
Diruangan yang sangat gelap nampak seorang Wanita dengan rambut sebahu itu duduk termenung ditepi ranjang. Ia menatap kosong kearah depan
Setetes demi setetes air mata mulai berjatuhan dari pelupuk matanya.
Dia Menangis
"Kenapa takdir mereka begitu buruk Tuhan, kau sudah mengambil kedua orang tuanya kini Kau malah membuatnya dalam masalah yang besar," ucap nya dengan derai air mata
Dia memejamkan kedua matanya rapat, menenggelamkan kepalanya di lutut. Menumpahkan segala air mata dan isakan penuh sesak dalam dadanya
Tap
Dari kejauhan terdengar derap langkah kaki seseorang yang mendekat kearahnya
Sebuah telapak tangan hangat telah menyentuh bahunya dengan lembut. Wanita itu menoleh menatap Sosok pria dihadapannya, melihat kedatangan putranya membuat tangisan wanita itu semakin kencang.
Pria itu langgusng memeluk ibunya dengan erat sambil menenangkannya
"Ibu aku mohon jangan menangis lagi. Secepatnya aku akan menemukan Alana, aku berjanji," ujar nya dengan lembut
Ia tersenyum hangat kearah nya sambil membantu Ibunya menyeka air matanya dengan kedua tangan nya.
"Apa kau sudah mendengar semuanya," tanya Mary dengan suara yang serak
Albert mengangguk sambil mengelus punggung Ibunya dengan lembut. berharap agar, ibunya bisa tenang.
"Paman Jefry telah mengatakan semuanya kepadaku dan kami akan pergi Nanti malam,"
"Aku harus iktu," ucap Mary
Albert menggeleng sebagai penolakan. Ia tidak akan mengizinkan ibunya untuk ikut dalam misi ini
"Jangan, Ibu tetap dirumah saja, aku akan menemui Reyna untuk menemani Ibu disini sampai kita kembali,"
"Apa kalian akan pergi berdua?" tanya Mary pada putranya
"Paman Jefry akan memba teman-teman nya dari kota mungkin 10 orang lebih," jawabnya menyakinkan Ibunya
"Baiklah semoga kalian bisa menemukan Alana dan kembali secepatnya,"
_____
Malam telah tiba Jefry beserta teman-teman lain nya telah berada di perbatasan Mereka tengah menunggu kedatangan Albert yang katanya ingin ikut dalam misi pencarian ini.
"Jef, apa kau yakin hutan ini sudah Aman?" tanya salah satu dari mereka
"Kita lihat saja nanti yang terpenting persiapkan semua senjata kalian dan jangan lengah," balas nya. Pria yang berkisar umur 40an itu kembali menghisap batang rokok nya dengan tenang
"Paman maafkan aku, sudah membuat kalian menunggu lama," ucap Albert yang setengah berlari menghampiri mereka
"Tenanglah nak kami juga baru saja sampai," ucap mereka padahal sudah lebih dari satu jam mereka menunggu.
"Baiklah ayo kita masuk,"
Malam kali ini lumayan sedikit terang dengan adanya sinar Rembulan. Mereka berjalan secara perlahan memasuki Hutan loko. Jefry meminta mereka untuk berjalan lebih dulu dan dirinya akan berjaga di belakang mereka
Jefry adalah seorang pemburu yang sangat ahli bisa dibilang dia juga teman dari Ayah Alana. Dia sendiri sudah mendengar bahwa Martin sahabatnya telah tewas. Jefry sempat menyesal karena tidak bisa menolong sahabatnya itu.
Mereka segera menelusuri hutan loko sampai dalam. Tak lama mereka segera menemukan bangkai hewan yang sudah membusuk mungkin ada sekitar tiga sampai empat ekor. Jefry bergeming dalam diam nya. Ia tengah memikirkan sesuatu yang sangat berat.
"Sepertinya ini bukan bekas Luka dari manusia ada banyak sekali gigitan dan dan juga robekan ditubuh mereka. Bahkan makhluk dengan kekuatan sebesar ini pun bisa dikalahkan dengan mudah,kira-kira siapa sebenarnya sosok yang telah membawa Alana pergi," Jefry membatin dalam hati nya
Mereka telah melewati perjalan selama tiga hari untuk bisa mencapai tengah Hutan Loko.
Angin malam berhembus didekat tenda yang telah mereka buat, untuk sementara waktu mereka akan beristirahat disini. Namun Disisi lain ada seorang Pria yang tengah termenung dalam diamnya, dirinya sangat menyesal telah pergi kota, Untuk saat ini pikiran Pria itu sangat kacau apalagi memikirkan dua kejadian yang telah menimpa Adik dan juga Kakek nya
"Hei Nak, Tidurlah kami akan berjaga diluar," ucap salah satu dari mereka
"Aku akan ikut berjaga juga," balas Albert
"Kau perlu beristirahat karena, perjalanan besok akan lebih panjang dan menantang," sahut yang lainnya lalu dikuti anggukan setuju oleh semua orang
Albert merasa tidak enak dengan perlakuan mereka, apalagi dirinya yang paling muda diantara yang lain nya. Namun mereka tetap memaksa Albert utnuk tetap beristirahat
"Yah baiklah kalau begitu aku tidur dulu jika, ada apa-apa bangunkan aku," ujar Albert sambil memberikan jempol semangat untuk mereka
Mereka haya tertawa menatap kelakukan Pria tampan itu,
"Dia adalah Anak dari Keluarga kaya raya karl,"
Mereka semua tercengang mendengar kata Karl yang keluar dari mulut Jefry. Salah satu dari meraka yang tadinya sedikit terlelap pun langsung melonjak bangun karena saking terkejutnya
"Mengapa dia disini?" tanya mereka dengan heran.
Albert memang anak dari keluarga konglomerat yang sangat Kaya Raya, bahkan nama keluarganya Sangat terkenal dipenjuru Kota namun, selama ini Identitas Ibunya selalu dirahasiakan karena Jonas Selalu merasa Jika, Mary adalah Aib bagi keluarga besar Karl. Hal itu cukup membuat Albert kecewa dengan sikap Ayahnya. Selama ini dirinya selalu memberontak namun, sifat Ayahnya yang keras cukup membuat dirinya sadar jika, melawan nya saat ini akan terasa sia-sia apalagi, Ancaman yang diberikan Jonas juga tidak main-main. Dia mengancam akan menghancurkan Desa Adanora jika dirinya berniat kabur atau melawan Ayahnya.
Karna itu lah Albert baru bisa kembali setelah kematian Ayah nya. Kini Keluarga Karl hanya terisa Albert saja. Dan semua kekayaan yang ditinggalkan Jonas telah diwariskan kepada Albert hanya dia pewaris satu-satunya dalam Keluarga Karl
"Iya ya, padahal enak dirumah, tanpa harus menaruhkan nyawanya disini," sahut lainnya
"Apa dia Kekasih dari gadis yang sedang kita cari?" tanya Salah satu dari mereka yang langgsung dilayangkan sebuah Batu tepat mengenai kepalanya
"Bukan bodoh! Mereka itu masih sepupu," jawab Jefry membuat Semua orang menertawakan kekonyolan pria itu
Arghhhh...
"Apa kalian dengar?"
Jefry menahan mereka dengan tangan nya. Ia memberikan kode kepada teman-teman nya untuk tetap ditempat nya dan menyuruh mereka untuk segera tidur.
"Tapi,"
Jefry menatap mereka dengan tajam. hanya sekali tatapan saja sudah membuat mereka takut dan tidak ada satupun yang berani membantah diri nya
Keesokan hari nya mereka menelusuri hutan lebih dalam lagi untuk mencari asal suara yang terdengar tak berada jauh dari Tempat peristirahatan mereka.
Jefry memerintahkan sebagian temannya untuk pergi ke sisi lain dan akan bertemu kembali dititik yang sudah dijelas ken oleh nya. Kali ini Albert berada ditim Jefry Yang beranggotakan 6 orang.
10 menit berlalu Jefry dan Albert sama sekali tidak menemukan apapun di sekitar sini. Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan lebih jauh Karena ada sebagian temannya yang masih belum sampai dititik meraka akan bertemu
"Kemana mereka?" Jefry terlihat mencemaskan keadaan mereka. walapaun sudah semalam disini dan tidak ada satu makhluk pun yang Datang tetap saja Jefry merasa sangat risau
"Albert kau tunggu disini aku akan mencari mereka,"
"Tapi paman!"
"Ini perintah," sentak nya dengan tegas
Jerfy segera mencari keberadaan sebagian tekan nya yang masih berada dibelakang. Ia berjalan dengan hati-hati sambil menatap kearah sekitar.
"Miko, Nike, Aster, Bil, Ton, Kalian ada dimana?" teriak Jefry
Hanya ada keheningan disekitar nya
Srek
Terdengar langkah kaki yang mendekat kearah Jefry. Ia langgsung bersiap dengan senjatanya. Jefry tercengang melihat dua teman nya telah berlumuran darah. Dia langgsung berlari kearah mereka dan menopang salah satu dari mereka yang hendak jatuh
"Astaga apa yang telah terjadi?" Pekik Jefry dengan cemas
Mereka hany terdiam seribu bhasa sambil menahan rasa sakit disekujur tubuh nya.
"Aster, Bil dan Ton dimana mereka?"
"Aargh...kami berpisah ditengah jalan karena, ada sosok yang datang secara tiba-tiba lalu mengejar dan menyerang kami," jelas mereka
Jefry segera mengobati mereka lalu membawanya ketempat dimana Albert dan sebagian teman nya tengah menunggu
"Paman apa yang terjadi?" tanya Albert dengan terkejut. Ia turut membantu jefry membawa salah satu dari mereka
"Albert ,Daniel kalian ikut aku kita harus mencari tiga lainnya," perintah Jefry pada mereka.
"Dan kalian tetap lah disini dan jaga mereka yang sedang terluka jika ada apa-apa jangan, ragu untuk membunuh,"
Jefry dan Albert segera pergi untuk menemukan tiga teman lain. Mereka berjalan melewati hutan yang rimbun. Melewati beberapa pohon yang menghalangi jalan mereka tapi, mereka tetap berjuang untuk menolong teman mereka yang sedang dalam ancaman besar. tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkah mereka.
Srakkkk...
Sosok dengan kuku yang tajam langgusng menyerang kearah Jefry dengan brutal. Dia menahan makhluk itu mengunakan senjatanya
"Albert, Daniel pergilah dari sini dan segera temukan mereka!" teriak nya