
Kenapa Juga gue harus ketemu sama cewek aneh itu,jadi telat kan gue. menggerutu karna insiden tadi siang. Cowok itu sedang buru² karna harus meeting dengan klien penting.
Sementara di depan ruangan Re sedang berbincang asisten nya dan Silvi.
"Mba Rina,apa Re ada didalem?" tanya Silvi pada asisten tersebut.
"Ngga ada, lagi meeting di ruangan sebelah" Sahut Rina asisten Re.
"Kalo manager Johan dimana?"
"Ikut meeting sama Tuan Re" kini asisten menatap tidak suka pada Silvi.
Ia ingat pesan Re sebelum meeting,selama Re tidak ada diruangan nya siapapun tidak boleh masuk termasuk Silvi calon tunangan nya itu.
"Baiklah aku akan menunggu mereka sampai selesai" ujar Silvi sambil membuka pintu ruangan Re, ia berniat menunggu di dalam ruangan Re. Namun segera di hentikan oleh asisten Re.
"Silvi, apa kau tidak punya pekerjaan selain mengganggu mereka?" sambil menatap Silvi kesal.
Jujur saja, jangankan manager Johan dan Re, sekretaris Rina pun tidak suka dengan sikap Silvi.
"Apa maksud sekretaris,kau tau kan saya siapa?" dengan angkuh nya berbicara.
Tidak menyadari Re berada di belakang nya dan menyahut ucapan Silvi.
"Memangnya loe siapa?percaya diri loe tinggi juga ternyata" Re sambil tersenyum kecut memasuki ruangan nya,disusul Silvi.
"Kan loe calon tunangan gue,jadi jangan jutek² gitu dong Re" saat mereka sudah berada di dalam ruangan Re,Silvi mencoba menggoda nya.
"Jangan mimpi loe! udah sana keluar gue sibuk." perintah nya tegas,namun tidak dihiraukan Silvi.
"Hey nona,apakah anda tidak ada kerjaan? Tuan Re masih banyak urusan sebaiknya nona keluar dari sini" kini manager Johan angkat bicara karena mulai jengah dengan Silvi yg seolah² tidak mendengar itu,dan masih menggoda Re.
Tubuh mungil,Rambut pirang lurus,paras cantik nan menawan itu yg dimiliki Silvira Najwa Adipura anak dari teman ibu nya Teuku Reki Firman Ardiwinata.
Ya itu nama yg dimiliki Cowok itu,hasil dari buah cinta Teuku Rio Ardiwinata ayah Re dan Fanny Angelina Ardiwinata ibu Re. Dan Bu Fanny menjodohkan Re dengan anak pertama dari keluarga Adipura tersebut,tapi siapa sangka Re menolak nya mentah².
Walaupun Silvi yg demikian,Re malah tidak suka dengan nya,ia pikir wanita yg sedang menggoda nya ini adalah wanita murahan yg gampang sekali tertarik pada pria.Tapi Bu Fanny tidak melihat sisi tersebut dari anak nya,Bu Fanny tetap pada keyakinannya untuk mendekatkan anak nya dengan Silvi.
"Manager Johan" panggil Re.
"Ya tuan" sahut manager Johan sambil membungkukkan badan nya sopan.
karena merasa mulai ternodai saat Silvi memegang pundak nya dari belakang hendak memeluk nya,"Panggil keamanan!"
"Baik tuan" hendak menelfon keamanan yg berada di lantai bawah.
Mendengar ucapan Re dan manager Johan,Silvi pun urung memeluk merasa tau apa yg akan terjadi selanjut nya. Lalu berinisiatif sendiri untuk pergi dari ruangan Re.
"Baik-baik terimakasih manager Johan tidak perlu memanggil keamanan,Mungkin kita akan bertemu di lain waktu sayang" goda nya sambil memegang dagu Re dan langsung di tepis oleh nya.
***
"Re, kapan kamu bawa calon menantu buat mamah? umur kamu udah berkepala 2 lho, tapi kamu masih aja enak-enakan sendiri"
Ya memang saat ini putra Bu Fanny dan pak Rio tersebut seharus nya sudah menikah dan beranak 2. Namun saking asik nya sendiri, Re sampai lupa bahwa umur nya kini menginjak 30thn dan blm juga menikah.
"Nanti klo Re nikah ganteng nya ilang dong mah" disusul gelak tawa nya yg membuat papah nya juga ikut tergelak.
"Kau ini Re,kenapa blm juga nikah?papah juga pengen segera nimang cucu" sambil meminum kopi nya dan kembali membaca dokumen² perusahaan nya,tapi tetap mendengarkan istri dan anak nya berbincang.
"kalo kamu ngga mau nyari sendiri, mamah aja yg nyariin ya Re"
"Ada temen mamah,dia punya anak yg masih single. Dia baru pulang pemotretan lho dari belanda,cantik lagi. Nanti mamah ajak main kesini yah" sambil tersenyum sumringah saat mengingat kembali obrolan nya dengan teman arisan nya kala itu.
"Hemm... iyalah terserah mamah".
2 hari setelah perbincangan Re dan kedua orang tua nya.
" Re pulang kerja jam berapa Tante?" tanya wanita muda yg dibicarakan ibu Re malam itu.
"Sekitar jam 8 malam Vi,sabar yah bentar lagi juga pulang"
Hari ini pertama kali nya Silvi berkunjung kerumah bu Fanny.Silvi sudah berada dirumah ini sejak sore tadi, karna bu Fanny juga sengaja untuk mengajak Silvi makan malam,walaupun pak Rio tidak bisa ikut karena sedang mengurus perusahaan nya yg berada diluar kota.
"Itu Re dateng...,Re sini nak ada Silvi"
Re melirik sebentar ke arah Silvi,
"Hay kak,salam kenal,Silvira Najwa" tersenyum manis yg dibuat-buat Silvi sambil mengulurkan tangan nya berniat berkenalan dengan Re.
"Re"
Hanya jawaban jutek yg Silvi dapat tanpa Re menjabat tangan nya.
Aish... Re ganteng juga tapi kok dingin banget. tapi gapapa gue akan bikin dia luluh sama gue. batin Silvi
"Mah, aku capek mah mau istirahat" lalu melanjutkan langkah kaki nya menuju kamar.
"Re ngga boleh gitu Silvi dari tadi nungguin kamu lho tapi kok kamu malah..." terpotong oleh Silvi.
"Gapapa tante Silvi ngerti kok,Mungkin lain kali kita bisa ngobrol."
Akhir nya Re tertidur lelap saat sampai dikamar nya tanpa melepas baju kerja nya. Perkerjaan hari ini cukup menguras tenaga Re sampai ia malas untuk membersihkan diri dan memilih tidur.
Sementara diruang makan hanya ada Silvi,Bu Fanny dan adik Re. Karena Re tertidur bu Fanny tak tega membangunkan,akhir nya bu Fanny memutuskan makan malam mereka hanya bertiga saja. Dan Silvi segera pulang karena malam semakin larut.
***
Rumah Re
"Mamah mau ngadain makan malem besok, ngundang keluarga Adipura juga. Sekalian mau bahas kelanjutan hubungan kamu sama Silvi" memberi pendapat saat sedang makan malam.
"Undanglah sesuka hati mamah" sahut Re. Re memang di cap sebagai cwo paling Jutek dan dingin tetapi tidak mengurangi kadar ketampanan nya. Selagi dia suka sikap nya akan antusias tapi sebaliknya jika tidak,ia akan bersikap acuh dan tidak peduli.
"Mamah harap besok malem kamu ngga sibuk Re"
"hemm.." Re hanya berdehem.
"Memang nya mamah yakin akan menjodohkan Re dengan anak Adipura itu" tanya Pak Rio ayah nya Re, tidak yakin dengan mamah nya karena melihat reaksi Re.
Pak Rio memang belum sempat pernah melihat Silvi Karna Pagi hingga malam ia sibuk mengurus perusahaan nya. Sesekali keluar kota dan memeriksa anak perusahaan nya yg diurus anak pertama nya itu.
"Yah yakin dong pah, secara Silvi kan sederajat dengan kita,model ternama,baik,cantik..." ucapan nya terpotong ketika Re terbatuk-batuk karena tersedak saat makan.
"Uhuk uhuk...,"ibu Re segera mengambilkan minum untuk anaknya.
setelah minum Re ingin ke kamar nya, karna merasa obrolan mamah nya tidak penting. " Aku tidur duluan mah,pah. Selamat Malam"
Ibu nya Re memang membangga-banggakan anak Adipura itu, karena ia merasa Silvi cocok dengan anak nya. Tanpa melihat sisi hati Re, yg tidak menyukai perempuan itu.