
Di Kastil Nevil yang tua. Seorang Vampir yang berusia ribuan tahun telah bangkit dari tidurnya. Edward sang Raja Vampir telah kembali
Edward berjalan keluar menuju Istana Fuller yang tak berada jauh dari Kastil Nevil. Akhirnya setelah menunggu ribuan tahun Edward akan segera bertemu dengan Istrinya.
Pria dengan tinggi 190 dengan badan yang kekar serta tatapan yang tajam membuat dia terlihat mempesona dan mengerikan
Edward telah berada Di Aula Istana Fuller. Dia berjalan kearah singgasana miliknya dengan gagah
"Yang mulia," ucap James. Dia berjalan kearah Edward sambil membawakan segelas darah segar untuk nya
"Buang!" Perintah Edward sambil menepis tangan James.
"Tapi...,"
"Aku hanya minum darah Istriku," potong Edward tegas
Rahangnya mengeras dengan tatapan yang nyalang membuat siapapun takut untuk menatap nya. Tidak ada seseorang pun yang berani membantah ucapan nya
James menghela nafas lalu menyuruh para pelayan untuk menyimpan semua darah itu.
"Tapi apa anda akan bisa menemukan Sang Ratu," ucap James pelan.
"Aku akan mencarinya sendiri! Apakah Hutan Loko terjaga dengan aman selama aku tertidur?"
James terdiam sambil menatap kearah Vampir lainnya
"Kenapa diam?"
Semua vampir yang berada di aula juga Diam, tidak ada satu pun vampir yang berani untuk berbicara. Hal itu cukup membuat Edward terkejut
"Apa kalian semua tidak punya mulut ha! Beraninya kalian diam saat aku bertanya!" sentak Raja Vampir dengan tatapan yang nyalang
"Istana Fuller dengan Hutan Loko sudah anda batasi Tuan jadi, kami tidak pernah tau apa yang telah terjadi Di Hutan itu," jelas James dengan badan yang gemetar
Edward terdiam cukup lama. Hingga akhirnya ia pergi meninggalkan Aula dengan cepat lalu berjalan menuju gerbang Istana Fuller
Edward meramalkan sebuah mantra sambil berharap Hutan loko akan baik-baik saja. Cahaya datang membentuk sebuah portal dimensi
"Tuan anda mau kemana?" tanya James yang setengah berlari menuju kearah Edward
"James aku akan pergi Alam manusia untuk mencari tau apa saja yang telah terjadi dihutan Loko dan selama aku pergi Istana Fuller aku serahkan kepadamu! jangan sampai Para Vampir keluar tanpa sepengetahuan mu. aku akan tetap menutup Istana ini dari dunia luar," Edward segera memasuki portal itu dan seketika tubuhnya menghilang. James menatap kepergian Edward dengan cemas
"Semoga Anda segera dipertemukan dengan Ratu," lirih James
Kematian Alana membuat Raja harus menyembunyikan Istana Fuller dari dunia luar. Raja khawatir pada bangsa Vampir yang terancam setelah kematian Alana beredar. Raja membuat Istana Fuller tidak terlihat oleh siapapun dengan mantranya.
Edward bisa mencium Aroma para makhluk yang berada di hutan Loko.
Dia menatap kearah sekitar dengan heran. Ada banyak Tulang yang berserakan di sana. Dia merasa jika Semua mahluk di hutan loko telah berbuat kerusakan
"Keluar!" teriak Albert membuat seluruh Makhluk yang mendengarnya Terkejut dan takut.
Mereka semua beramai-ramai berlari menuju kearah Edward
Semua makhluk yang ada disini merasa takut dan tunduk pada Edward sang Raja Vampir
"Yang Mulia," ucap Salah satu makhluk yang mendekat kearah Edward
Edward mencengkeram makhluk itu dengan kuat.
"Apa yang kalian lakukan pada hutan Loko? Apa kalian berani menentang ku!" ucap Edward tegas.
Makhluk itu mengerang kesakitan
"Ampuni hamba Tuan, kami akan menceritakan semuanya kepada Anda," ucapnya dengan nafas yang berat
Cengkraman Edward semakin kuat membuat Makhluk itu lemas tak berdaya. Semua makhluk tidak ada yang berani memandang Edward
Edward melempar Mahkluk itu hingga terpental jauh. Dia menatap nyalang Kearah mereka dengah Amarah yang memuncak
"Menghilangnya anda membuat Kami kelaparan, tidak ada yang memimpin kami hingga akhirnya ada beberapa makhluk yang memberontak dan membuat onar dihutan ini," jelas Makhluk lain dengan badan yang gemetar
Edward mendelik terkejut
Hutan Loko menjadi tidak terkendali usai menghilangnya Edward dengan Raja Serigala. Semua Mahluk yang tinggal dihutan ini menjadi hilang arah karena tidak ada yang memimpin mereka
"Kalian memangsa Manusia? Kalian Bodoh!" umpat Edward kepada mereka dengan Marah
"Kenapa kalian tidak melawan atau membantu para manusia yang diserang?"
Mereka terdiam cukup lama
"Ka...kami sudah sering membantu tapi, kami malah dianggap seperti mereka yang berbuat onar, Makhluk yang buas dan mengerikan. Salah satu dari kami juga dibunuh oleh manusia. Jadi selama manusia diserang kami hanya bisa bersembunyi," jelas nya membuat Edward mengerutkan kening
"Ada yang bisa membunuh kalian?" tanya Edward heran.
Pasalnya semua Makhluk yang tinggal dihutan memliki kekuatan hebat. Manusia tidak akan bisa melawannya tapi, mendengar pengakuan dari mereka cukup membuat Edward terkesan kepada Manusia
"Mereka dijuluki sebagai Pemburu," jawab mereka
Edward menatap kearah luar hutan loko
"Pemburu, hm menarik sekali! Sepertinya 1000 tahun yang lalu ada banyak kejadian yang membuat ku penasaran," lirih Edward
Sebenarnya Di Hutan ini telah terbagi 2 golongan, yang sering memangsa manusia mereka adalah Pembuat Onar yang kekuatannya sangat kuat.
Sedangkan Yang lemah mereka hanya bisa melihat dan bersembunyi ketika para Pemburu datang.
"Apa kalian tahu Diluar sana ada manusia yang menjelma Menjadi Istriku jika, salah satu dari kalian pernah Menggores dia dalam wujud manusia maka, aku tidak akan akan mengampuni Kalian semua!" sentak Edward
Tidak ada yang berani menatap Raja Vampir, Mereka menunduk dengan rasa takut
Selama ini hutan loko selalu menjadi tempat para manusia untuk mencari kayu bakar bahkan mereka sering melewati hutan ini untuk menuju ke desa sebrang Tapi, sekarang mereka memilih menghindari Hutan Loko ini.
Edward mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dia segera pergi ke segala arah mencari sosok makhluk yang sering berbuat onar disini
"Aku menemukan mu!" ucap Edward dengan tatapan tajam, Dia mencengkram dua makhluk itu dengan kuat lalu melemparnya hingga terpental.
Kedua Makhluk itu meringis kesaktian, mereka menatap kearah Edward dengan rasa takut
"Ampuni hamba Tuan," ucap salah satu mereka dengan memelas
Edward tertawa sambil berjalan kearah mereka
"Apa! Aku harus mengampuni kalian!" sentak Edward dengan tatapan yang nyalang
"Kami memiliki alasan!" sela mereka
Edward menoleh sambil tersenyum sinis
"Alasan apa ha! Apa karena aku tidak memimpi hutan ini dan kalian malah menjadi mahluk tak berakal ha!" jawab Edward. Dia melesat kearah Makhluk itu dan membunuh nya dengan kejam
Kali ini Edward tidak akan membiarkan mahluk yang sudah berbuat onar hidup. Dia membantai habis habisan setiap mahluk yang ia temui.
Darah segar mengalir di setiap tubuh Edward. dia menyeka sudut bibirnya dengan tersenyum puas Setelah membasmi semua mahkluk yang berbuat onar, Edward merubah penampilan menjadi Orang Kota
Dia akan menyamar untuk masuk ke dunia manusia
Sosok Vampire dengan darah murni dapat merubah penampilan sesuai apa yang ia inginkan
"Alana aku akan datang," teriakan nya yang menggema membuat para burung yang hinggap di pepohonan ketakutan lalu saling bertebaran tak beraturan
🍃
"Kak, apa kau dengar sesuatu?" tanya Alana dengan cemas. Dia seperti mendengar sesuatu dari arah Hutan
"Alana ingat pesan Kakek kau tidak boleh kesana lagi," balas nya
Alana masih menatap kearah Hutan dengan perasaan takut apalagi, suasana kali ini sangat berbeda Alana merasakan ada aura yang mencengkram dari arah hutan itu. melihat para burung yang saling bertebaran membuat gadis itu yakin jika di Hutan loko sedang terjadi sesuatu