My Greatest Husband

My Greatest Husband
Past Time Geby (2)



2 tahun berlalu.


Setelah Pengadilan Agama memutuskan bahwa kedua orangtuanya resmi berpisah, Geby dan ayah nya memilih pindah ke rumah baru yg dibeli Ayah. Jauh dari rumah lama nya. Selain tenang, disana juga nyaman karena tidak terlalu dekat dengan perkotaan. Udara nya selalu segar, membuat pemilik rumah betah berlama-lama dirumah.


Sepulang kerja, biasanya Geby lebih suka bermain di taman belakang.


Ya, Sekarang Geby sudah masuk dunia kerja, ia bekerja di sebuah gerai kue. Ia sangat suka membuat kue, jadi ia menyalurkan hobi nya di gerai tersebut.


Ia bekerja dari hari Senin-Jum'at, selebih nya hari ia bekerja sampingan sebagai penyaji minuman di Wahaha.


Malam hari ketika Geby selesai pulang bekerja, ia mendapati Ayah nya tengah mengobrol mesra dengan wanita.


Itu kan tante tetangga sebelah, perasaan sering banget kesini. pikir Geby


Mendekati Ayah nya, bersalaman seperti biasa. Saat bersalaman dengan Tante itu, Geby menatap malas padanya. Tetapi Tante malah mengulas senyum pada Geby.


"Baru pulang kerja yah By?" pertanyaan basa basi Tante membuat Geby semakin malas menanggapi.


"Iyah seperti yg tante lihat, Aku ke kamar dulu Ayah,tante"


Awas aja kamu anak kecil, kamu akan segera tersingkirkan supaya tidak mengganggu kehidupan ku. batin Tante dengan Mata melotot tajam melihat punggung Geby, dan bibir nya menyeringai.


"Kenapa sayang?" tanya Ayah tanpa curiga dengan tatapan wajah Tante.


"Ohh nggakpapa sayang gigi ku sedikit ngilu" tersenyum puas pada sang calon suami nya itu.


Geby berlalu menuju kamar nya, membersihkan diri dengan berendam air hangat membuat nya rileks. 15 menit kemudian ia sudah bersiap untuk istirahat, tapi perut nya sudah berbunyi kruyuk...kruyuk... Makan dulu lah biar bisa tidur. pikir Geby


Sampai di dekat meja makan, terlihat Ayah dan Tante sedang makan bersama. Geby malas melihat wanita itu, ia membalikkan badan hendak kembali ke kamar. Namun Ayah nya segera memanggil


"Geby, mau kemana? sini makan dulu kamu pasti udah laper"


Geby pun berbalik lagi. Oke aku laper dan aku mau makan, mungkin makan dengan tenang semua akan baik-baik saja. batin Geby duduk dimeja makan tanpa menjawab ucapan Ayah nya.


Geby makan dengan tenang meski ia risih melihat Tante yg sok perhatian sama Ayah.


Ditengah menikmati makan malam,Ayah harus menyampaikan suatu hal penting kepada putrinya.


"Geby, sebentar lagi Tante bakal jadi Mamah kamu. Kamu harus bersikap baik yah sama dia" ujar Ayah nya.


Aktivitas makan Geby terhenti, menatap bingung kepada sang Ayah " Maksud Ayah, mau nikah sama Tante ini?"


"Iyah 2 minggu mendatang Ayah harus berangkat ke London, Ayah akan dilantik disana dan sebelum nya Ayah mau nyunting Tante dulu biar nemenin Ayah disana" Tersenyum bahagia pada Tante "Boleh kan By?"


Geby berfikir sejenak, kayanya Ayah udah bisa jatuh cinta lagi walaupun sama Tante nggak jelas ini. Semoga aja Ayah nggak salah pilih. Asal Ayah nya bahagia ia pun turut berbahagia. pikir nya. Geby mengangguk pertanda menyetujui apa yg akan dilakukan Ayah.


2 minggu kemudian.


Ayah sudah resmi menikah dengan Tante. suka cita Geby menerima Tante sebagai Mamah tiri nya. selain Geby yg terlihat bahagia melihat senyum Ayah nya, sang pemilik senyum bahkan lebih bahagia dari segala hal.


Para tamu yg hadir tidak sembarang orang diundang, mereka adalah orang-orang penting. Ayah memang pembisnis besar sampai setelah ini ia akan dilantik sebagai Duta Pariwisata. Tak jarang Geby pun masih terlihat manja di depan Ayah nya.


Seperti yg Ayah bilang 2 minggu yg lalu, keesokan hari nya kedua pasangan pengantin baru ini tengah berkemas. Karena 2 jam lagi pesawat akan lepas landas.


Tangan Ayah memegang tangan putri nya, lebih tepat nya menenangkan "Kamu tenang aja disini kamu ngga sendiri, ada Uncle sekeluarga yg akan siap jagain kamu sayang" mencium dan mengusak rambut Geby.


Tante atau lebih tepat nya Mamah tiri Geby pun ikut nimbrung menenangkan "Iya sayang kita nggak akan lama kok disana hanya 6 bulan, iya kan Ayah" Tersenyum mengusap kepala Geby dengan lembut yg dibuat-buatnya.


"Yaudah papah tinggal dulu sayang, jaga diri baik-baik disini ya nak" memeluk putrinya kemudian bersalaman dengan Uncle "Saya percayakan semua nya padamu" menepuk bahu Uncle.


Hari berganti hari, Bulan berganti bulan.


Dirumah Geby merasa sendiri meskipun ada keluarga Uncle. Uncle hanya mempunyai anak satu, laki-laki bernama Dafa.


Dafa sesekali memberi perhatian pada ponakan nya itu, namun Geby tetap cuek. Ia merasa semua nya membosankan.


Setiap sedang bekerja di Wahaha Geby sesekali mencoba minuman-minuman yg biasa ia sajikan kepada para pengunjung. 2-3botol ia habiskan setelah itu pulang malam kerumah dengan sempoyongan, untung hanya Dafa yg tau.


Geby bosan menunggui Ayah nya yg tak kunjung pulang , isi rumah yg memuakkan. Ia ingin suatu hal baru dengan cara mencari perhatian pada setiap lelaki, cara yg elegan dan tidak murahan. Pertama yg ia cari ialah di Wahaha disana banyak laki-laki.


Di Wahaha banyak teman, sesekali ia ikut bergabung untuk sekedar minum atau berdansa. Jika sudah merasa pusing ia pulang, Namun pada suatu hari ada laki-laki yg terus memperhatikannya setiap minum.


Laki-laki itu adalah Lee.


Ditengah perkumpulan peminum ada Geby disana, Lee melihat Geby yg seperti mainan sedang di perebutkan oleh para pria disitu. Lee menerobos kerumunan dan duduk disebelah Geby. "Jangan macem-macem kalian sama cwe gue Anjing!" memeluk Geby yg sudah seperti daging yg siap dimangsa. Lee hanya menyelamatkan Geby supaya tidak jatuh lebih jauh, karena ia hafal akan terjadi sesuatu jika wanita sudah seperti ini.


Entah harus percaya atau tidak para pria itupun mundur. Tidak ingin berurusan dengan Lee, mereka tau bahkan seisi pengunjung disini tau Lee adalah Pengusaha sukses yg terkadang menyalurkan nafsu nya pada wanita di sini dengan bayaran yg 3 kali lipat dari yg lain. Tidak jarang mereka menyebutnya Sultan, tapi Lee tidak sembarang pilih saat mengajak wanita untuk tidur dengan nya.


Genap 6 bulan, Ayah nya pun pulang dari London. Tapi entah mengapa Geby merasa biasa-biasa saja melihat kedatangan Ayah nya. Entahlah, sepulang dirumah Ayah juga sesekali meributkan tidak tau masalah apa dengan Mamah tiri nya.


"Gue rasa masalalu kaya keulang lagi sekarang. Gue muak liat nya, gue pikir Ayah berubah dengan kehadiran Tante. Tapi apa Ayah sama Tante sama aja!" Mendengus kesal mengingat itu "Gue kabur dari rumah pergi ke Wahaha. Untung disana ketemu Lee, Curhat banyak sama dia terus dia ngijinin gue tinggal dirumah nya"


Cerita nya terhenti, membuat Rara menggeram " Ayo dong By lanjut"


"Udah ah frustasi gue Ra. Ayo ke belakang" menarik tangan Rara keluar kamar.


"Ihh apaan cerita nya belum selesai"


"Nanti aja gue Ceritain lagi, Loe bikin gue frustasi"


"Oke-Oke" pasrah di seret Geby untuk mengikutinya.




Ngomong\-ngomong Wahaha itu sama aja kaya Club malam/Diskotik/Semacam nya ya Gaess..


Dan "By" itu nama belakang Geby jadi di bacanya "Bi"



Oke.. jangan lupa dukung terus yaaa... cerita nya menurut kelean gimana? Tinggalin jejak Love&Like&Comment ya gaeess😙😙♥️♥️