My Greatest Husband

My Greatest Husband
Pekerjaan! Tuan?



Pukul 05:25


Rara bangun dan bergegas ke kamar mandi. Setelah itu ia duduk dimeja makan ingin sarapan, namun lupa


belum memasak sedari tadi.


Kosong BLONK?!


Kulkas belum terisi bahan masakan karena memang kemarin ia tidak sempat berbelanja.


Akhirnya ia sarapan dengan 3 lembar roti yg tersisa di tas nya, sambil menunggu Alma datang menjemput.


"Gimana, udah siap buat interview seleksi hari ini?"


"Siap86 bossQu" sembari menegapkan tubuhnya lalu mengangkat tangan kanan seperti memberi hormat dan tak kalah senyum semangat nya merekah.


Alma pun hanya terkekeh melihat kelakuan sahabatnya itu.


Hari ini seperti yg Alma katakan kemarin, ada seleksi penerimaan karyawan baru di tempat ia bekerja,Presdir Winata. Ya, perusahaan besar yg memuat beberapa perusahaan anak cabang sedang membutuhkan karyawan.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan,Rara dengan penuh


semangat berantusias mendaftarkan diri dan berharap lolos seleksi.


"Nanti pas seleksi bakalan di interview langsung lho sama CEO perusahaan" Alma memberi tahu Rara, memecah jalanan dengan mobil nya berkecepatan sedang, pandangan nya tetap melihat ke arah depan.


Ya mungkin masih pagi atau penduduk yg tidak ingin meninggalkan mimpi nya, jalanan hari ini lumayan lancar.


"Maksud kamu pemilik perusahaan Maa?"


"He'emm... nanti pas di tanya² sama dia, jawab nya santai aja Ra biar ngga gugup"


"Oke deh,tapi tergantung sih. Emm.. emang orang nya galak ngga Maa?"


"Nanti lho juga tau" sahut Alma keluar dari mobil nya karena sudah sampai di parkiran gedung besar Presdir Winata.


"Semangat yah RaraQu" Alma memberi semangat sambil memeluk Rara. Dengan senang hati Rara menyambut pelukan itu.


"Makasih AlmaQu"


Jarak antara kontrakan Rara menuju tempat kerja Alma hanya memakan waktu setengah jam,jika tak macet.


"Geby Farasha .... " panggil seorang manager pada calon karyawan tersebut.


"Gue masuk dulu yah" ucap nya pada Rara.


"Semangat" tidak lupa senyum manis nya, Rara berikan pada teman yg baru mengenal nya 1 jam yg lalu.


Rara mengatur nafas nya. Tarik nafas lewat hidung, keluarkan lewat mulut. Kedua tangan nya juga ikut memperagakan.


aku pasti bisa, ngga boleh gugup dan jawab apa ada nya, semangat Ra. Tangan nya mengepal ke udara menyemangati diri nya.


Tidak lama Geby pun keluar.


"Gimana By?" tanya Rara.


"Aura Syakila Kinanti .... "


Belum sempat Geby menjawab, nama Rara telah dipanggil. Akhir nya Geby hanya tersenyum dan berkata " Semangat Ra".


Rara masuk ke ruangan itu,duduk,siap di interview dan Haaa..... betapa terkejut nya ia melihat wajah tampan orang yg akan meng-interview nya itu.


"Nama loe, siapa?!" tanya Re.


Diam, tidak menjawab, Rara malah memasang wajah manis nya yg tanpa di buat-buat itu, membuat calon atasannya bergidik gemas melihatnya.


Cewek aneh ini lagi,kok bisa sih dia disini. Tapi lihat, Ya Tuhan kenapa dia manis seperti itu. Batin Re


Ini kan cowok tampan yg waktu itu hampir bikin aku mati,Oh My Good. Batin Rara


"Loe punya nama kan cewek aneh" Sentilan tangan Re pada pemilik dahi itu menyadarkan Rara dari lamunan dan mengaduh.


"Ahww ehh iya..itu, Aura Syakila Kinanti ya itu nama saya Pak,panggil Emm... panggil aja sesuka hati bapak" Sambil mengusap dahi nya,Rara gugup tersenyum malu-malu.


"Loe kira gue bapak loe?!."


"Hehe maaf pak ehh, terus saya panggil apa dong"


***


"Yakin Ra?"


"Iyah jadi dia tuh naik mobil nya kenceng banget, hampir aja mau ngilangin nyawa aku sama mobil sport nya itu Maa"


"Tapi untung lho kamu ngga kenapa-napa Ra"


"Tapi liat deh ,, ahh saking tampan nya tadi,pas interview sempet gugup aku"


" Lebay lho Raa.." celetuk Geby tergelak yg Alma pun juga ikut tertawa.. Rara hanya cemberut dan tersenyum malu.


Ya Geby memilih gabung makan siang dengan Rara dan Alma,meskipun banyak teman yg ia kenal dari sesama calon karyawan Presdir Winata tadi. Tetapi ia merasa tidak se-akrab dengan Rara.


Merekapun ngobrol-ngobrol sambil menunggu pesanan datang. Setelah nya Rara dan Geby memilih pulang sedangkan Alma harus ke kantor, karena pengumuman lolos seleksi diadakan besok.


"Bareng gue aja Ra pulang nya, daripada naik taksi, bayar"


"Nggak By, aku naik angkot aja sekalian mau belanja kebutuhan aku."


"Yah justru itu biar ngirit duit kamu ikut sama Geby aja Ra kan sekalian juga Geby nganter kamu belanja"


"Tapi..."


"Udah tenang aja loe ngga ngrepotin kok, yuk ikut aja"


"Yaudah deh, duluan yah Maa." memeluk Alma sebelum pergi


"Gue titip Rara yah By" disambut senyum dan anggukan oleh Geby dan Rara.


Di perjalanan, Rara ingat harus belanja kebutuhan nya.


"By,mampir ke Pasar tradisional yah"


"Ohh iya loe mau belanja kan?"


Rara hanya menjawab dengan anggukan.


"Kenapa ngga ke mall aja? atau supermarket?"


"Hehe ngga biasa belanja disitu, aku biasa belanja di pasar. Selain murah dan segar, kita juga bisa beramal sama mereka."


deuh beramal-beramal pala lho,sok suci banget ni anak. maki Geby dalam hati.


Geby dan Rara memang belum mengenal jauh satu sama lain, namun mereka bisa menyimpulkan sendiri watak lawan bicara nya.


Bertanya, tawar menawar, lalu bayar. Rara melakukan itu dari gerai satu ke gerai lain nya. Ia lakukan dengan senang hati bersama Geby yg juga memberi saran dan mengikutinya sedari tadi itu.


Saat hari sudah mulai senja, Rara dan Geby memutuskan untuk pulang.


Sampai lah di halaman kontrakan Rara.


"Kamu ngga mau mampir dulu, masak-masak terus nanti kita makan malam bareng. Kamu pasti laper By"


"Ngga usah Ra, makasih. Aku langsung pulang aja, mungkin lain kali aku mampir."


"Yaudah, makasih udah nemenin aku belanja, maaf udah ngrepotin."


"Oke, sampai jumpa besok Rara. Selamat Sore." pamit Geby tersenyum kepada Rara lalu membawa mobil nya meninggalkan Rara.


"Sore"


Setelah itu masuk kedalam rumah, mandi air hangat, lalu memasak bahan makanan yg ia beli tadi untuk makan malam nya. karena di kontrakan ini Rara tinggal sendiri.


Setelah makan malam, Rara merebahkan tubuh nya.


mengingat semua kejadian hari ini, cukup melelahkan.


Tapi,tunggu Teuku Reki Firman Ardiwinata beserta wajah pemilik nama itu terus terngiang didalam pikiran nya.


"Massa sih dia bakalan jadi atasan aku? bisa ketemu tiap hari dong klo gtu..Aaaa"


Ia senyum-senyum sendiri sambil bergulingan diatas kasur nya itu, hingga tak sadar ia sudah terlelap.


Jangan lupa tinggalin jejak yah, mampir doang mah percuma hehe😙