
Grizelle Calluella Meshach yang berarti pejuang perempuan yang sangat cantik dan cerdas itu adalah nama yang di berikan oleh kedua orang tuaku.
Teman-temanku biasa memanggilku dengan sebutan Zelle.
Aku seorang mahasiswi di universitas Z yang berada di negara Irlandia tepatnya di kota Dublin.
Aku merupakan anak tunggal dari pasangan Daniel Meshach dan Fidelya Cetta.
Mama dan papa bekerja sebagai karyawan kantor di perusahaan Archelaus grup.
Sebenarnya papaku berasal dari keluarga kaya raya. Hanya saja papaku menolak di jodohkan dan memilih pergi dan di coret dari daftar keluarganya sehingga akhirnya memilih hidup dengan
sederhana.
Papaku lebih menyayangi mamaku sehingga rela kehilangan semua kekayaannya dan memilih hidup sederhana tapi bisa bahagia bersama kekasih hatinya.
Setelah papa keluar dari keluarganya, papa menikah dengan mama dan lahirlah aku Grizelle Calluella Meshach.
UNIVERSITAS Z
"Maaf, permisi. Saya mau lewat. Saya sedang terburu-buru. Saya terlambat masuk kelas." teriak seorang wanita cantik dan mungil yang berlari dengan cepat melewati banyak mahasiswa dan mahasiswi yang memasuki kampus.
Wanita itu berpenampilan sederhana namun tidak mengurangi kadar kecantikan yang dimilikinya.
Wajah cantiknya tanpa make up. Bibir tipisnya hanya di poles dengan lipstick berwarna merah jambu.
Wanita itu memiliki kecantikan yang natural. Rambut nya panjang, hidungnya mancung, berpakaian sederhana namun pantas.
Wanita itu miliki daya tariknya sendiri.
Wanita itu merupakan mahasiswi terpintar di universitasnya.
Teman-temannya selalu memanggilnya dengan nama Zelle.
Grizelle Calluella Meshach
'Bruuuukkkkk..'
"Aduh!" teriak seseorang yang terjatuh saat tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang juga sedang berlari dengan cepat.
Sepertinya orang itu sedang sama-sama terburu-buru.
"Maaf saya tidak sengaja." sahut Zelle yang berdiri kembali sambil membersihkan bajunya yang kotor akibat terjatuh saat bertabrakan tadi.
Memunguti buku miliknya yang berhamburan dan berserakan.
"Maaf, saya tidak melihat jalan." saut Zelle
"Hei, lo! Kalo jalan pakai mata!" teriak seorang laki-laki tampan namun arogan
Dilihat dari penampilannya laki-laki tersebut dapat di pastikan anak orang kaya.
Wajahnya tampan, hidungnya mancung dan berpakaian mahal dan pastinya bermerk.
"Ayo cepat bereskan buku gue!" teriaknya kepada wanita yang tadi menabraknya.
Aleena yang tidak sengaja menabrak segera membereskan buku yang jatuh berhamburan dan segera mengembalikan kepada pemiliknya.
"Maaf, saya tidak sengaja." saut Aleena sambil melihat siapa yang ditabraknya.
"ASTAGA LO!!" ucap Zelle terkejut saat mengetahui siapa yang di tabrak nya.
"Ya, ini gue." sahut laki-laki itu dengan sinis dan angkuh.
"Kenapa memangnya?" teriak laki-laki itu dingin dan terlihat menyebalkan di mata Zelle.
"Astaga. Lo bener-bener nyebelin ya!" teriak Zelle pada laki-laki yang hampir setiap hari selalu bertengkar dengannya.
"Kalau gue tahu lo yang gue tabrak, gue mana mau minta maaf." saut Zelle sambil berkacak pinggang.
"Hei, cewek kampung. Lo tidak bosan apa ngejar-ngejar gue mulu." saut laki-laki tersebut dengan angkuhnya.
"Mana sama level lo sama gue!" teriaknya lagi.
"Astaga. Lo jadi cowok kepedean banget ya. Lo so ganteng banget dasar anak papi." sahut Zelle sambil mencebikkan bibirnya.
"Hahaha... Yang ada lo tergila gila ma pesona ketampanan gue." sahut laki-laki itu dengan pedenya.
"Tidak ada yang bisa menolak pesona ketampanan gue di kampus ini." ucapnya sambil senyum menyeringai.
"Hahaha... yang bilang lo tampan itu pada buta semua matanya. Masa cowok rese dan jelek aja di bilang tampan. Mereka buta, tidak bisa membedakan mana yang tampan dan mana yang jelek kaya lo." sahut Zelle yang sudah mulai marah.
"Lo berani ngata ngatain gue, hah?! Lo punya cermin tidak di rumah? Lo cuma cewek kampung. Liat aja penampilan lo. baju lo lusuh dan ketinggalan zaman. Jangan-jangan lo enggak punya cermin ya di rumah." saut laki-laki itu kasar, yang sedikit menyakiti hati Zelle.
"Sampai lo tidak bisa membedakan mana cowok kampung dan mana cowok keren kayak gue!" teriaknya lagi.π
"Lo itu jadi cowok nyebelin banget ya?!" sahut Zelle.
Padahal masih minta uang sama orang tua.Tidak malu apa." saut Zelle kesal.
"Awas aja gue bakalan balas ni cowok rese." gumam Zelle dalam hati.
"Sorry gue hari ini harus masuk kelas cepat dan tidak ada waktu buat meladeni cowok tidak penting kaya lo." ucap Grizelle yang segera merapikan bajunya dan hendak pergi dari sana.
Namun, tiba-tiba tangan nya di tahan oleh laki-laki yang dianggap menyebalkan oleh Grizelle.
"Eh enak aja lo cewek kampung. Udah nabrak gue, lo mau main kabur aja. Lo harus tanggung jawab! Mana bisa lo main pergi gitu aja." sahut laki-laki Arogan itu.
"Eh lo, gue udah ambil lagi lho yang terjatuh. Terus lo mau apa?!" sahut Grizelle yang sudah habis kesabarannya.
"Gue kan sudah tanggung jawab, terus lo mau apa lagi, huh! Lo mau ngajak ribut gue ayo gue layani!" teriak Grizelle gemas.π‘
"Lo harus mau jadi pembantu gue selama 1 bulan dan lo harus mau menuruti semua kata-kata yang gue ucapkan." saut laki-laki itu sinis.
"Enak aja lo bilang gue harus jadi pembantu lo. Gue tidak mau jadi pembantu lo. Alasannya apa coba gue jadi pembantu lo?! Dih, ogah banget gue." saut Grizelle mencebikan bibirnya.
"Kalau lo jadi cewek gue mau enggak lo?" ucap Kevin dengan tatapan mengejek.
"Dih, ogah banget gue jadi cewek lo,amit-amit deh." ucap Grizelle.
"Lo pasti akan jadi cewek gue." sahut cowok rese itu berjalan ke arah Grizelle dan berbisik di telinganya.
Hembusan nafasnya terasa membakar pipi Grizella. Laki-laki itu tersenyum menyeringai melihat reaksi Grizella.
"Lo pokoknya harus menuruti semua perintah gue.
Ingat gue tidak suka di bantah, apa pun keinginan gue, harus gue dapatkan. Mau tidak mau lo harus menuruti kemauan gue." ucap laki-laki arogan itu.
"Kalau lo berani nolak liat aja nanti akibatnyaπ!" ucap laki-laki arogan itu lagi
"Gue mahasiswi terpintar di sini. Mana mau gue ikutin kemauan cowok bodoh dan tidak penting kaya lo." sahut Grizelle.
"Apa lo bilang?! Gue cowok bodoh dan tidak penting?!" ucap laki-laki itu sambil memelototkan kedua matanya pada Grizella.
"Lo enggak tau siapa gue, huh!" teriak laki-laki itu.
"Dengerin baik-baik gue ini Alexander Kevin Archelaus. Anak dari pemilik kampus di sini dan lo bilang enggak kenal gue?!" teriak laki-laki itu kesal
"Lo buta atau otak lu yg payah?! Bilangnya mahasiswa terpintar. Katanya lo pemenang beasiswa di sini. Kaya'nya ada yang salah mengenai beasiswa. Gue harus cek ulang, huh." teriak laki-laki arogan yang ternyata bernama Alexander Kevin Archelaus.π
"Lo jangan macam- macam huh." saut Grizelle gemas.
"Lagian gue tidak salah. Yang terkenal itu bokap nyokap lo. Bukan lo nya." saut Grizella.
"Lo jangan mentang-mentang anak orang kaya bisa seenaknya ma orang miskin kaya gue. Lo pikir gue takut sama lo anak manja yang hanya tau habisin duit orang tua!" teriak Grizella yang sudah benar-benar habis kesabarannya amarahnya sudah mencapai ubun-ubun nya.
"Lo.." ucap Kevin sejenak terputus."
"Astaga... gue baru menemukan cewek bar-bar kaya lo. Tapi ini yang membuat gue penasaran." saut Kevin dalam hati.
"Awas aja lo kalau berani macam-macam sama gue. Lo gue bejek-bejek." ucap Grizella sambil menginjak keras keras kaki Kevin dan pergi berlari menuju kelas.
"Aduh!" teriak Kevin saat di rasa sebelah kakinya sakit akibat dari injakan kaki Grizella yang cukup keras.
"Dasar cewek sialan awas aja lo!" Gumam Kevin dalam hati sambil mengusap kaki nya yang terasa sakit.
"Huh dasar cewek aneh." saut Kevin.
"Tapi, ko gue penasaran ya sama tuh cewek?!" gumam Kevin sambil menarik ujung bibirnya membentuk senyuman.
"Udahlah mendingan gue masuk kelas. Gue udah telat bisa gawat,mana sekarang mata kuliah si guru killer." ucap Kevin
"Astaga...!!!" Gerutu Kevin sambil berlari ke kelasnya karena kalau sampai terlambat dia bisa di hukum oleh guru killer nya.
Grizella yang sudah terlebih dahulu sampai kelas segera mendudukkan dirinya di kursi yang masih kosong.
Di susul oleh Kevin yang mau tidak mau duduk di samping Grizella karena hanya bangku itu yang masih kosong.
"Astaga. Gue ketemu cewek bar bar lagi." gumam Kevin setelah mendudukkan dirinya di kursi yang tersisa.
"Astaga. Gue ketemu lagi ma si cowok manja. Mana samping gue lagi duduknya." gumam Grizella dalam hati.
"Anak-anak, kita mulai pelajarannya." ucap dosen killer yang baru memasuki kelas.
Semua mahasiswa dan mahasiswi memulai belajarnya dengan mengikuti buku sehingga bisa menyelesaikan tugas yang diberikan.
Sesekali Kevin melirik ke arah Grizelle. Mengulas senyum yang tentu saja tidak dapat di lihat dan di sadari oleh Kevin.
"Kamu cantik kalau lagi diam." gumam Kevin dalam hati.
Kevin pun mengalihkan pandangannya dari Grizelle dan mulai mengikuti mata pelajaran yang baru saja di mulai.
to be continue...