My Greatest Husband

My Greatest Husband
Kehilangan



Sudah 1 minggu berlalu. Artinya sudah 1 minggu pula Rara bekerja disini, di Presdir Winata. semua pekerjaan dikerjakan dengan baik oleh Rara. Ia gadis periang dan pandai, begitupun dengan Alma. Kemana pun Alma pergi Rara pasti ada, sehingga di kenal baik oleh orang-orang disekitar Alma.


Hari ini adalah hari minggu. Hari dimana semua orang menyibukkan diri dengan bertamasya, atau dengan bermalas-malasan diatas ranjang. Dan hari ini, Alma mengajak sahabat nya untuk berjalan-jalan keliling kota untuk mengetahui seisi kota ini.


Siang ini, Alma mengajak Rara untuk mampir di sebuah rumah yg dijadikan tongkrongan club nya, Club Metamorfosa. Club ini berisi pemuda-pemudi yg hanya sekedar berkumpul untuk hangout. Tak jarang mendapati mereka yg membawa pasangan nya, namun terlihat seperti perkumpulan orang² baik batin Rara.


"Siang semuanya.. gimana kabar kalian? udah lama nggak main kesini" Alma menyapa teman-teman club nya itu dengan senyum sumringah.


"Baik Maa,, kemana aja loe ngga pernah kesini jadi nya" seorang perempuan menyambut kedatangan Alma dengan berjabat tangan mewakili anggota lain yg hadir. Perempuan itu juga menyalami Rara, Rara pun hanya membalas senyum gugup nya.


Perempuan itu bernama Gladis, Wakil ketua club. Ramah,murah senyum, namun siap membunuh jika ada yg mengganggu kehidupan nya.


"Ohh iya sampe lupa aku, ini kenalin temen gue baik loh orang nya. Liat manis banget kan dia, saking manis nya pengen gue makan" diselingi gelak tawa yg di ikuti oleh yg lain, membuat Rara tersenyum malu.


Alma memang mempunyai sisi humoris, membuat orang-orang mengenal nya dengan hangat.


sedangkan Rara orang nya pemalu, tapi jika sudah mengenal sangat dekat, sisi humoris nya melebihi segala nya.


"Apaan si kamu Maa. E-ee.. Hay semuanya, aku Aura Syakila panggil aja Rara." Rara memperkenalkan diri dengan gugup dan wajah manis khas nya, membuat orang tidak berhenti memandangi saking gemas nya.


Merekapun duduk diantara anggota lain nya. sesekali ada yg meminta berkenalan, namun hanya dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh Rara. Karena Rara tidak gampang akrab dengan orang lain yg ia tidak mengenalinya.


Alma dan Rara keasikkan ngobrol jadi lupa kalau siang sudah berganti sore. Rara sesekali melirik handphone nya, 15:20 sudah sore pikir Rara. Alma mendelik pada Rara, seolah mengerti kalau sahabat nya ingin pulang karena sudah sore.


Alma pun mengajak Rara pulang, berpamitan pada semua anggota yg hadir. Tetapi sebelum pulang ia ingin mengisi perut dulu.


"Ternyata kamu punya banyak temen juga yah disini" Rara memasukkan kentang goreng ke mu mulutnya.


"Jangan salah Ra selama dikota ini aku udah masuk 3 club, pertama kali aku masuk club ya itu Metamorfosa."


"Gila kamu Maa, pantes aja kaya beda gitu Alma waktu SMK sama Alma yg sekarang. Jadi tomboy-tomboy gitu" diselingi tawa kecil


Alma mengerutkan dahi, mengingatkan diri nya semasa SMK. Sekilas tergambar kenangan bersama Rara dulu, Ia malah terkekeh geli mengingat itu.


"Hhh.. Perasaan sama aja dari dulu sampe sekarang Ra, kamu nya aja kali yg baru nyadar. Ehh iya si Geby kemana kok ngga keliatan si seminggu ini?"


Rara baru ingat, semenjak hari itu ia lupa menceritakan hal ini pada Alma.


Rara terlihat sedikit sedih mengingatnya, karena ia masih mempunyai hutang budi pada Geby atas bantuannya kala itu. " Iya Geby, dia nggak lolos kemarin. padahal kan aku mau berteman sama dia tapi malah ngilang gitu aja"


Alma juga turut merasakan kesedihan itu, walaupun demikian. Ia tidak merasa Geby akan merusak persahabatan nya. Menjalin pertemanan lebih baik kan ketimbang menjadi musuh.


Alma teringat sesuatu yg harus ia katakan pada Rara. "Ohh iya Ra maaf banget yah besok ngga bisa berangkat bareng. Soal nya aku izin"


Rara pun menghentikan aktifitas makan nya. "Izin? Emang mau kemana Maa?"


"Biasa bokap aku"


***


"Maaf aku harus pergi, jaga diri kamu ya" Laki-laki tersebut lantas mencium kening Rara, melepaskan pelukannya dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan Rara.


"Jangan pergiiiiiiii...." Sesaat tangis nya hilang karena mendengar bunyi alarm dari handphone nya.


04:20. Rara pun bangun dan menepuk jidat lalu mengusap wajah dengan tangan nya. " Cuma mimpi! huh.."


Dengan rasa malas dan kantuk nya ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi, membersihkan diri setelah itu memasak.


Saat sedang sarapan, Rara teringat mimpi nya tadi. Ia terlihat bingung dan heran " Aku mimpi apa sih tadi? Kok aneh gitu!." Melanjutkan makan nya agar segera berangkat kerja.


Setelah sarapan Rara meninggalkan rumah nya, menunggu taksi atau angkot ataupun ojek yg melintas di depan rumah nya.


Sudah hari ke-5 ia berangkat dan pulang kerja sendiri. Biasa nya ia selalu bersama Alma, namun sahabatnya berkata izin pada perusahaan untuk pergi dengan orang tua nya keluar kota.


"Alma pergi kemana sih, kata nya cuma izin bentar doang tapi ngga balik-balik lagi kesini, dihubungin ngga pernah nyambung" Rara pun seperti merasa kehilangan sesuatu, hanya Alma satu-satu nya sahabat yg ia punya. Ia juga tidak pernah bertemu tuan Re dikantor, kemana tuan Re? sempet-sempatnya Rara memikirkan tuan aneh itu.


Jam menunjukkan pukul makan siang, Rara menunda pekerjaan nya memutuskan untuk pergi ke kantin kantor.


Ia sebenernya ingin bertanya sebentar pada Asisten Rina perihal Tuan nya dan karyawan bernama Alma, sahabatnya. Namun Rara melihat ada seorang bapak-bapak tengah berbicara dengan Asisten Rina. "Tunggu, itu kayak ayahnya Alma. Tapi alma nya mana kok ngga ada? ngapain yah kesini?"


Rara tidak mau mengganggu, mengubur rasa penasaran nya. ia pun berjalan menuju lift untuk turun ke kantin kantor.


"Semua orang pada kemana sih, aku kok kaya hidup sendirian gini" mendesah gusar menyandarkan tubuh nya pada tembok, karena Rara makan di sudut kantin. "Aku harus cari tau Alma kemana, sekalian dehh cari tau tentang Geby juga. siapa tau dapet info nya."


Sepulang kerja Rara berniat mencari informasi tentang sahabat nya dan Geby. Walaupun ia sendirian mencari, tetapi jika dibarengi dengan keyakinan semua akan berjalan diluar dugaan kita. pikir Rara.


Menghabiskan makan nya yg tinggal sedikit lagi. Rara hendak mengambil minum namun segera diambil oleh seorang laki-laki dan memberikan nya pada Rara. Gadis itu terkejut, ragu-ragu mengambil minum tersebut.


Ini kan cowok yg kemarin. batin Rara. "BTW kamu kerja disini yah, Kok kita ketemu lagi?" Rara meneguk air minum nya.


Laki-laki itupun menjawab "Mungkin kita jodoh" tergelak sendiri dengan perkataan nya. Rara langsung menatap jengkel pada nya.


Laki-laki tersebut duduk di depan Rara terkekeh kecil melihat Rara." Gue makan disini ya berarti gue juga kerja disini lah"


Rara memasang senyum khasnya membuat laki-laki itu semakin gemas pada Rara." Ohh.. maaf aku nggaktau"


bersiap-siap hendak pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya yg ia tunda.


"Salam kenal yah..." belum selesai laki-laki itu bicara, Rara sudah berdiri.


"Iya maaf yah aku harus kembali kerja, permisi." berpamitan melangkahkan kakinya dengan cepat.


"Ehh bentar dong kita kan belum kenalan" teriaknya.


Ahh Shit! susah banget si dapetin nih cewek. mengusak rambut nya menggeram kesal.


Jangan lupa tinggalin jejak yah. Like&Comment nya... Kalo cuma mampir doang mah percuma hehe😙😙😙