MY GRIZELLE

MY GRIZELLE
Tertangkap



Kepung Rumah kediaman Arya Wiratama jangan biarkan penjahat itu lolos saut polisi yang menangani kasus kecelakaan Aleena.


Terlihat banyak mobil polisi yang memenuhi halaman rumah keluarga Arya untuk berjaga,sementara beberapa anggota polisi lainnya memasuki kediaman keluarga Arya.


#flashback on#


Rio Pratama memasuki kantor polisi sambil membawa map yang terdapat banyak bukti kejahatan.


Hanya papa Rio yang tau,dia tidak memberi tahu keluarga Aleena karena takut menambah beban pikiran mereka,apalagi anak mereka belum ada tanda-tanda sadar dari koma nya.


Rio selamat datang sambut seorang atasan polisi yang di ketahui bernama Bisma.


Dan yang terpenting Bisma adalah sahabat dari papa Rio.Bisma ayah dari Rai sahabat Randy.


Dan ada salah satu sahabatnya lagi yaitu Wisnu ayah dari Radit.


"Ni bukti yang udah gue dapat dari orang kepercayaan gue saut papa Rio tanpa basa-basi dan mendaratkan tubuhnya di atas kursi yang sudah tersedia di sana."


Pak Bisma mengambil map yang di berikan kepadanya oleh papa Rio.Sejenak memperhatikan isi yang terdapat di dalam map nya.


"Enggak nyangka gue anak gadis secantik ini bisa melalukan kejahatan seperti itu saut Pak Bisma."


Mereka biasa berbicara non formal.Mereka bersahabat dari kecil seperti anak-anak mereka sekarang.


"Gue juga enggak nyangka anak gadis cantik sepantaran anak kita tega berbuat seperti itu,yang gue tau dia suka sama anak gue Randy,cuma Randy tidak tertarik pada gadis ini.Cinta benar-benar bisa membutakan segalanya ucap papa Rio."Dia bahkan sekelas dengan Aleena dan Randy."


"Ya orang yang di buta kan oleh cinta bisa melakukan hal-hal yang di luar batas contoh nya ini saut Pak Bisma."


"Lo pasti udah bikin perusahaan nya gulung tikar saut Pak Bisma sambil melihat ke arah sahabatnya itu."


"Gue enggak akan biarin orang yang menyakiti keluarga gue bisa duduk dengan tenang,gue tau Aleena baru tahap pacaran ma Randy,tapi waktu gue liat Randy terpukul seperti itu hati gue sakit."


"Lagian gue udah anggap Aleena anak gue sendiri,gue tau kelakuan nya Aleena baik dan dia anak yang pintar selalu dapat beasiswa di kampus.Gue enggak akan biarkan siapa pun ganggu ketenangan keluarga gue saut papa Rio."


"Terus lo udah kasih tau belum keluarga Aleena tentang ini.saut Pak Bisma."


"Gelengan kepala menjadi jawaban papa Rio,Gue engga mau membebani keluarga Aleena,Gue udah kasihan liat mereka yang bersedih karena anaknya koma,biar gue aja yang urus masalah ini saut papa Rio."


"Ok gue ngerti maksud lo saut Pak Bisma."


Sebentar gue masukin laporannya dulu agar bisa cepat di proses ucap pak Bisma sambil meninggalkan Papa Rio.


"Ok thanks ya bro saut Papa Rio,gue enggak bisa lama gue ada meeting penting.masalah ini biar gue serahkan sama lo aja,lagian ini sudah bagian dari kerjaan lo gue percaya lo bisa selesaikan dengan baik saut papa Rio sambil menepuk pundak Pak Bisma dan melangkah meninggalkan kantor polisi menuju ke mobilnya yang segera melaju ke arah perusahaannya."


#flashback off#


Apa-apaan ini teriak seseorang yang tak lain Tuan Arya wiratama yang mendapati rumahnya di kepung oleh anggota polisi.


"Maaf pak kami hanya melaksanakan tugas,kami harus membawa saudara Rachel ke kantor polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan yang direncanakan saut polisi yang di tugaskan untuk mem bawa Rachel ke kantor polisi.


Ini surat perintah penangkapan nya saut salah satu anggota polisi yang memberikan kertas bukti penangkapan kepada Tuan Arya.


Tuan Arya dengan gemetar menerima surat perintah yang akan membawa putri kesayangan nya kepenjara.Saat melihat bukti penangkapan tiba-tiba Tuan Arya terduduk lemas.


Belum beres masalah perusahaan nya yang terancam bangkrut karena banyak investor yang tiba-tiba menarik semua sahamnya,hingga perusahaan nya mendapatkan banyak kerugian dan sekarang putri kesayangan nya di tangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan pandangan mata Tuan Arya menjadi gelap dan BRUKKKK tuan Arya pingsan.


"Papi..papi kenapa teriak seseorang sambil berlari ke arah Pak Arya pingsan, yang tak lain Ibu Shintami yaitu istri dari Tuan Arya."


"Suami saya kenapa pak saut Ibu Shintami panik sambil memandang kepada semua polisi."


"Suami ibu pingsan setelah mengetahui putri nya terlibat kasus percobaan pembunuhan yang di rencanakan saut polisi kepada Ibu Shintami sambil menyerahkan bukti kejahatannya."


"Apa anak saya mencoba membunuh,itu tidak mungkin,anak saya anak yang baik dan patuh kepada kedua orang tuanya saut Ibu Shintami tidak percaya."


"Ibu bisa bicarakan ini semua di kantor polisi nanti.sekarang tugas kami membawa Nona Rachelia Arya ke kantor polisi untuk di tahan dan di proses sesuai kejahatannya."


"Dimana sekarang nona Rachelia berada saut kepala polisi yang menangani kasus kecelakaan Aleena."Geledah semua ruangan teriaknya lagi."


Tidak lama munculah Rachelia yang masih menggunakan piyama tidurnya dengan borgol di kedua tangannya karena mencoba kabur.


"Papi..Mami tolong Rachel,Rachel enggak salah apa-apa saut Rachel sambil menangis."


"Mami itu papi kenapa pingsan teriak Rachel sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman para polisi."


"Diam teriak kepala polisi."


" Bawa dia ke kantor polisi dan masukan ke dalam penjara."


"Proses kasusnya segera perintahnya lagi."


Siap Pak teriak para anggota polisi yang menggiring Rachel ke dalam mobil polisi.


Papi..Mami tolong Rachel teriak Rachel meronta-Ronta.membuat mami Shintami tidak tega,tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah waktu melihat putri kesayangan nya di bawa oleh mobil polisi.


"Kami pamit dulu,terima kasih atas kerja sama nya saut kepala polisi sambil meninggalkan kediaman Arya."


"Papi bangun mami Shintami menggoyang-goyangkan tubuh suaminya yang pingsan sambil memberikan minyak angin untuk membantu menyadarkan nya."


"Bibi teriak Nyonya Shintami pada pembantunya."


"Ya nyonya ucap pembantunya yang tergesa-gesa menghampiri majikan nya."


"Tolong telepon kan Dokter,tuan pingsan ucapnya pada pembantunya."


"Baik nyonya saut art sambil menuju ke arah telpon berada dan memanggilkan dokter pribadi majikannya."


Di kantor polisi...


"Lepaskan..lepaskan saya...saya tidak bersalah ucap Rachel sambil meronta-ronta."


"Masukan dia kedalam sel saut kepala polisi yang memerintahkan perintahnya kepada bawahannya."


"Siap laksanakan ucap polisi sambil membawa Rachel kedalam sel tahanan."


"Lepasin gue..lepasin...gue enggak bersalah teriak histeris Rachel sambil menangis dan memukul-mukul besi sel tahanan."


To be continue...