
Matahari sudah keluar dari sarangnya pertanda pagi sudah menjelang.Randy yang masih terlelap terbangun kan oleh suster yang akan memeriksa keadaan Aleena.
"Selamat pagi tuan saut suster menyapa Randy."
"Pagi juga suster." saut Randy."
"Bagaimana keadaan Aleena sekang suster ucap Randy."
"Maaf tuan,Nona Aleena masih belum menunjukan perubahan apapun,tuan jangan patah semangat ya ucap suster memberi semangat pada Randy."
"Saya tidak akan patah semangat saut Randy tegas."
Tok tok tok
Terdengar suara pintu kamar di ketuk.
Randy dengan segera membuka pintu dan melihat semua keluarga nya dan keluarga Aleena datang menjenguk.
"Mama,Papa ,Om dan tante saut Randy."
"Gimana keadaan Aleena sayang saut mama Nara dan mama Micella serentak."
Randy hanya menggelengkan kepalanya sebagai respon jawaban nya,Raut wajahnya sedih karena kekasih hatinya belum juga sadarkan diri.
"Sabar sayang saut mama Nara dan mama Micella sambil memberikan pelukan kepada Randy."
"Kamu sebaiknya pulang dulu saut papa Rio,kamu terlihat lelah baju kamu juga berantakan,nanti kalau Aleena bangun dan liat anak papa jelek bisa- bisa kamu di tolak Aleena saut papa Rio sambil tersenyum."
"Kalau Aleena nolak aku,aku bakalan kejar terus pa saut Randy sambil mencoba tersenyum atas gurauan papanya."
"Benar yang di katakan papa mu nak Randy,kamu sebaiknya pulang dan mandi serta beristirahat,biar kami yang jaga Aleena saut papa Daniel."
Mereka berada di ruang tunggu karena kamar Aleena tidak bisa di masuki banyak orang.
"Baik ma,pa,om,tante Randy akan pulang dan beristirahat dan nanti siang Randy akan kembali ke sini ucap Randy."
"Randy mau pamit dulu sama Aleena saut Randy sambil melangkah masuk ke ruang rawat Aleena."
"Sayang aku pulang dulu sebentar ya,nanti aku kesini lagi ucap lembut Randy pada Aleena yang tak kunjung dapat balasan."
Cup Randy mencium kening Aleena dan berlalu pergi keluar ruang rawat yang di tempati Aleena.
"Randy pulang dulu ucap Randy kepada orang tua nya dan orang tua Aleena."
"Biar papa yang antar kamu pulang nak saut papa Rio,kebetulan papa ada urusan mendadak jadi papa harus menghadirinya."
"Baik papa ucap Randy,Ayo pa saut Randy yang sudah berpamitan terlebih dahulu pada mama dan kedua orang tua Aleena sambil melangkah pergi menuju parkiran dan meninggalkan Rumah sakit."
"Ayo saut papa Rio mengikuti langkah Randy."
Kediaman Pratama..
Pagi tuan muda sambut para pelayan sesaat setelah Randy masuk kedalam rumahnya.Papa Rio langsung pergi karena ada sesuatu yang harus di bereskan.
"Pagi jawab Randy tanpa semangat," dan melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
Randy merebahkan tubuhnya di atas kasur king size nya sambil menatap langit-langit kamarnya.
Mata Randy beralih menatap bingkai foto yang terdapat foto dirinya bersama Aleena.Yang sengaja dia cetak dan di pajang di samping tempat tidurnya sebulan yang lalu untuk mengurangi rasa rindunya terhadap Aleena.

Randy pun tidak tau mengapa dia bisa sangat mencintai Aleena.Aleena adalah wanita pertamanya,cinta pertamanya dan segalanya baginya.Tanpa sadar air matanya kembali mengalir saat mengingat Aleena yang terbaring koma di rumah sakit.
Setelah cukup lama merebahkan dirinya Randy pun bangkit dan melangkah memasuki kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Di tempat lain...
Bagaimana hasilnya saut seseorang yang tak lain adalah papa Rio pada orang-orang suruhannya.
"Tuan kami sudah menemukan pelakunya saut beberapa orang suruhannya sambil memberikan berkasnya kepada Papa Rio selaku bos nya."
Papa Rio menerima Map berisi data seseorang.Mukanya merah padam saat mengetahui siapa pelakunya.
Niko segera tarik saham kita di perusahan X saut papa Rio kepada sekertaris pribadinya merangkap Asisten nya.
"Ya segera selesaikan jawab papa Rio singkat."
"Kalian juga kembali dan tetap awasi rumah sakit,saya yakin penjahat kecil ini akan datang ke rumah sakit saut papa Rio."
"Baik tuan,kalau begitu kami permisi dulu saut para suruhan papa Rio."
"Ya pergilah saut papa Rio singkat."
Papa Rio masih memegang map bukti dari kejahatan yg di lakukan oleh anak dari rekan kerjanya.Terdapat bukti dari kejahatan yang di lakukan anak dari rekan kerjanya itu di lengkapi fotonya.

Akan aku balas perbuatan mereka karena sudah berani mengusik keluarga RIO PRATAMA saut papa Rio dengan meremas map yang ada di tangannya sambil menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya.
Randy yang sudah selesai mandi dan memakai pakaian nya segera melahap sarapan yang di siapkan oleh para pelayan nya yang sengaja di antar kan ke kamarnya.Randy harus kuat menghadapi semua.Dan tidak boleh larut dalam kesedihan.
Tok tok tok
Terdengar pintu kamar Randy di ketuk dari luar.
Masuk ucap Randy yang sekilas menoleh ke arah pelayan nya yang memasuki kamarnya.
"Permisi tuan muda,di bawah ada tuan muda Rai dan tuan muda Radit saut pelayan."
"Suruh mereka ke sini bibi Ani saut Randy yang masih menyantap sarapannya."
"Baik tuan muda saut bi Ani sambil melangkah pergi meninggalkan kamar Randy."
"Tuan muda Rai dan Tuan muda Radit di suruh sama Tuan muda Randy ke kamarnya ucap bi Ani sopan selalu Art di kediaman Pratama."
"Ok bi makasih saut Rai dan Radit bersamaan lalu melangkah menaiki tangga menuju kamar Randy."
Terdengar langkah kaki dan suara pintu yang terbuka sesaat mengalihkan perhatian Randy yang baru saja menyelesaikan sarapan nya.
"Hai bro saut Rai dan Radit." sesaat setelah memasuki kamar Randy sambil memberikan salam tangan dan bertos ria seperti yang meraka biasa lakukan.
"Lo jangan murung gitu Randy saut Rai menepuk sebelah bahu Randy."
"Benar Randy,lo kalau kaya gitu malah buat Aleena sedih.Harusnya lo semangat memberikan kekuatan kepada Aleena agar bisa segera sadarkan diri ucap Radit."
"Gue cuma enggak nyangka aja bakalan ada kejadian kaya gini,coba aja gue enggak nurutin dia yang mau di turunin di pinggir jalan,coba aja gue antar dia sampai ketempat yang dia mau mungkin enggak akan gini keadaan nya saut Randy pandangan matanya menatap lurus,menyesali semua yang terjadi."
"Ini udah takdir Randy,mana ada orang yang mau celaka.Ini sudah kehendak yang di atas,lo harusnya berdoa supaya Aleena bisa segera sadar dari koma nya.Bukan malah menyalahkan diri sendiri saut Rai kesal melihat kelakuan Randy yang menyalahkan dirinya sendiri."
"Benar yang di katakan Rai,coba lo dengar Randy saut Radit."
"Ya gue dengar ucap Randy singkat."
"Oo iya kenapa kalian kesini bukan nya kalian ada kelas ya saut Randy menatap Rai dan Radit bergantian."
"Gue ma Radit dan lo sementara izin enggak masuk kelas dulu Randy tadi gue udah minta izin juga buat lo karena gue yakin lo enggak bakalan masuk kelas tanpa Aleena ,gue mau temani sahabat bodoh gue takut kalau dia bunuh diri gara-gara liat pacar kesayangan nya koma saut Rai sambil menatap Randy dengan tatapan mengejek.
"Sialan lo berdua saut Randy sedikit tertawa."Lo berdua tau jalan pikiran gue saut Randy."
"Gue temenan sama lo dari orok ya jelas gue tau banget gimana lo saut Radit."
"Makasih ucap Randy,sambil memandang kedua sahabatnya bergantian."
"Makasih buat apa bro saut Rai dan Radit,lo kaya sama siapa aja Randy,ingat kita ini sahabat rasa saudara jadi sudah sepantasnya kalau kita saling membantu dan menyayangi saut mereka berdua yang langsung memberikan pelukan pada Randy untuk menghiburnya."
"Ya gue tau itu saut Randy tersenyum."
"Kapan lo balik ke rumah sakit saut Radit sambil menatap Randy."
"Siang gue balik ke Rumah sakit lagi,gue di suruh istirahat dulu padahal gue enggan tuk ninggalin Aleena saut Randy."
"Lo memang harus istirahat dulu,tidur lo sana biar badan lo fit dan bisa jagain Aleena terus,nanti siang kita ke rumah sakit bareng ucap Rai."
"Ya gue mau tidur sebentar saut Randy yang mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur king size kesayangannya dan mulai memejamkan matanya dan tidak seberapa lama Randy pun terlelap dalam tidurnya ."
Sementara Radit dan Rai memilih ke balkon yang ada di depan kamar Randy melihat pemandangan yang cantik di pagi hari.
To be continue...