
Setelah sadar dari pingsan nya Tuan Arya beserta Nyonya Shintami segera menyusul ke kantor polisi di mana anaknya di tahan.
Pemandangan yang di luar dugaannya anak kesayangan nya masuk penjara.Membuat Pak Arya tidak sanggup menahan air matanya.
"Pak di mana anak saya di tahan saut Tuan Arya kepada salah satu polisi yang bertugas."
"Maaf anak bapak tidak bisa di kunjungi sampai kasusnya beres ujar sang polisi kepada Pak Arya."
"Kalau saya boleh tau anak saya mau mencelakakan siapa tanya Pak Arya kepada kepala polisi sambil mendudukkan dirinya di depan kepala polisi."
"Anak bapa mencoba melakukan pembunuhan kepada calon menantu dari Tuan Rio Pratama.Dan sekarang calon menantunya koma dan belum sadarkan diri saut kepala polisi memberikan penjelasan."
"Astaga Tuhan saut Pak Arya sambil memegang kepalanya.Tidak menyangka anaknya melakukan hal yang di luar batas yang dapat merusak masa depannya."
"Siapkan saja pengacara kalau kalian mau melakukan pembelaan dan tersangka tidak bisa di kunjungi oleh siapapum ucap kepala polisi kepada Pak Arya."
"Terima kasih pak kalau gitu saya pamit saut Pak Arya sambil bangkit dari duduknya dan mengajak istrinya yang masih menangis keluar dari kantor polisi."
"Papi gimana nasib anak kita pi saut mami Shintami yang baru memasuki mobil sambil mengguncang tubuh papi Arya."
"Papi juga enggak tau saut Papi arya sambil memijat pelipisnya bingung dengan semua yang terjadi."
"Pantas saja Tuan Rio Pratama menarik semua saham nya di perusahaan papi baru tau alasannya ucap pak Arya kepada istrinya sambil menyenderkan punggungnya di kursi kemudinya."
"Lalu nasib anak kita gimana pi,mami enggak mau Rachel di penjara isak mami Shintami."
"Sebaiknya kita pulang dulu,nanti kita bicarakan dengan kepala dingin kepada pengacara kita,setidaknya hukuman Rachel berkurang saut papi Arya sambil menjalankan mobilnya keluar dari kantor polisi, yang di angguki oleh mami Shintami sebagai jawaban setujunya."
Rumah sakit..
Terlihat Randy dan kedua sahabatnya baru saja tiba di rumah sakit tempat Aleena di rawat.
Langkah kaki laki-laki itu cepat seakan tidak sabar untuk cepat sampai ke tempat tujuannya.
Ya setelah Randy cukup istirahat Randy beserta kedua sahabatnya memutuskan untuk segera ke rumah sakit menemui Aleena.Dan berharap pujaan hatinya sudah membuka matanya.
Tapi harapan tinggal harapan kekasih hatinya tak kunjung membuka matanya.
Tanpa terasa Aleena sudah berada di rumah sakit selama 3 bulan tanpa mau membuka matanya.
Setiap hari Randy menunggunya di rumah sakit sepulang dari kampus.Tanpa ada rasa lelah sedikitpun.Randy tidak mau masuk kelas dan hanya ingin menemani Aleena,Tapi setelah di bujuk oleh semua orang Akhirnya Randy mau meneruskan kuliahnya.
Randy memasuki ruangan di mana Aleena di rawat dengan bantuan Alat untuk bisa bertahan hidup.Sementara kedua sahabatnya beserta Rania yang baru sampai rumah sakit menunggu di ruang tunggu rumah sakit.
"Sayang sampai kapan kamu akan tidur hmm saut Randy sambil mengusap puncak kepala Aleena.Air matanya kembali menetes tak tertahankan."
"Sayang kamu tau enggak Rachel sudah mendapatkan ganjaran atas perbuatannya,Dia di hukum 7tahun penjara tapi dia memang pantas mendapatkannya karena sudah buat kamu menderita seperti ini ucap Randy menatap Aleena yang masih setia akan tidur panjangnya."
Ya Rachel sudah di vonis hukuman 7 tahun penjara sebulan yang lalu karena terbukti bersalah.Keluarganya pun jatuh miskin setelah semua investornya menarik semua saham nya.
Randy dan kedua orang tua Aleena sempat menemui Rachel di penjara.
Orang tua Aleena tidak dapat berkata-kata melihat orang yang membuat anak kesayangannya koma.
Hanya menyayangkan akan perbuatannya sampai tega berbuat seperti itu kepada Aleena.
Randy mengetahui semua dari papa nya saat semua sedang membicarakannya.
Rachel berteriak teriak memanggil Randy agar bisa menolongnya keluar dari penjara.
Tapi Randy tidak memperdulikannya.Dan memilih pergi dari sana.
Randy masih setia memandangi wajah Aleena yang masih setia menutup matanya.
Mengajaknya berbicara walau tidak ada balasan dari Aleena,hanya Air mata Aleena penanda respon akan kata-kata yang di sampaikan Randy kepadanya.
"Sayang malam ini aku yang jagain kamu di rumah sakit,kebetulan tidak ada pekerjaan yang menumpuk ucap Randy pada Aleena."
"Sayang tau enggak aku udah mulai kerja juga di kantor papa,Soalnya aku mau ngumpulin uang dari hasil kerja keras sendiri agar bisa melamar kamu,makanya kamu cepat bangun ya sayang.
Ya Randy sudah 2 bulan bekerja di perusahaan papanya.Karena Randy Ahli waris satu-satu nya jadi mau tidak mau Randy yang harus menjalankannya.
Sebentar lagi ujian di kampus,aku ingin ujian bareng kamu yank,agar kita bisa lulus sama-sama,kerja bareng juga yank.Aku mau kamu jadi sekertaris aku dan pendamping hidup aku yank,aku enggak mau sama yang lain ucap Randy sedih,air mata nya pun terjatuh tidak bisa di bendung lagi.
Randy kembali terisak melihat keadaan Aleena seperti mayat hidup.
Randy menggenggam tangan Aleena serta menciumnya sesekali.
Tanpa sadar Randy terlelap tidur di samping Aleena sama seperti hari-hari lain nya.
Matanya mengerjap perlahan,menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata nya yang sudah lama tertutup.
Mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang tampak tidak asing dengan perlahan.
Bau obat-obatan yang khas menyengat indra penciumannya.
Tangannya mulai iya angkat,tapi ada seseorang yang menggenggamnya dengan erat.
Seseorang yang tidak asing,seseorang yang sangat dicintainya,seseorang yang sangat iya rindukan.
Air matanya mengalir begitu saja melihat seseorang yang iya sayangi menjadi lebih kurus,tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya.
Tangannya yang bebas mulai menyentuh rambut yang ada di hadapan nya membuat si empunya rambut terusik akan tidurnya yang pulas dan membangunkan nya.
Si empunya Rambut pun menoleh ke arah seseorang yang menyentuh rambutnya dan membangunkan tidurnya.
Matanya berbinar setelah mengetahui siapa yang sudah berani membangunkan nya.
Air mata mengalir deras di wajahnya yang tampan.
Masih tidak percaya dengan yang di lihatnya.
Mencoba mencubit dan menampar dirinya sendiri untuk meyakinkan yang di lihatnya itu benar atau hanya halusinasi saja.
Senyuman manis menghiasi wajah cantik yang lama iya rindukan.
Setelah yakin akan kebenarannya laki-laki itu langsung melayangkan pelukannya dengan erat sambil menangis tersedu-sedu.
Sayang kamu sudah bangun ucapnya...
To be continue...