My Greatest Husband

My Greatest Husband
Tuan Muda Aneh!



Rara menyambut pagi hari ini dengan riang nya. Bangun tidur ia langsung memasak, setelah selesai ia langsung membersihkan diri ke kamar mandi.


15 menit lama nya baru ia keluar, mengambil baju dari lemari lalu memakai nya,memoles diri dengan bedak dan lipglos nya. tidak lupa dengan parfum yg bau nya tidak menyengat namun kalem saat terhirup.


Memandangi diri nya dicermin sebentar. semua nya sudah rapih, dengan dandanan nya yg tidak terlalu menor dan sederhana membuat aura kecantikan nya keluar secara alami dan lihat senyum nya begitu manis jika siapapun memandang nya.


Oke sudah siap apapun keputusan seleksi nanti ku harap akan baik. batin Rara


Lalu ia bergegas menuju meja makan untuk sarapan, tidak lama bunyi klakson mobil terdengar dari luar.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Rara sudah menghabiskan sarapan nya dan keluar rumah untuk melihat siapa yg datang.


"Ehh Alma udah dateng aja"


"Hehe iyah kamu udah siap?"


"Udah, kamu mau sarapan dulu ngga? pasti belum sarapan kan"


"Nggausah Ra, aku udah sarapan kok tadi dirumah"


"Ohh yaudah kalo gitu langsung berangkat aja yuk"


Mereka pun masuk kedalam mobil, meninggalkan halaman rumah Rara.


"Ra, semoga kamu diterima yah di presdir Winata biar kita bisa bareng-bareng lagi kaya waktu SMK dulu"


"Yah semoga aja nasib aku lagi baik Maa, secara kan aku cuma lulusan SMK ... "


Alma pun memotong ucapan Rara. "Ssttt... kamu jangan ngomong gitu dong Ra, aku aja baru putus kuliah terus langsung ngelamar kerja di situ tapi untung nya aku diterima."


"Ya tapi kan ... "


" Udah gausah mikir yg macem-macem. fokus sama seleksi Ra, semoga kamu diterima"


"Oke Maa semoga aja"


Mereka pun sampai di halaman parkir mobil Presdir Winata, Rara dan Alma memasuki gedung megah itu. Mereka berpisah saat berpapasan dengan Geby lalu memasuki ruangan yg berbeda, karena Alma adalah karyawan sedangkan Geby dan Rara masih Calon.


Para calon karyawan menunggu di depan ruangan atasan nya. Tidak lama terlihat Re baru datang dan akan memasuki ruangannya, pada saat itu pula semua calon memberi hormat dengan membungkukkan badan ketika Re melintas di hadapan mereka.


Saat berjalan didepan Rara, mata Re tidak lepas memandangi wajah manis tersebut. Lalu segera memalingkannya saat akan memasuki pintu. karena Rara duduk diantara kursi ke-3 sebelum pintu.


Sementara manager Johan berhenti tepat di depan pintu untuk memanggil nama calon karyawan yg lolos seleksi. " Selamat pagi semuanya"


"Pagii..." Serempak mereka menjawab.


"Baik, saya mulai saja. nama yg terpanggil nanti diharap masuk ke ruangan, karena nama-nama yg terpanggil itu nama yg lolos seleksi ini."


Manager Johan pun memanggil semua nama yg lolos seleksi. setelah selesai ia sedikit mengatakan sesuatu lalu masuk ke dalam ruangan. " Maaf untuk tersisa nya calon karyawan yg disini, terimakasih atas kehadiran dan kerja sama nya. Mungkin lain waktu kalian bisa berdiri disini kembali."


Kok nama gue ngga terpanggil sih, Sedangkan Rara udah ada didalem. ngga adil banget *******!!. sambil menggerutu kesal Geby menjejakkan kaki nya pergi dari gedung mewah ini.


Saat manager Johan sudah masuk kedalam ruangan, Re memperkenalkan diri disusul dengan sambutan dan ucapan terimakasih. sedangkan Pembagian kerja dan selebihnya disampaikan oleh manager Johan.


Saat pembagian kerja, mata Rara tidak berhenti mencari-cari wajah teman nya yaitu Geby.


Kok Geby ngga keliatan ya, apa jangan-jangan... Rara membatin setelah menyapu bersih ruangan Re dengan mata nya. Nihil, ia tidak menemukan orang yg dia cari.


Pembagian kerja dan selebihnya selesai, jam menunjukkan pukul makan siang. Manager Johan membubarkan karyawan yg berada di ruangan tersebut untuk keluar makan siang dan menempati kerja nya masing-masing setelah selesai, tapi tidak dengan Aura Syakila.


"Aura Syakila, Loe bisa kan layanin gue dulu sebelum loe makan siang. nanti gue kasbon waktu kalo loe telat"


"Tapi... emm baik pak ehh tuan hehe"


"Nanti anda bisa ambil makanan itu di meja resepsionis bawah"


"Baik pak Johan".


Rara pun ke lantai bawah menggunakan lift, karena ruangan Re terdapat di lantai paling atas.


Saat sudah sampai di lantai bawah, Rara keluar dari lift dan mendapati Sahabat nya tengah berjalan menuju pintu keluar. "Alma.. kamu mau kemana?"


"Hey Rara, tepat banget ketemu disini. Aku mau makan siang sama Riski, ikut yuk"


"Hehe maaf yah Maa aku ngga bisa ikut, soal nya lagi disuruh atasan aku nih"


"emm ini kan udah jam makan siang, kok masih sempet-sempatnya sih tuan Re nyuruh kamu".


"Iya sih, tapi nggakpapa lah Maa. lagian ini juga hari pertama aku kerja"


"Beneran kamu di terima disini Ra?" Rara mengangguk senang sambil tersenyum. "Yaudah kalo gitu nanti kita pulang bareng yah Ra, sampai jumpa"


"Oke Ma"


Setelah berbincang dengan Alma dan sudah mendapatkan makan siang Re, Rara kembali menaiki lift menuju lantai atas.


"Selamat siang tuan, ini makan siang anda. Selamat makan"


"Loe mau nge-bunuh gue ya, massa gue makan tanpa minum"


padahal dimeja kerja Re terpampang jelas air putih siap minum, namun kedua nya tidak menyadari itu.


"Ehh iya tuan, maaf saya lupa"


"Beliin gue jus jeruk sekarang juga"


"Di resto pilihan tuan Re, Restoran Bintang Saji" manager Johan memberitahu Rara agar tidak salah tempat saat membeli nya. Karena hanya restoran itu yg terbaik, bagi segi rasa maupun gizi menurut tuan muda nya itu.


Letak perusahaan menuju resto tersebut hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja jika dengan kendaraan beroda empat. Rara pun buru-buru memberangkatkan diri ke resto itu.


"Ada-ada aja deh kelakuan tuan Re, padahal kan ada resto di depan perusahaan yg lebih deket. Kok malah nyuruh aku beli yg jauh dari perusahaan, ihh ngeselin" Rara mendengus kesal mengingat itu.


sepanjang perjalanan dari berangkat dan sekarang sudah sampai di perusahaan kembali pun Rara hanya menggerutu.


Lalu dengan berat hati Rara melangkahkan kaki nya lagi menuju lantai ruangan Re.


"Ini minuman yg anda pesan tuan" dengan lihai nya Rara menuangkan kemasan jus jeruk tersebut kedalam gelas kosong yg ia ambil sebelum sampai di ruangan Re. " Selamat menikmati tuan" sambil tersenyum pada tuan nya itu. Tinggal satu suapan terakhir, makan siang Re selesai.


Re berpindah tempat duduk menuju sofa lalu mensejajarkan kaki nya ke atas pinggiran sofa. "Pijitin kaki gue, gue capek"


"Baik Tuan"


Manager Johan hanya menggeleng kepala melihat tingkah tuan muda nya itu dengan tawa tertahan.


Apa lagi sekarang. dari tadi kerjanya cuma duduk doang tapi ngakunya capek. jadi siapa yg aneh. Rara menggerutu sebal dengan Tuan nya itu.


"Tuan, tidakkah kau mengijinkan Aura, seperti nya dia terlihat lapar."


Re melirik sebentar pada Rara. "Oke baiklah, Loe boleh keluar dari sini. tapi inget kerjaan Loe"


"Siap tuan, terimakasih" Memasang wajah manis nya seolah tidak sedang merasakan apa-apa lalu keluar ruangan.


Menarik. walaupun udah gue suruh-suruh semau gue, bahkan dia masih bersikap manis?.


Jangan lupa tinggalin jejak yah, Like&Comment nya♥️.. kalo cuma mampir doang mah percuma hehe😙