
Hari itu adalah hari ulang tahun Geby yg ke 17, hari yg tidak akan pernah ia lupa. Karena orang tua, GrandPa&GrandMa, serta sahabat&teman²nya turut menghadiri acara tersebut.
Meskipun tanpa ada nya laki-laki spesial di kehidupannya saat itu, tetapi Geby tetap merasakan kebahagiaan yang sebenarnya. Yaitu berkumpul dengan orang-orang yg ia sayangi.
Namun, pada keesokan pagi nya kebahagiaan seperti tidak mau ikut serta terlalu lama dalam diri Geby. Pagi hari Geby keluar rumah untuk olahraga jogging, setengah perjalanan ia merasa lapar. akhir nya ia memutuskan untuk pulang dan sarapan dirumah.
Sesampainya di rumah ia segera menuju meja makan, Tetapi apa yg ia lihat sekarang. Ia harus sarapan dengan melihat kedua orangtuanya bertengkar kesekian kali nya di pagi ini.
Sifat kedua orangtuanya sama-sama egois, sehingga kerap kali terjadi pertengkaran adu mulut antara keduanya.
Mamah Geby sibuk bekerja dari pagi ke pagi lagi, Sehingga jarang sekali ia memperhatikan anaknya. Sekali nya Geby di perhatikan, itu hanya untuk urusan keuangan sekolahnya.
Sedangkan Ayah Geby juga sama bekerja dari pagi ke malam, tidak terlalu sibuk seperti Mamah nya. Sehingga sang Ayah mampu meluangkan waktunya untuk Geby.
Dari situ Geby berfikir bahwa Mamah tidak menyayangi nya, ia hanya mendapat kasih sayang Ayah. Geby merasa benci terhadap Mamah nya.
Kasih sayang kedua orang tua itu penting ya geys ketimbang uang. betul toh?
"Maka nya jangan sibuk kerja kerja terus, kamu tu punya anak yg harus kamu urusi!" dengan nada membentak pada istri nya.
"Tapi aku kerja juga buat siapa? buat Geby buat keluarga kita juga, apa yg aku lakuin itu salah Mas?!" Istri nya tak mau kalah dari bentakan sang Suami.
"Ada aku buat apa? Aku juga kerja buat keluarga! Kamu sebagai istri seharus nya diam dirumah ngurus rumah,ngurus anak!" Amarah nya berkobar-kobar berdiri menuding istri nya.
Sang istri sudah kehabisan kata-kata membuatnya menggeram kesal, ia juga ikut berdiri "Aku capek! aku capek kaya gini terus. Memang sudah seharus nya kita pisah Mas! aku bakal pergi dari rumah ini"
Mendengar perdebatan kedua orangtuanya, Geby menjatuhkan botol minum nya. Refleks Ayah&Mamah nya melihat ke sumber suara, raut Wajah Geby terlihat sedih sekali campur sengit. Geby langsung berlari ke kamar nya dengan air mata yg menggenang di kedua sudutnya.
Ayah Geby mengejar nya. Sesampai dikamar, ia tidak bisa masuk karena pintu dikunci dari dalam. Terdengar isak tangis Geby membuat Ayah nya merasa bersalah.
"Sayang, Geby, ijinkan Ayah masuk nak."
"Nggak hkhk... Geby ngga mau liat Ayah sama Mamah lagi, kalian jahat" Geby menangis tersedu-sedu mengobrak-abrik tempat tidur nya. " Aku benci mamah, aku kesel sama Ayah".
Mendengar itu, Ayah mengerti perasaan sang anak. Akhirnya ia meninggalkan kamar Geby.
Sudah 3 hari ini Geby belum juga keluar kamar, bahkan untuk makan atau sekolah pun ia tidak menghiraukan. Ayah dan Mamah nya jadi khawatir dengan nya, sesekali mereka bergantian membujuk Geby dari balik pintu, namun Geby tidak menggubris nya.
3 hari itu pun Geby memikirkan semua nya berusaha menemukan jalan keluar untuk tidak bersama Mamah nya karena ia merasa sudah muak ketika melihat Mamah. keputusannya sudah bulat, ia akan membicarakan besok dengan kedua orang tua nya.
Keesokannya pagi nya,
Setelah selesai mandi ia turun ke meja makan, belum ada siapa pun disana. Tetapi beberapa makanan sudah tersaji, ia pun segera melahap nya karena ia sudah sangat kelaparan 3hari tidak memakan apapun.
15 menit kemudian,
Ayah dan Mamah sudah duduk di meja makan. Mereka makan dengan tenang, Mamah makan sambil tersenyum melihat putrinya. Saat tangan nya akan mengusap kepala anaknya, Geby segera menepisnya.
"Nggausah sok baik di depan Geby"
Mamah menatap heran ke arah Geby, membuat Geby malas melihat nya.
Wajah mamah pias, sedikit merasa bersalah " Geby, maksud mamah bukan gitu nak"
Ayah menahan tangan Mamah yg hendak mengejar Geby "Udah lah biarin aja, toh Geby kaya gitu juga akibat perbuatan kamu"
Mama pun duduk kembali, mengernyitkan dahi tersinggung dengan ucapan sang suami "Maksud kamu apa Mas selalu aja nyalahin aku. Ohh . . . heh... Emang nggak salah aku minta pisah dari kamu Mas, aku akan pergi jauh dari sini!"
Mamah melangkahkan kakinya ke kamar meninggalkan meja makan. keluar dari kamar, Mamah membawa koper besar dan tas nya.
"Tunggu surat dari pengadilan Mas!" berjalan keluar rumah. Hati Mamah sebenar nya sakit meninggalkan rumah ini, tapi daripada ribut terus sama suami bikin anak tertekan mending pergi jauh dari mereka. batinnya.
Geby keluar dari kamar nya dan kembali dengan membawa air minum dan beberapa camilan sebelum
melanjutkan cerita. menaruhnya diatas kasur.
"Terus-terus gimana lanjutannya? Eh tapi sampe sekarang kamu nggak pernah ketemu Mamah kamu By?" Tanya Rara.
"Nggak pernah sama sekali dan nggak akan pernah ketemu, aku nggak sudi liat muka nya!" Nada kesal Geby mengingat sekilas Mamah nya dimasa lalu.
"Tapi kan gimana pun juga itu mamah kandung kamu"
"Mamah kandung juga udah kaya ibu tiri, kasar si nggak tapi setiap aku minta ditemenin kemana aja Mamah selalu bilang 'nanti ya nak mamah ngurus kerjaan dulu' banyak alasan lah, padahal kan aku pengen punya waktu sama mamah" menunduk, Raut wajah Geby jadi sedih.
"Udah nggak usah sedih kaya gitu By, mungkin Mamah kamu terlalu ambisius sama kerjaan nya. Jadi lupa sama yg disekitarnya"
"Bodo amat lah, nggausah bahas wanita sialan itu Ra. Males aku!"
Apa sampe segitu nya yah Geby benci sama mamah nya? Yaa emang si Mamah nya ambisiusan sampe lupa anak. Tapi, Ah yaudalah. batin Rara
Mengambil keripik yg dibawa Geby tadi, Rara ngemil sebentar menunggu cerita selanjutnya dari Geby.
"Udah ah loe bikin gue frustasi ceritain masalalu gue yg nggak bermutu, gue pengen pesen wiski dulu" Kaki nya berputar hendak turun dari kasur.
"Ya maaf By, aku kan cuma pengen tau masalalu kamu itu seperti apa sampe bisa bikin kamu jadi gini" Rara mendengar kata wiski, ia jadi ingat ucapan Lee semalam. Wiski itu kan minuman buat mabok! "Kamu mau mabok By?"
Rara penasaran seperti apa mabok itu, tapi Geby belum menyelesaikan ceritanya. "Ihh selesai in dulu ceritanya By"
"Nggak Ra itu bikin gue frustasi"
"Ayolah By, kan cerita nya bentar lagi kan, kan kan?" Rara memang manis disaat ia sedang memelas, tapi itu tanpa di buat-buat oleh nya.
Geby melihat raut penasaran dan kepo di wajah Rara. "Oke oke gue bakal cerita asal loe nanti ikut gue minum di belakang."
Jangan lupa tinggalin jejak yah Love,Like&Comment nya. suka atau tidak dengan cerita ini? Bantu dukungannya yah manteman♥️😙