My Destiny Is With The Vampire King

My Destiny Is With The Vampire King
kembali Tanpa Harapan



Albert dan Daniel segera mengikuti perintah Jefry.


"Apakah tidak apa-apa meninggalkan dia sendirian?"


"Percayakan semuanya pada Jefry!"  ucap Daniel meyakinkan Albert


Mereka langgusng menemukan tiga teman lainya yang sedang bersembunyi dibawah pohon akar yang tertutup oleh dedaunan. Albert segera membawa mereka pergi dari sini melewati jalan lain sedangkan  Daniel, ia kembali menyusul Jefry untuk membantunya. Daniel segera membantu Jefry  yang sudah kewalahan  Melawan mahluk itu,  Ia segara menembak   sosok itu dan tepat mengenai  tubuhnya namun, sepertinya peluru itu tidak mempan.


Daniel mulai bergulat dengan tangan kosong. Pertarungan mereka lumayan seri. Daniel sanggup bertahan dengan serangan monster itu walapaun ada bagian tubuhnya yang memar dan terluka.


Jefry segera  mengambil  kesempatan itu dengan mengambil senjata dan menganti peluru nya dengan peluru emas. Dia segeta menembak Mahluk itu tepat mengenai kepalnya. Tak berapa lama Makhluk itu langsung tewas


Daniel dan Jefry segera pergi dari sini dan kembali menemui teman-teman nya di tempat yang sama. Jefry menatap satu temannya  yan sudah sekarat Dia adalah Bil


"Apa yang terjadi padanya,"


Jefry segera mencari obat obatan namun sayang Nyawa Bil tak tertolong Karena,sudah kehilangan banyak Darah. Mereka semua sangat berduka dan merasa kehilangan Jefry mengepal kedua tangannya dengan erat


"Sepertinya Alana tidak ada dihutan ini jika, kita terus menerus melanjutkan perjalanan ini sampai dalam maka, kita semua akan dalam bahaya,"


"Apa yang Paman Maksud? Jika Alana tidak ada disini lalu dia ada dimana?" tanya Albert


"Apa kau pernah mendengar kisah tentang Makhluk Mitologi?"


Albert mengangguk


"Sepertinya Alana telah dibawa ke dimensi mereka. Dan kita hanya manusia biasa tidak akan pernah bisa menembus dimensi itu," jelas nya membuat semua orang yang mendengarnya tercengang


"Tapi, bagaimana anda tau?"


"Bukankah Ibumu mengatakan kepadaku jika Alana adalah gadis dengan darah suci,"


Albert bergeming dalam diamnya memikirkan setiap perkataan Jefry.


Jefry sangat yakin jika, saat ini Gadis itu telah berada ditempat yang sama namun berada dimensi yang berbeda dia juga sangat yakin jika, tempat yang  dia duduki saat ini adalah tempat para makhluk mitologi berada tapi semua itu terhalang oleh adanya dimensi yang sangat kuat


"Kita kembali untuk saat ini," ucap Jefry dengan padangan yang mengarah kesuatu tempat.


________


"Dimana Alana?Apa kalian berhasil membawanya kembali?" tanya Mary Antusias namun semua orang hanya diam. Tidak ada satupun yang berani mengatakan yang sebenarnya kepada nya hingga


"Maaf Kami tidak dapat menemukan Gadis itu," ungkap Jefry dengan tenang


"Nak, itu semua tidak benar kan, pasti kalian berbohong dimana Alana sekrang," ucap Mary dengan menatap Putra nya. Mata nya mulai mengelilingi sekitar ruangan mencari sosok gadis itu.


Albert memeluk Ibunya dengan erat sambil mencoba menenangkan nya Namun, Mary semakin terisak kala mengetahui bahwa Alana memang tidak kembali bersama dengan mereka. Ia tak memperdulikan kekhawatiran dari semua orang yang mencoba menenangkan nya. Dalam pikiran nya saat ini, ia hanya ingin sendirian menangis dihadapan Tuhan. Sebab tidak ada yang lebih baik dari selain itu


Mary berlari kekamar dan mengunci dirinya sendiri. Lalu terdengar Iskan tangis yang semakin kencang dari arah kamar nya. Albert tidak bisa berbuat apapun. Ia merasa telah gagal dalam melindungi adik satu-satu nya


"Nak, aku sangat yakin jika saat ini Alana baik-baik saja," Jefry secara tiba-tiba menghampiri Albert yang tengah menangis.


"Bagaimana Paman tau?"


Jefry segera berpamitan dengan mereka. Untuk saat ini Jefry akan memikirkan sebuah cara untuk bisa masuk ke dimensi para makhluk mitologi itu berada.


Jefri sempat meminta izin untuk memasuki ruangan pribadi Raul dan juga perpustakaan nya. Ia hanya membawa beberapa buku penting seperi buku Hutan loko serta catatan buku yang disimpan oleh Raul.


Albert masih berlanjut dama kesedihannya. Ia merasa sangat bersalah atas kejadian ini.


Pikirannya melayang entah kemana Hingga, ada telapak tangan menyentuh bahunya dengan keras


"Jangan melamun kau jaga Ibumu saja ,untuk saat ini aku akan secepatnya mencari jalam agar kita bisa menembus dimensi mereka," ujar nya dengan santai


Wajah Albert mendongak menatap pria itu.


"Apa Paman butuh bantuan?"


"Kalau kau mau datanglah nanti malam dirumah ku," ucap nya lalu berlalu pergi meninggalkan kediaman Raul


Albert menatap kepergian Jefry hingga akhirnya pandanganya teralih pada Ruangan yang berada diujung. Dia sama sekali beluk pernah melihat ruangan itu.


"Sejak kapan ada ruangan ini?"


"Sial kenapa terkunci!" Umpat nya dengan kesal. Ia berusaha membuka pintu itu dengan tenaga nya namun, tegap saja pintu itu tetap tidak mau terbuka. Tak kehabisan cara Albert mulai merusak pintu itu menggunakan kapak hingga berhasil.


Pintu itu terbuka dan didalam ruangan itu cukup membuat Albert terkesan sangat Rapi dan indah itu adalah kata yang diucap kan usai memasuki ruangan itu


Ia melihat sekeliling hanya ada hiasan kuno dan juga beberapa senjata. Albert baru teringat jika Kakek nya adalah seorang pemburu jadi, sudah sangat jelas ruangan ini akan penuh dengan senjata


Namun, Albert malah salah fokus dengan peti kecil yang tidak terkunci. Ia membuka peti itu hingga terlihat sebuah kalung dengan Tanda Bunga mawar didalam nya.


"Sangat cantik,"


Kaling itu bersinar sangat terang usai tersentuh tangan nya. Albert segera pergi untuk menemui Jefry mungkin saja kalung itu ada kaitnya dengan hilang nya Alana


Namun sebelum pergi Ia menatap pintu kamar Ibunya dengan perasan sangat sedih.


Albert paham apa yang dirasakan Ibunya sat ini tapi, mau bagaimana lagi. Albert beserta dengan tim mya sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan mereka telah kehilangan satu orang dalam misi ini.


Albert mencoba mengetuk pintu kamar ibunya namun hanya ada keheningan tidak ada sahutan atau suara dari dalam.


Albert sangat mengerti saat ini Ibunya sedang tidak ingin diganggu jadi dia akan segera pergi menemui Jefry


"Ibu aku harus menemui Paman Jefry, Aku mohon ibu jangan menangis lagi aku berjanji akan menemukan Alana. aku akan berusaha," ucap nya dengan menahan air mata. Ia mencoba menenangkan ibunya


Disisi lain Mary sendiri memang tidak bisa menahan air mata nya. Namun, dia masih bisa mendengar perkataan putranya dengan jelas


"Aku harap kau segera memenuhi janjimu nak," lirih nya dengan dada yang sangat sesak


Ia mengintip dibalik lubang pintu menatap kepergian putranya dengan cemas. Apalagi salah satu dari tim mereka ada yang tewas hal itu cukup membuat Mary mencemaskan keadan putra semata wayang nya


Hilangnya Alana secara misterius disini cukup membuat heboh seluruh desa apalagi Alana adalah cucu dari tetua desa ini. Desa Adanora telah kehilangan seorang pemimpin jadi, untuk Sementara Waku Vincent akan memimpin desa ini sampai Alana kembali