My Greatest Husband

My Greatest Husband
Prolog



"Akhirnya aku bisa sampe di kota ini juga" setelah turun dari kereta api jurusan kota XX menuju kota ini.


" Aku bakal kerja dan tinggal disini,aku butuh uang.Tapi aku disini ngga punya siapa²,hmm kaya nya aku harus cari kontrakan atau kos²n dulu buat tempat aku tinggal disini".


Wanita 20thn itu berjalan mencari pintu keluar di stasiun kereta api tersebut. Ya di umur nya yg sudah beranjak dewasa,ia harus menghidupi kedua orang tua nya dan kedua adik nya di kampung halaman dengan bekerja di kota ini.


Wanita dengan postur tubuh yang tinggi nya sekitar 170cm,berkulit putih bening dan mempunyai paras yang lumayan memikat pria jika memandang nya , dia adalah Aura Syakila Kinanti yang biasa di sebut Rara.


2 hari sebelum Rara berada di kota ini.


"Pah biarin aja lah Rara kerja diluar kota, dia kan udah gede lagi an kalo Rara kerja juga bisa nutupin kebutuhan kita" ujar Bu Muna ibu nya Rara.


"Tapi mah, Rara kan sudah punya pekerjaan disini, ngga perlu lah keluar kota segala memang nya ke kota mana dia akan pergi dan dengan siapa?" sahut Pak Amir papah nya Rara.


"Gaji Rara kan hanya cukup untuk kebutuhan rumah pah,lalu kebutuhan sekolah Rani sama Rama gimana? Lagian Rara kan punya temen banyak siapa tau ketemu sama temen nya disana." sahut ibu Rara yg sedikit emosi dengan suaminya yang selalu melarang Rara untuk bepergian jauh dari rumah.


"Tapi mah..." Ucapan nya terhenti ketika Rara muncul dari arah dapur dan memotong ucapan papah nya yg ingin bicara lagi.


"Iyah bener apa yg mamah omongin. Papah tenang aja Rara bakalan baik² aja kok di luar kota sana" Rara meyakinkan papah nya" Lagian pengolahan sawah papah juga kan lagi menurun ngga cukup buat kebutuhan sekolah Rani sama Rama."


Pak Amir terlihat sedang menimbang², bener juga yg di katakan putri pertama nya itu, dan ia pun setuju dengan pendapat Rara.


Keluarga Rara memang hidup dengan ekonomi pas²n karna papah nya hanya bekerja mengolah sawah dan mamah nya hanya IRT. Rara hanya lulusan SMK dan sekarang bekerja dengan gaji nya hanya cukup untuk uang bensin serta makan keluarga nya. Rara dan keluarga nya hanya hidup dengan sederhana.


***


Di seberang jalan sana ada sebuah rumah makan. Karena perut Rara sudah berdemo maka Rara ingin mengisi perut nya disana. Namun ketika Rara hendak menyeberang jalan,terlihat sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi akan melintas kearah Rara.


Rara sontak kaget karena tiba² mobil sport yg akan menabrak nya menekan rem dengan cepat dan berhenti tepat disamping kaki kanan nya setelah Rara sudah menjerit² dari tadi, untung mobil sport tersebut tidak menabrak diri nya.


Rara langsung mengelus dada dan bernafas lega dengan berkata "Syukur banget aku ngga jadi mati".


Si empu nya mobil keluar dan menghampiri Rara.


Sesaat Rara terpesona " Ganteng banget,putih mulus, lagak nya kaya orang kaya nih pake mobil sprot pula eh maksud nya sport" bisik Rara pada diri nya sendiri sambil gigit jari ketika melihat laki² yg keluar dari mobil tersebut.


"Loe ngga kenapa-napa?"si cwo itu menanyai Rara,namun Rara hanya diam memandang cwo tersebut.


"Hey loe ngga kenapa-napa kan? minggir lah gue mau lewat,buru-buru nih gue!" sahut cwo itu lagi karna mulai sedikit kesal dengan kelakuan Rara. sedangkan Rara masih terpaku dengan ketampanan si cwo itu yg badan tinggi putih nya,hidung bangir nya,wajah nya,Aaaaa Rara menjerit dalam hati.


Terkaget dengan sentakan cwo itu dan bunyi klakson yang dari belakang,sudah terlihat agak macet karna mobil cwo ini.


Cwo tersebut masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas karna dia sedang buru² memang benar ada nya.


Setelah semua berjalan normal kembali,Rara menjejakkan kaki nya di sebuah rumah makan yg tadi ia ingin datangi. Karena kejadian tadi malah menunda langkah nya untuk makan disana. Dan sekarang ia sedang makan dengan lahap nya dirumah makan tersebut,seketika bayangan wajah cwo tadi terlintas di bola mata Rara.


Setelah puas makan dan memikirkan cwo itu,ia langsung ingat bahwa ia harus mencari kontrakan. Jika tidak cepat dicari, malam ini ia tidur dimana? Rara pun bergegas meninggalkan rumah makan tersebut dan keluar setelah membayar nya dan segera pergi untuk mencari kontrakan.


Sore hari ketika Rara sedang berjalan-jalan sambil mencari kontrakan, dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang dua mata sedang memperhatikannya.


"Yang liat deh itu bukan nya Rara yah" ujar Alma pada Riski pacar nya.


"Rara siapa sih yang" sahut Riski sambil sibuk mengambil gambar diri nya dengan Alma.


Alma kesal karna Riski sedari tadi sibuk memainkan ponsel nya ketimbang dia,lalu merebut ponsel tersebut dan menyimpannya sambil mengarahkan wajah Riski ke arah Rara.


"Tuh liat deh,Rara kan temen SMK kita dulu?"


"Ehh iyah si Rara tuh,Ngapain dia disini?"sahut Riski.


"Iyah ya ngapain dia disini? yaudalah kita samperin aja yang".


Mereka berdua pun menghampiri Rara yg sedang mematung ketika... " Raraaa" Sapa Alma sembari berteriak , yg di panggil hanya diam mematung namun segera berlari kearah si pemanggil dan memeluk nya.


"Almaaa... huh kangen banget aku sama kamu udah berapa abad kita ngga ketemu" Sahut Rara diselingi tawa.


"Sama aku juga kangen sama kamu Ra,tadi gue aja kaget pas liat kamu, ngga percaya kirain aku salah orang" Alma mengendurkan pelukan tersebut.


Alma adalah Sahabat Rara waktu SMK dulu,mereka sudah lostcontact saat setahun setelah mereka sama² sibuk bekerja. Sedang kan Riski, Rara sudah mengenal nya karena Alma dan Riski sudah berpacaran Saat SMK dulu.


Kini 3 orang sejoli tersebut sedang berada di sebuah cafe,setelah memesan menu Rara membuka obrolan.


"Kok kamu ngga bilang si Maaa sama aku kalo kamu ada dikota ini" seru Rara.


"Yah aku juga gatau kali Ra , biasa urusan kerja nya bokap aku jadi disini, aku juga jadi cari kerjaan lagi disini dan keluar dari kerja an di kota XX." jawab Alma.


Dan masih banyak lagi yg mereka obrolkan hingga mereka bertemu sekarang,sekalian Alma juga mencarikan tempat tinggal untuk Rara dan untung nya Alma langsung menemukan nya yg berada tidak jauh dari tempat kerja Alma.


Sore pun berganti malam dan akhir nya mereka memutuskan untuk pulang.


**Maaf Yah klo ada yg kurang berkenan, karna ini pertama kali nya author bikin naskah.:)