Papa Daniel."
"Ya udah kamu istirahat aja dulu ya sayang,atau mau makan dulu mama sudah buatkan bubur buat kamu loh sayang tuh liat aja di mangkuk,mama juga sudah kupas kan buah buat kamu sayang." makan dulu yuk?saut mama Nara membujuk Aleena."
"Maaf ma tapi Aleena lagi enggak kepingin makan dulu." nanti aja Aleena makannya ya ma,pa.Aleena mau tidur saja dulu."boleh kan ma,pa."saut Aleena memelas."
"Udah ma jangan paksa Aleena.mungkin dia belum nafsu makan." biarkan saja dia istirahat dulu,nanti kalau Aleena lapar pasti makan percaya deh sama papa."saut Papa Daniel."
"Maaf ya ma,pa." saut Aleena."
"it's ok sayang." saut papa Daniel."
"Ayo ma kita keluar dari kamar,biarkan Aleena istirahat." saut papa Daniel sambil menggandeng tangan mama Nara supaya mengikutinya."
"Maaf mama,papa Aleena enggak bisa cerita masalah Aleena."bukan maksud Aleena bohong dan enggak mau cerita,tapi Aleena malu ma mama dan papa kalau mama dan papa tahu apa yang sudah terjadi pada Aleena kemarin." gumam Aleena sambil memejamkan matanya yang sudah di aliri oleh cairan bening di kedua sudut matanya yang mengalir membasahi pipinya."
"Tanpa sadar Aleena pun terlelap tidur."
Di kediaman Pratama...
Gw ko kepikiran si cewek kampung itu ya."gumam Randy yang baru memasuki kamarnya dan merebahkan diri di atas karus king size kesayangannya."
Ko gw kangen ya ma tuh Aliieeennn..baru satu hari enggak ketemu gw udah uring-uringan aja kaya gini."gumam Randy sambil menatap langit langit kamarnya."
Apa gw telepon aja tuh si Aliienn Randy mengeluarkan hp miliknya sambil mencari kontak telepon Aleena bermaksud untuk meneleponnya! tapi bukannya Randy Menelpon yang di lakukan Randy hanya melihat saja Hp di hadapannya tanpa menekan icon hijau di hadapannya ."
"Aaahhh ngapain juga gw repot-repot telepon dia,bukan salah gw juga kalau dia sakit"gumam Randy." Tapi jangan-jangan dia sakit juga gara-gara gw kemarin."Tapi masa iya gara-gara gw cium doang dia langsung sakit kaya gitu."batin Randy."
Ahhhh gw harus ngapain coba."teriak Randy kesal."Ko bisa-bisa nya gw kangen gini ma tuh cewek Aliieenn."
Kenapa muka tuh Alieennn terbayang terus ya di otak gw,apalagi waktu dia nangis kemarin"rasanya gw pingin meluk dia erat-erat."gumam Randy yang kesal akan perasaannya."
Gw coba aja telpon dulu."Belum tentu dia mau jawab telepon gw juga."
"Tapi dari pada gw penasaran mendingan gw coba saja dulu."mungkin bisa ngobatin kangen gw ma tuh cewek Aliiennn."gumam Randy tanpa sadar." Yang kemudian mencari kontak no Aleena dan menekan icon hijau di sana"
tuuttt...tuuuttt...
Hallo...hallo..ucap lemah seseorang di seberang sana...
to be continue...