
Alexander Kevin Archelaus
Gue anak tunggal dari David Arcelaus dan Michella Claire. Semua orang memanggil gue dengan nama Kevin.
Papi gue pengusaha sukses dan kaya raya di negara Irlandia tepatnya di kota Dublin. Perusahaannya menyebar di seluruh Irlandia dan sekitarnya. Papi juga pemilik kampus elite tempat gue kuliah.
Mami merupakan sosialita tingkat atas tapi dia baik dan tidak membeda-bedakan status.
Gue mungkin manja karena gue tidak ada saingan jadi wajar saja bila gue manja.
Gue kesepian, papi dan mami gue sibuk mengurus urusan mereka masing-masing. Tidak ada waktu buat gue.
Dari gue kecil, gue cuma hidup bareng para pengasuh dan bodyguard yang di utus buat ngawasin gue di mana pun gue berada.
Hidup gue lebih berwarna semenjak bertemu cewek miskin yang sombong, tapi dia pintar dan cantik. Ya meski gue tidak akan pernah mau mengakui kalau dia itu cantik. Gengsi dong gueπ.
Cewek galak itu yang bikin gue semangat untuk pergi ke kampus karena gue jadi tidak kesepian lagi semenjak gue bisa gangguin dia setiap Hari. Itu merupakan kesenangan tersendiri buat gue.
Cewek kampung yang cantik, galak dan pintar itu bernama Grizelle. Gue lebih suka memanggilnya dengan sebutan Ugly duckling.
Mata bulatnya, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis dan berwarna merah jambu menjadi daya tariknya sendiri dan yang lebih penting cewek itu satu-satunya yang menolak gue di saat semua cewek berebut mengejar gue.
Di depan cewek itu, gue selalu mengajak dia ribut dan membuatnya marah. Itu merupakan kesenangan tersendiri buat gue.
Gue punya dua orang sahabat yang sudah menemani gue dari gue kecil. Mereka yang selalu bareng gue di mana pun gue berada.
Gavin Gerarlt
Finn Crowley
Mansion Archelaus..
"Bibi Mandy siapkan makan. Saya dan teman saya akan segera makan siang.β ucap Kevin yang memasuki ruang makan bersama kedua temannya dan menempati kursi yang sudah tersedia di sana.
"Baik tuan muda. Akan segera saya siapkan.β saut bibi Mandy yang melangkah ke arah dapur dan menyiapkan makan siang untuk anak majikannya beserta kedua sahabatnya.
Kevin beserta kedua temannya menikmati makan siang di selingi dengan obrolan yang biasa mereka bicarakan.
"Astaga, hari ini gue benar-benar sial bisa bertemu dengan bebek jelek itu berulang kali.β ucap Kevin.
"Kenapa lo, Kevin? Gue liatin lo dari tadi menggerutu tidak jelas.β tanya Gavin.
"Gue hari ini bertemu terus dengan si bebek jelek dan pagi-pagi udah buat gue kesel aja tuh cewek bar-bar.β ucap Kevin.
"Bebek jelek?! siapa bebek jelek?β tanya Finn.
"Lo tau enggak cewek yang dapat beasiswa di kampus? Dia itu ugly duckling." ucap kevin
"Astaga bukannya dia itu Grizelle?!β ucap Gavin sambil melihat ke arah Kevin berbicara.
"Huh, dia itu cewek barbar dan menyebalkan." saut Kevin dengan memasang wajah kesalnya.
"Awas lo. Nanti lo jatuh cinta sama si ugly duckling.β ejek Finn sambil tertawa menyeringai.
"Gue mana tertarik ma tuh cewek barbar. Gue jatuh cinta sama dia?! mimpi. Yang benar aja kalau lo ngomong.β saut Kevin kesal.
"Benar bro. Lo harus hati-hati. Benci dan cinta itu beda tipis. Ucap Gavin sambil terbahak dan mengusap kedua sudut matanya yang basah karena terlalu banyak tertawa.
Di tempat lain nya....
"Astaga gue benar-benar sial banget hari ini. Kenapa gue harus ketemu ma cowok super nyebelin itu. Gue benar-benar kesal.β Ucap Grizelle sambil menatap sahabatnya yang dari tadi sudah setia menemaninya.
"Hei. Lo kenapa, Grizelle? Dari tadi gue liatin lo marah-marah tidak jelas.β ucap sahabat sekaligus teman Grizelle menatapnya dengan tatapan heran.
"Gue cuma lagi kesal aja kok, Caren.β saut Grizzelle.
Kenalkan sahabat gue satu-satunya dari orok sampai gue kuliah.
Caren Grania.
Sahabat gue itu cewek dari keluarga kaya. Tapi tidak sombong seperti cewek-cewek tajir yang lainnya.
Dia lebih suka hidup sederhana. Dia sama kaya gue sama-sama anak tunggal.
Dia anak yang pintar, tapi tidak sepintar gue. Bukan kepedean ya, tapi otak gue emang di atas rata-rata. Makanya gue dapat beasiswa.
Gue dan Caren di fakultas ekonomi. Satu jurusan juga ma cowok menyebalkan dan rese si anak mami dan papi. Siapa lagi kalau bukan Kevin dan kedua temannya yaitu Gavin dan Finn.
βGue pagi-pagi udah di gangguin ma dia, Caren. Gara-gara gue tidak sengaja menabrak dia di koridor kampus.β Ucap Grizelle.
"Masa dia nyuruh gue jadi pembantunya selama sebulan. Gila tuh cowok. Bikin gue kesel aja.β lanjut Grizelle dengan kekesalan yang begitu jelas di wajah cantiknya.
"Kirain gue, lo kenapa marah-marah tidak jelas gitu. Tahu tidak, Grizelle?! Benci dan cinta beda tipis.β Ucap Caren sambil tertawa.
"Maksud lo apa, Caren?β tanya Grizelle dengan tatapan heran kepada Caren.
"Maksud gue, awas aja kalau lo sampai jatuh cinta ma dia. Si cowok kaya dan sombong itu." Ucap Caren.
"Astaga amit-amit gue bisa suka ma dia. Ogah banget gue.β saut Grizelle mencebikkan bibirnya.
βTapi kalau di pikir-pikir, dia ganteng juga. Astaga, gue ini ngomong apa barusan?!β gumam Grizella sambil merutuki dirinya sendiri.
"Ha ha ha... Baru juga gue ngomong, lo udah mikirin dia aja. Awas lo benar-benar jatuh cinta ma dia." ucap Caren sambil tersenyum menyeringai.
"Udah ah, jangan bahas dia mulu. Bahas yang lain aja. Yuk kita ke kantin. Gue udah lapar.β Ucap Grizelle sambil menggandeng tangan Caren ke arah Kantin kampus.
"Cus, ayo kita ke kantin. Gue juga udah lapar. Nanti gue masih ada mata kuliah lainnya." saut Caren yang menerima gandengan tangan Grizella.
βMemang, tuh cowok rese dan menyebalkan. Tapi gue tidak bisa menyangkal klo dia cowok yang ganteng dan keren. Ah mikirin apa sih gue?! Sadar Grizelle kalau dia itu cowok yang nyebelin.β gumam Grizelle dalam hati.
"Lo ngelamun kan apa?β tanya Caren sesaat dirinya dan Grizelle sampai di kantin kampus.
"Siapa yang melamun?! Lo so tahu, Caren.β saut Grizell yang membuang pandangannya karena sahabatnya tahu bahwa dia sangat tidak pandai berbohong.
"Lo pesan apa?β tanya Caren sambil mengedarkan pandangannya mencari makanan yang dinginkannya.
"Gue burger dan cola aja deh.β saut Grizelle.
"Kalau gue, pasta dan soft drink saja.β saut Caren.
βOk. Biar gw yang pesan.β Ucap Grizelle yang kemudian berjalan ke tempat pesanan makanan berada.
βAyo kita makan.β ucap Grizelle yang sudah beberapa saat mengantri dan membawa pesanan yang sudah di buatkan oleh penjual makanannya.
Mereka berbincang sambil tertawa dan menikmati makanan yang telah di pesannya.
to be continue...