MY GRIZELLE

MY GRIZELLE
Penyelidikan



Kantor Polisi...


Saya mau kasus Aleena di selidiki dengan baik.Tangkap orang yang sudah menabrak Aleena sampai dapat.Mereka harus mendapat ganjaran dari perbuatannya yang sudah berani menyakiti calon menantu saya dan membuat anak kesayangan saya sedih.


Papa Rio ternyata pergi untuk menyelidiki siapa yang mencelakai Aleena.Agar tidak membuat heboh atau keributan Papa Rio tidak membicarakannya kepada siapapun.Dia menyewa detektif yang sudah tidak di ragukan lagi kehebatannya.


Jaga ketat rumah sakit dari kejauhan,awasi jangan sampai ada yg mencelakai lagi Aleena.Saya yakin penjahat itu pasti muncul di rumah sakit untuk memastikan usahanya berhasil atau tidak.Pasang cctv yang tidak akan terlihat oleh siapapun perintah Papa Rio lebih lanjut.


Papa Rio melakukan ini karena mendengar laporan dari polisi dan beberapa saksi kalau Aleena sengaja di tabrak lari.Aleena sudah di incar saat masih bersama Randy dan memang sepertinya menunggu Aleena sendiri.Dan semua ini pasti sudah di rencanakan.


Rumah Sakit...


Randy tersadar dari tidurnya,di lihatnya Aleena masih tidak sadarkan diri.Air mata nya kembali mengalir tanpa bisa di tahan.


Randy menggenggam erat tangan Aleena,tanpa mau melepaskannya.


"Sayang bangun dong,apa kamu enggak capek tidur aja,kamu enggak mau liat aku ya,apa kamu enggak kangen ma aku saut Randy."


"Aku baru pertama kali lo nangis gini,masa kamu tega enggak mau buka mata kamu buat liat aku,kamu bangun sayang aku kangen ma kamu,kangen berantem,kangen peluk kamu,kangen bercanda bareng kamu saut Randy tanpa melepaskan genggaman tangannya."


Matanya terlihat merah menandakan laki-laki itu tidak berhenti menangis.Sepertinya sangat sulit untuk dirinya menahan agar air mata itu tidak keluar dari tempatnya.


"Randy sayang." Terlihat mama Nara memasuki kamar di mana Aleena di rawat dan Randy yang sedang menunggu nya.


"Ya tante saut Randy."sejenak mengalihkan pandangannya ke arah mama Nara sebelum kembali mengalihkan pandangannya pada Aleena."


"Kamu sebaiknya pulang,kamu perlu istirahat nanti kamu sakit saut mama Nara yang meminta paksa masuk karena tidak mendapati Randy keluar dari kamar rawat Aleena,sedangkan di ruang ICU hanya boleh di kunjungi satu orang dan bergiliran."


"Randy enggak mau pulang tante,Randy mau di sini aja temani Aleena,nanti kalau Aleena bangun terus Randy enggak ada nanti Aleena marah ucap Randy sambil menatap sayu ke arah mama Nara."


"Tapi nanti Aleena pasti marah lo kalau sampai tau kamu enggak mau istirahat,atau kamu sakit nanti,jadi sebaiknya kamu istirahat dulu."


"Masih ada tante,Om,Mama kamu serta ke tiga teman-teman kamu yang bisa bergilir menjaga Aleena saut mama Nara."


"Randy janji besok pagi Randy istirahat tante,tapi Randy mohon untuk malam ini biar Randy yang menjaga Aleena,Randy ingin menemani Aleena di sini please tante mohon Randy menatap mata Mama Nara dengan tatapan penuh permohonan."


"Baiklah kalau begitu Tante akan mengajak mama kamu,papa Aleena dan ketiga teman kamu untuk pulang karena di sini di larang banyak orang ucap mama Nara pasrah karena sudah tidak bisa lagi membujuk Randy agar bisa mengistirahatkan tubuhnya."


"Besok pagi tante akan kesini dan kamu harus istirahat ucap mama Nara."


"Ya tante ucap singkat Randy yang tidak mengalihkan pandangan nya dari Aleena."


"Tante tolong sampaikan ke mama Randy kalau Randy akan tetap di sini,dan mama lebih baik pulang minta jemput supir ucap Randy."


"Kamu tenang aja nak,biar tante yang bilang semua ke mama kamu,kalau gitu tante pulang dulu titip Aleena ya saut mama Nara yang tidak dapat menahan air matanya melihat anak semata wayangnya terbujur kaku di hadapannya,wanita itu memberi kecupan di kening Aleena sebelum wanita itu meninggalkannya keluar dari ruangan."


"Sayang cepat sadar,cepat sembuh,kamu lihat banyak orang yang menunggu kamu bangun,apa kamu enggak kangen ma mama dan papa,apa kamu enggak kasihan liat mama,papa sedih,liat Randy sedih kamu harus kuat,kami semua sayang kamu.mama pulang dulu ya,karena Randy yang ingin jagain kamu terus sampai kamu membuka mata kamu sayang.mama pulang dulu ya,besok pagi mama kembali ke sini batin mama Nara."


Mama Nara mengajak mama Micella beserta yang lainnya untuk pulang,karena dari tadi pengawas Rumah sakit sudah menyuruh mereka pulang agar tidak mengganggu pasien.


"Ya memang kita harus pulang dan beristirahat,kita harus tetap memberi semangat Aleena dan Randy tapi kita juga harus menjaga diri agar tidak sakit ucap Papa daniel."


"Ayo semua kita pulang dan beristirahat saut mama Nara yang mengajak semua untuk meninggalkan rumah sakit."


Rumah keluarga Aleena...


Aleena sayang hiks..cepat sembuh nak,terdengar isak tangis mama Nara yang akhirnya pecah.Karena memang selama di rumah sakit mama Nara mencoba untuk tegar tapi mana mungkin bisa tegar melihat anak kesayangan nya terbaring koma.Mama sayang kamu nak ucap mama nara sambil memeluk bingkai foto Aleena.


"Mama yang sabar ya ucap papa Daniel."Kita doa kan yang terbaik buat Aleena saut papa Daniel yang juga meneteskan air mata."


"Ayo kita siapkan keperluan untuk Aleena pa ucap mama Nara sambil menatap mata suaminya."Mama sebaiknya mandi dulu terus makan dan beristirahat." biar papa yang siapkan semua saut papa Daniel sambil mengelus lembut pipi mama Nara."


Papa daniel menyiapkan segala keperluan untuk Aleena,walau laki-laki itu tidak tau kapan anak perempuan kesayangan nya itu sadar.


"Papa sayang kamu nak,cepatlah sadar gumam papa Daniel yang berurai air mata tapi tidak bisa menunjukannya di hadapan Istrinya karena dia harus menguatkan istrinya tersebut."


Rumah Sakit...


Malam semakin larut tapi tidak membuat randy memejamkan matanya.Randy masih menggenggam erat tangan Aleena yang di penuhi jarum infusan.Sebelah tangan nya di gunakan untuk membelai kening Aleena.


"Sayang ayo bangun,aku bisa mati kalau kamu enggak bangun saut Randy yang tanpa sadar mengeluarkan kembali air matanya."


"Setelah kita lulus kuliah kita nikah yank,aku enggak mau jauh dari kamu apalagi sampai kehilangan kamu ucap Randy yang menatap wajah Aleena yang masih belum sadarkan diri."


"Kamu tau enggak sayang aku udah jatuh cinta sama kamu dari dulu,tapi aku enggak berani mengutarakan nya.Aku udah tau kamu dari dulu.Aku selalu perhatikan kamu dari jauh.


Sampai aku bisa dekat dengan kamu hanya dengan cara berantem dan ribut sama kamu itu semata-mata hanya untuk bisa dekat dengan kamu sayang ucap Randy dengan mata sendu menatap ke arah Aleena berharap Aleena bisa merespon nya."


"Yank please bangun aku kangen kamu yank jangan tinggalin aku,cepat sadar yank ucap Randy."


Air mata menetes dari mata Aleena yang masih terpejam mungkin wanita itu mulai merespon kembali walau belum dapat membuka matanya.


Randy yang melihat sedikit Respon Aleena segera memencet tombol memanggil dokter agar memeriksa keadaan Aleena.


Dokter gimana keadaan Aleena ucap Randy setelah melihat Aleena selesai di periksa.


"Maaf tuan,Nona Aleena masih koma.mungkin itu respon dari dalam hatinya." Tetap doakan untuk kesembuhan pasien,semoga ada keajaiban saut dokter.Kalau begitu saya permisi dulu saut Dokter sambil meninggalkan ruang rawat Aleena."


"Terima kasih dokter saut Randy."


"Enggak apa-apa sayang sedikit-sedikit saja ucap Randy,terima kasih sudah mau merespon aku yank saut Randy membelai pipi Aleena kemudian merapihkan selimutnya dan mencium pipi Aleena sebagai ucapan selamat malam."


Tanpa sadar Randy pun terlelap di samping Aleena.


To be continue...