
Tiba dirumah Lee, pacar Geby. Cowok itu membaringkan tubuh mungil Geby di kasur kamarnya.
Rara bingung dengan keadaan Geby, seperti orang tidur tapi mulut nya tidak berhenti berceloteh.
"By bangun By, kamu kenapa kok bisa kaya gini? ini aku Rara, kamu masih inget kan sama aku?" ia coba menyadarkan dengan menggoyangkan tubuh Geby.
Lee memperhatikan Rara, terkekeh geli melihat nya. "Biarin aja, cewek gue udah biasa kaya gitu".
"Kamu kok bisa-bisa nya sih bersikap santai gitu, padahal cewek kamu lagi kaya gini"
"Emang loe nggak tau cewek gue kenapa?" Rara menggeleng heran "Ppffh..Hahaha Jangan-jangan loe juga nggak tau mabok?"
"mabok?"
Setau Rara kalau merasa pusing,muntah, lalu tidur saat sedang dalam perjalanan itu yg nama nya mabok. Tapi kali ini sepertinya ia salah mengartikan.
"Iya mabok, yg kalo orang minum bir,wine,wiski,jack denil dan semacam nya bakal terbang bebas kaya cewek gue itu." tertawa terpingkal-pingkal menepak-nepak sofa yg ia duduki.
Rara bergeming, mencerna kalimat-kalimat yg diucapkan Lee.
Ternyata ini sekilas melihat kehidupan Geby, cewek pemabuk. Tapi kenapa dia nglakuin ini?. batin Rara
"Mandi sana, bau kambing tau nggak loe. Soal baju nanti gue siapin, sekalian loe tidur disini aja samping Geby tuh" Melempar handuk pada Rara, melangkahkan kaki keluar kamar.
Gelagapan Rara menangkap handuk itu" Makasih".
***
Keesokan harinya,
Geby membuka kedua matanya melihat sekeliling, mata nya tertuju pada seorang yang tidur disamping nya. Tunggu, ini bukan nya...
mengerjapkan matanya kemudian mengucek-ngucek nya barangkali ia hanya berhalusinasi.
Menyentuh pelan pergelangan tangan Rara yg masih terlelap. "Ah ini benar-benar sungguhan, Aku akan membiarkannya istirahat sebentar" turun dari kasur untuk pergi ke kamar mandi.
Selesai ganti baju, Geby keluar kamar untuk mencari Lee. Di meja makan, ia mendapati kekasih nya tengah menyiapkan sarapan. "Sayang, kau memasaknya?".
Lee menengok ke arah sumber suara. " Selamat pagi sayang, kamu udah bangun" melambaikan tangannya "Hehe tentu saja tidak, Go-food baru saja mengantarkan kemari"
Mendekat ke meja makan, Geby menatap heran pada kekasihnya. Tidak biasa nya ia seperti ini gumamnya. "Sayang, gimana Rara bisa sampe sini?"
"Ah gadis itu, menyelamatkan mu semalam".
Ingatan Geby kembali pada kejadian semalam. Ia meminum banyak wiski di Wahaha. Kakinya menyusuri jalanan menuju rumah kekasih nya, Padahal pergi ke Wahaha membawa mobil.
Saat jatuh tersungkur di kaki seseorang, Geby tidak menyadari bahwa itu kaki Rara. Karena dipikiran nya semalam, semua orang yg ditemuinya itu sama.
"Sayang...sayang. kok malah melamun sih, kalo mau lebih jelas nya nanti tanya sendiri aja sama dia." menyadarkan Geby yang tiba-tiba terdiam.
"Hey iya maaf sayang. Aku akan memanggil Rara untuk sarapan." melangkahkan kaki nya ke kamar yg ditiduri Rara.
Membuka pintu, matanya menatap kasur yang kosong. Kemana Rara? Liriknya. Sesaat terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Ah ia sedang mandi aku akan menyiapkan baju untuk nya. pikir Geby
10 menit kemudian,Rara keluar dari kamar mandi. mata nya menangkap seorang Geby diatas kasur, sedang memainkan handphone nya. "Gebyyyy . . . ." teriaknya sedikit berlari kearah Geby, membentangkan tangannya.
Sontak Geby kaget karena diteriaki. Melihat Rara seperti itu Ia pun memeluk nya. "Ah Ra, jangan gini. Ganti baju dulu sana."
Melihat diri nya yg hanya mengenakan handuk,Rara tersenyum malu berlari membawa baju yg sudah disiapkan Geby tadi ke kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama untuk Rara memakai baju.
"Udah selesai Ra?" Rara mengangguk senang, Geby pun tersenyum melihatnya. Menarik tangan Rara keluar kamar "Yuk,sarapan".
* * *
"Hati-hati dijalan sayang" melambaikan tangan pada kekasihnya yg perlahan menghilang dari kejauhan.
Rara melihat semua itu. Duduk di sofa tamu ia menatap heran Udah kaya suami istri aja. Tapi Lee bilang semalam mereka masih pacaran. bergulat dalam pikirannya.
"Ra, loe nggakpapa?" menaik-turunkan telapak tangannya didepan mata Rara.
"Ehh iya nggakpapa kok cuma lagi mikir gimana aku berangkat kerja, aku kan Nggak hafal daerah sini"
"Kenapa harus kerja dihari minggu?" duduk di sofa yg berhadapan dengan Rara, menyulut rokok yg ada di mulut nya dengan korek.
Rara kaget mendengarnya, langsung mengambil handphone di atas meja. SUNDAY, September 15 2013 Pukul 08:05.
Rara juga kaget saat Geby sudah mengepulkan asap, ia hanya terdiam menahan heran.
Tiba-tiba seorang laki-laki memasuki pintu "Gebyyy . . . ***** . . . Loe dimana"
"Gausah treak-treak berisik tau nggak si loe" dengan santai nya Geby menjawab tanpa menengok ke sumber suara karena ia sudah hafal suara tersebut. Sedangkan Rara melihat nya tanpa bersuara.
"Kaya nya harus ya gue jadi supir loe" melemparkan kunci mobil milik Geby kearah nya.
"Silahkan aja kalo loe mau, nggak keberatan sama sekali gue." jawab nya tanpa merasa bersalah. "Lagian udah biasa juga kan!"
Rara malah kebingungan mendengar obrolan mereka yg ia tidak mengerti "Stop deh kalian, ngributin apaan si?" dengan nada lantang.
Veno melirik ke arah Rara, senyum nakal nya membuat Rara bergidik jijik. "Wah wah kaya nya loe bawa anggota drunker baru nih"
Geby melemparkan rokok nya yg tinggal setengah ke arah Veno. Refleks Veno menangkap dengan kedua jari menghimpit rokok itu.
"Jangan asal ngomong loe, dia anak baik-baik. awas aja loe" menatap Veno tajam.
"Oke oke gue masih banyak urusan" membalikkan badan keluar rumah.
Rara hanya menunduk tidak mengerti saat mendengarkan mereka berbicara. Ia memang gadis polos dan lugu yg berasal asli dari kampung, jadi tidak tahu bahasa-bahasa yg digunakan anak pinggir kota.
Mengetahui Rara tidak paham atas pembicaraan mereka Geby pun merasa bersalah sudah membuatnya bingung. "Ra, loe nggakpapa kan?"
Rara pun melihat kearah Geby, "Ah iya aku nggakpapa kok By" senyum khas nya meluluhkan Geby.
"Gue minta maaf yah udah bikin loe bingung, yah gini lah hidup gue Ra. Loe jangan heran"
"Iya aku tau By, tapi apa yg bikin kamu jadi begini?"
"Loe mau tau Ra?" Rara mengangguk, dengan antusias nya ia berpindah duduk disamping Geby. "Jangan deh, ntar loe nyesel lagi udah temenan sama aku"
"Nggak By, aku nggak bakal nyesel kok temenan sama kamu."
"Oke, kalo loe nggak bakal nyesel gue ceritain semua nya".
Rara mengangguk lagi dengan senyum manis nya.
Tiba-tiba ada laki-laki lagi yg masuk tapi kali ini bukan Veno, dia wakil ketua tongkrongan disini bernamaa Danu "Wahh boleh dong kenalan,ya nggak" mengangguk kearah teman-teman yg dibelakang nya.
Rara kaget kemudian mengangkat alis nya kepada Geby mengisyaratkan bahwa ia bertanya mereka itu siapa?.
Geby malah menarik tangan Rara"Temen-temen cowok gue, biasa nongkrong disini. Udah yuk ke kamer aja"
"Nggak boleh Wlekk.." Sambil berjalan Geby menjulurkan lidah nya mengejek pada Laki-laki itu.
***
Jangan lupa dukung novel ini yah dengan Like&Comment kalian...♥️ Kalo cuma mampir doang mah percuma hehe😙😙