My Greatest Husband

My Greatest Husband
Tuan Muda Aneh! (2)



Setelah keluar ruangan Re, Rara bernafas lega karena ia sudah tidak sabar untuk mengisi perutnya. Sesekali bergidik kesal mengingat kelakuan tuan nya tadi.


Sedang berjalan menuju lift tapi Rina, Asisten tuan Re menghentikan langkah nya. "Aura, kamu mau pergi kemana? 5 menit lagi masuk jam kerja"


"Mau makan siang mba"


"Dari mana saja kamu baru makan siang? cepat duduk nanti tuan Re ngomel-ngomel lagi" Celoteh nya.


"Biarin aja mba Rina, lagian aku udah di kasbon waktu sama tuan Re" Rara memberitahu Asisten Rina.


"Oke-Oke, 15 menit dari sekarang kamu harus udah ada di meja kerja mu"


"Hah?!.. iyaiya aku pergi dulu mba"


Sambil berjalan cepat menahan kesal, Rara memasuki lift untuk pergi ke kantin kantor.


Re menempatkan Rara di bagian kerja yg sama-sama berada di lantai atas. memang tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan disini, hanya orang-orang khusus yg dipilih Re untuk bekerja disini.


Hanya dua karyawan baru yg di tempatkan di ruangan khusus ini, termasuk Rara. Entah apa yg membuat pikiran nya seperti ini, tetapi Re benar² menempatkan karyawan itu disini.


"Akhirnya perut aku ke isi juga hmm"


Rara menepuk perut nya yg sudah 70% terisi, lalu melanjutkan makan nya yg sedikit lagi habis. Tiba-tiba ada tangan yg memberi nya sebotol air putih, Rara terkejut dan mendongak ke arah si pemberi.


"Jangan lupa minum, makan loe rakus ntar depresi lagi"


Terkekeh kecil laki-laki itu menyodorkan air putih tersebut pada Rara.


"Makasih" dengan senyum manis khas nya.


"Ngomong-ngomong kok loe baru makan siang sih, kan udah waktu nya jam kerja"


"Iya tadi ada urusan sebentar"


"Emang ngga dimarahin atasan loe?"


"Nggak, atasan aku udah tau. Kalo gitu aku masuk dulu"


"Ehh bentar dong belum selesai ngobrol, nama loe siapaaaa" teriak laki-laki tersebut.


Rara tak menghiraukan teriakan laki-laki tadi, ia terus berlalu untuk segera sampai di meja kerja nya tanpa ada kata 'terlambat'. Seperti yg dikatakan Asisten Rina, ia harus tepat waktu.


"Aura, kamu harus kerjakan ini secepatnya. Karena data ini penting untuk segera di proses dan di kembali kan besok." memberi dokumen tersebut pada Rara "Kalau ada yg tidak kamu mengerti, bertanyalah"


"Baik mba Rina" Rara menerima dokumen yg di berikan Asisten Rina untuk segera dikerjakan.


Saat tengah mengerjakan, Rara mendengar percakapan antara Asisten dan Tuan nya itu. Karena meja kerja nya tidak jauh dari meja Asisten Rina.


"Tolong, di cancel jika ada meeting untuk beberapa hari kedepan. Saya pergi bersama manager Johan, keluar kota mengurus beberapa hal. Saya percayakan semua nya padamu"


"Baik tuan saya mengerti, kira-kira berapa hari tuan di luar kota?"


"Tidak tau, nanti akan saya kabari jika memungkinkan"


Berlalu menuju pintu lift, mata Re menatap tajam pada Rara. Tersenyum meledek padanya.


Rara hanya menatap nya sekilas lalu memalingkan wajah ke dokumen yg ada di depan nya. Apaan si ngeliatin aku gitu banget. mau aku colok tu mata sama mulut nya, emang ngeselin!. batin Rara saat Re sudah memasuki lift.


Seperti yg dijanjikan Alma kepada Rara, akhir nya mereka pulang bersama. Namun di perjalanan Rara malah terdiam belum bercerita apa-apa.


"Ra, kamu kenapa sih? kata nya mau cerita tapi diem aja"


"Nanti ya aku ceritain dirumah, malem ini kamu nginep dirumah aku aja. Aku mau cerita banyak sama kamu Maa"


"Hmm oke deh, pulang kerumah aku dulu yah ngambil baju"


"Gausah Maa, pake baju aku aja kan banyak"


"Iyah iyah deh"


Sampailah di halaman rumah Rara. Mereka pun mandi bergantian lalu masak bersama untuk makan malam mereka.


Rara memotong ayam sedangkan Alma memotong bahan untuk bumbu nya.


Rara tengah memotong ayam yg masih segar itu sambil membuka obrolan. "Tadi sih aku ngga nyangka kalo aku masuk ruangan soal nya manager nya tuan Re kaya manggil-manggil nama gitu, terus yg masuk itu yg lolos seleksi"


"Berarti adatnya masih sama kaya dulu kalo nyari karyawan gitu seleksi dulu, tapi yg aku ngga ngerti tuh tiba² aja kita lolos padahal latarbelakang kita kaya gini. Heran aja gitu, tapi perusahaan nya tetep maju sampe sekarang"


"Tau darimana kamu Maa? kan kamu juga baru kerja beberapa bulan disini. Hmm.. Ya palingan ada teknis khusus buat nilai calon karyawan nya"


"Ya tau dong Ra, secara kan aku temenan baik sama karyawan yg lain disitu. Oh iya Ra, kamu kerja dibagian apa?"


"Tuan Re sih nempatin aku di lantai paling atas deket ruangan nya, soalnya cuma ada dua karyawan baru yg disitu"


"Wahh enak dong bisa curi-curi pandang sama atasan, kamu kan suka sama tuan Re" Alma menggoda Rara dengan senyum jahilnya.


Rara hanya tersenyum malu, lalu memonyongkan bibir nya sebal. "Apaan si kamu Maa, nggak aku nggak suka sama dia. Kesel banget pokok nya"


Ayam potong dan bumbu nya sudah siap untuk dibakar, namun Rara dan Alma malah keasikkan ngobrol jadi lupa untuk itu. Mereka membuat ayam bakar dan lalapan untuk makan malam.


Setelah semua selesai, kedua sejoli ini membersihkan tangan mereka yg sedikit kotor akibat berkutik di dapur tadi. Tidak butuh waktu lama mereka sudah duduk di meja makan dan menyantap makanan buatan mereka.


"Ohh iya Ra kok kamu jadi tiba-tiba ngga suka sih sama dia?" tanya Alma penasaran, menyuapkan kembali ayam itu ke mulutnya sendiri.


"Gimana nggak kesel coba ngomongin aku aneh, tapi dia sendiri yg aneh kaya orang nggak waras"


"Aneh gimana maksud kamu..."


"Massa kerja cuma duduk aja ngakunya capek, suruh beliin jus di resto favorit nya, yg jauh dari perusahaan padahal kan ada resto yg deket..." sambil mendengus kesal Rara minum sebentar lalu melanjutkan kalimat nya tadi. "Dan yg lebih parah dia nyita waktu makan siang aku tadi. apa coba yg lain makan aku masih kerja, yg lain kerja aku baru makan"


Alma hanya menertawakan tuturan sahabatnya itu. Rara hanya menatap sebal. "Apaan sih kamu Maa kok malah ketawa"


Rara memasang wajah cemberut pun Alma masih tergelak. Sampai ia tersedak oleh irisan timun yg ia makan tadi.


Hhh.. polos banget sih loe Raa.. batin nya pun juga menertawakan.


Rara mengambilkan minum untuk Alma. " Puas kamu Maa ngetawain aku"


Akhir nya merekapun selesai makan malam dan memutuskan untuk tidur.


Jangan lupa tinggalin jejak yaaa. Like&Comment nya


... kalo cuma mampir doang mah percuma hehe😙😙😙