
Terlihat seorang laki-laki dengan baju yang berlumuran darah dan terduduk lemas di depan pintu IGD,wajahnya pucat pasi seperti orang yang enggan untuk hidup,ya dia itu Randy yang sedang menunggu Aleena di rumah sakit.
Randy mencoba menghubungi kedua orang tua Aleena beserta orang tua nya juga kedua sahabatnya dan juga Rania memberikan kabar bahwa Aleena kecelakaan.
Tangan Randy masih gemetar dan berlumuran darah laki-laki itu enggan beranjak sedikitpun dari depan pintu IGD di mana Aleena di tangani dokter.
Terdengar suara orang-orang yang berlari menghampiri Randy,Ya itu adalah orang tua Randy dan Aleena yang sudah tiba di rumah sakit begitupun dengan Rania,Rai,dan Radit.
"Sayang ko jadi kaya gini,kamu enggak apa-apa,mana Aleena saut Mama Micella dan Mama Nara bersamaan."
"Mama,Tante,Om,Papa maaf Randy sudah lalai menjaga Aleena saut Randy terisak.Laki-laki itu tidak dapat menahan rasa sedih dan penyesalannya."
"Randy enggak bisa jaga Aleena dengan baik saut Randy sambil memukul-mukul kepalanya dengan tangan nya."Coba saja kalau Randy enggak turutin kemauan Aleena untuk menurunkannya di tengah jalan kejadian kaya gini enggak akan terjadi ucap Randy penuh penyesalan."
"Sayang itu semua bukan salah kamu,tapi ini semua udah takdir dari Alloh kita berdoa saja supaya semua baik-baik saja saut mama Nara sambil menepuk bahu Randy."
"Harusnya gue yang di salahkan Randy saut Rania tiba-tiba." Gue yang nyuruh Aleena mampir dulu ke rumah gue,coba aja gue enggak maksa dia ke rumah pasti Aleena baik-baik saja isak Rania menyalahkan dirinya sendiri."
"Sayang enggak ada yang salah,ini semua takdir dari yang di atas jadi jangan saling menyalahkan diri saut Papa Rio."
"Ya sebaiknya kita berdoa saja untuk kesembuhan Aleena saut papa Daniel yang tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya begitupun mama Nara yang tampak terpukul tapi mencoba untuk menguatkan dirinya agar terlihat tegar."
Delapan jam sudah berlalu tetapi dokter yang menangani Aleena belum keluar dari ruangannya.
Randy sudah mengganti pakaian nya yang berlumuran darah,karena kebetulan Randy selalu membawa baju cadangan di mobilnya.
Raut cemas terpancar jelas menghiasi wajah orang-orang yang menyayangi Aleena.
"Nak Randy,Bu Micella dan Bapak Rio juga Rai,Radit dan Rania sebaiknya kalian pulang saja,biar saya dan mama Aleena yang menjaga Aleena saut Papa Daniel."
"Betul kata papa Daniel kalian dari tadi belum beristirahat,kalian belum makan dan beristirahat biar kami saja yang menjaga Aleena saut mama Nara."
"Enggak Randy enggak akan meninggalkan tempat ini,Randy enggak akan meninggalkan Aleena saut Randy sambil menatap kedua orang tua Aleena."
"Om tante please jangan suruh Randy pulang saut Randy,Randy enggak bisa ninggalin Aleena sendiri.Randy mau menemani Aleena Om,Tante,Papa,Mama ucap Randy memohon.
" Tante bukan usir kamu sayang,tante hanya menyuruh kamu istirahat,lagian dari tadi kamu tidak istirahat dan tidak makan apapun.Nanti kamu sakit nak saut mama Nara kepada Randy."
"Randy enggak akan makan atau istirahat sebelum melihat Aleena,tolong jangan paksa Randy ucap Randy memelas."
"Ok tante enggak akan nyuruh kamu pulang,tapi tante mau kamu makan,kalau kamu bandel tante akan mengusir kamu dari sini dan tidak memperbolehkan kamu untuk menemui lagi Aleena saut mama Nara."
"Ya sayang kamu harus makan,Ayo kita ke kantin Rumah sakit aja saut mama Micella.Ya kamu harus makan saut papa Rio,jangan sampai kamu ikutan sakit nak."
"Rai,Radit dan Rania kalian juga makan dulu saut papa Daniel."
"Tapi ma,tante Randy enggak lapar mana selera Randy makan sementara Randy belum tau keadaan Aleena di dalam sana ucap Randy."
"Mama bawakan saja kamu makanan ke sini ya jadi kamu tetap bisa menjaga Aleena saut mama Micella pada akhirnya dan di iyakan oleh Randy."
Kebetulan papa Rio pulang dahulu karena ada pekerjaan yang tidak bisa di wakilkan dan mengharuskan nya hadir jadi papa Rio meninggalkan rumah sakit terlebih dahulu.
*Di tempat lain...
"Hahahaha Rasakan lo Aleena tawa seseorang yang terlihat bahagia dengan keadaan Aleena*."
Seseorang itu adalah Rachel,Rachel sengaja merencanakan rencana untuk melenyapkan Aleena.Wanita cantik itu dibutakan oleh rasa cinta nya dan obsesinya terhadap Randy,sehingga dia rela melakukan apapun dan menyingkirkan orang-orang yang dekat dengan Randy agar dirinya dapat memiliki Randy.
"Lo udah berani menyentuh milik gue,jadi lo pantas mati saut Rachel sambil tertawa puas karena semua rencananya berjalan Lancar."
"Nih bayaran atas kerja lo saut Rachel kepada orang-orang suruhannya sambil mengeluarkan cek dari dalam tasnya."
"Pergi lo semua jangan sampai kejadian ini bocor atau di ketahui oleh polisi atau kalian akan rasakan akibatnya kalau sampai nama gue terbawa-bawa saut Rachel yang meninggalkan gudang di mana terdapat orang-orang suruhannya berada."
"Siap bos saut Orang-orang suruhan Rachel sambil memasukan cek yang sudah diberikan kepadanya tadi dan segera meninggalkan gudang tersebut."
Rumah sakit..
Setelah Randy dan yang lainnya selesai makan lampu ruangan tempat Aleena di rawat padam menandakan aktifitas dokter di dalam sana sudah selesai.Dan pintu ruangan pun terbuka.
Randy dan yang lainnya serentak melihat ke arah pintu yang terbuka dan melihat dokter yang menangani Aleena keluar dari ruangan tersebut dan segera menghampirinya.
"Dokter gimana keadaan Aleena saut Randy yang sudah tidak sabar mengetahui keadaan Aleena."
"Maaf kami sudah melakukan semua hal yang bisa kami lakukan saut Dokter dengan raut wajah yang sedih."
"Mak maksud dokter apa saut Randy sambil mengguncangkan tubuh dokter untuk mengetahui keadaan Aleena." Jawab saut Randy dengan tidak sabaran."
"Pasien Koma dan hanya keajaiban dan doa saja yang bisa menyembuhkannya saut Dokter sambil menepuk bahu Randy."
"Dokter jangan bercanda teriak Randy,Dokter harus sembuhkan Aleena,berapapun biayanya akan saya bayar saut Randy yang tidak kuat lagi menahan air matanya yang ikut mengalir di kedua bola matanya."
"Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkannya maaf kami sudah berusaha sebisa dan sebaik mungkin saut Dokter." Maaf saya harus segera memindahkan pasien ke ruang ICU agar bisa di rawat dengan lebih baik,dan kalian bisa menemuinya secara bergantian ucap dokter."
Randy terduduk lemas air matanya benar-benar tidak dapat di bendung lagi.Randy menangis melihat keadaan Aleena.
"Sayang kamu harus sembuh,kamu enggak boleh ninggalin aku,kalau kamu pergi aku akan ikut pergi saut Randy yang menerobos masuk ruangan di mana Aleena di rawat."
"Sayang bangun,saut Randy menggenggam erat tangan Aleena sambil sesekali memberikan ciuman di punggung tangan Aleena."
Randy yang kelelahan tanpa sadar terlelap sambil memegang erat tangan Aleena yang tidak bisa membalas pegangan tangannya.
Sayang I love u ucap Randy tanpa di sadarinya.
To be continue...