
"Hei!"
"Kakak!" teriak Alana yang terkejut
Albert merangkul gadis itu sambil mencubit kedua pipinya dengan gemas
"Makanya jangan melamun, Apa kau sedang memikirkan Hutan Loko lagi?" tanya Albert memastikan
Alana menggelengkan kepala pelan
"Baguslah kalau begitu,"
Albert menghela nafas sambil menatap langit.
"Hmm, Maaf ya aku baru tau soal kematian Paman dan Bibi," ungkap Albert setelah terdiam cukup lama
Alana menoleh dengan tersenyum tipis
"Itu wajar karena kakak tidak ada disini," balasnya
Albert mengelus pucuk rambut Alana sambil berjanji dalam hatinya kalau dia akan selalu melindungi Alana apapun yang terjadi. Sudah cukup penderitaan yang selama ini dia rasakan
"Kak kenapa menatap ku seperti itu? Kau membuat ku sedikit takut," ucap Alana membuat Albert terkekeh
Albert mengelus pucuk kepala Alana dengan tersenyum.
"Kita harus kuat yang lalu biarlah berlalu kalau begitu ayo aku akan mengantarmu pulang," ajak Albert
Mereka berjalan dibawah sinar rembulan dengan sedikit candaan Albert berhasil membuat Alana tersenyum lebar. Dipertengahan jalan mereka tidak sengaja bertemu dengan Reyna. Sesuai janji Alana mengajak nya sekalian ke rumahnya
"Dia siapa?" bisik Reyna sambil melirik kearah Albert dengan wajah Merona
Alana tak kuasa menahan tawa nya. Dia sangat tau sifat sahabat nya itu, dimana ada pria tampan pasti ada Reyna
"Dia Kakak ku,"
"Sejak kapan kau punya Kakak?" tanya Reyna heran
"Dia anak dari adik Ayah ku," jelas Alana
"Oh tampan juga ya," bisik Reyna membuat Alana tertawa
Sesampainya di rumah Reyna lebih banyak menceritakan kisah kehidupan di kota namun obrolan mereka malah semakin serius apalagi saat membahas Hutan Loko.
Awalnya Albert tidak terlalu memperdulikan nya namun, lama kelamaan Albert malah semakin penasaran dengan cerita Hutan itu.
"Jika dulu aku mendengarkan ucapan mu mungkin Peter masih hidup sampai sekarang," ucap Reyna dengan lemas. Alana segara memeluk sahabatnya itu sambil mengelus punggungnya dengan lembut
"Masa lalu biarlah berlalu, itu semua sudah takdir Reyna kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri!"
Setelah kejadian pahit yang menimpa dirinya. Reyna selalu dihantui rasa bersalah atas kematian Peter, dia selalu mengalami mimpi buruk hingga akhirnya orang tua nya memutuskan untuk membawanya pergi dari desa menuju ke Kota.
Albert menatap kedua gadis itu dengan bingung sepertinya Dia sangat penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi
"Apa aku boleh tau, apa yang sebenarnya?"
Alana menoleh, dengan sedikit keraguan dia memberanikan diri untuk berterus terang kepada Albert. Dia tidak ingin terus menerus merahasiakan kejadian yang sebenarnya pada Kakak nya sendiri
Albert menghela nafas sambil menatap kearah luar
"Jadi, apa kalian benar-benar melihat sosok Makhluk itu dengan jelas?" tanya Albert memastikan. Dia seperti kurang percaya dengan adanya makhluk seperti itu
"Tentu saja kami melihatnya! Kamu berada disana dan melihat bagiamana sosok Mahkluk itu memakan teman kami dengan ganas!" sentak Reyna dengan emosi
Albert terdiam cukup lama
"Ah sudah sudah, kakak ku berasal dari Kota yang jelas dia tidak akan percaya dengan adanya Makhluk itu kita tidak bisa memaksa seseorang untuk percaya Reyna," ucap Alana menenangkan suasana
"Maafkan aku,"
"Iya aku mengerti perasaan mu," balas Albert dengan tersenyum hangat
Hari semakin gelap Reyna pamit untuk pulang sedangkan Albert dia masih betah berada disana. Dia tidak berani meninggalkan Alana sendirian jadi dia memutuskan untuk menginap diRumah Alana
"Aku akan berjaga di luar, kau tidur saja!" ucap Albert
Albert menawarkan diri untuk tinggal semalaman dirumah Alana dan dia akan tetap berada diluar untuk menjaga gadis itu
"Baiklah jika kau butuh sesuatu katakan saja kak," balas Alana dengan senyuman
Dengan badan yang kesal Alana Segera berbaring di kasur nya yang empuk. Tidak butuh waktu lama Alana sudah berada dalam mimpi Indah nya dia terlihat tertidur pulas diantara tumpukan bulu yang halus.
Albert mendatangi kamar Alana. Dia menatap Hangat kearah Gadis Itu sambil tersenyum
"Jika kau bukan Adikku sudah pasti aku akan menikahi mu dan membawa mu pergi dari sini," lirih nya sambil mengelus pipi gadis itu
Pandangan Albert beralih pada
Kotak kecil kecil diujung sana.
"Kenapa banyak sekali kertas,"
Albert membaca satu persatu tulisan yang berada di kertas itu.
•••••
..."Malam ini sepertinya kamu datang lagi, tapi kenapa aku tidak pernh melihat wajah mu kenapa hanya suaramu...
..."Sepertinya kau selalu mendatangiku setiap malam ya, kenapa kau selau meneriaki nama ku? Apa kita saling kenal?...
...Tapi suaramu sangat indah aku sangat penasaran dengan sosok mu apakah kita bisa bertemu...
..."Sudah 3 hari ini aku tidak mendengar suaramu, apa kau marah dengan ku? Jika kau mendengar ku tolong Jawab aku lewat mimpi...
..."Dari sekian mimpi dan suara yang aku dengar mengapa baru pertama kali ini aku mendengar suara pedang yang saling beradu...
..."Untuk saat ini aku memang sudah terbiasa dengan suaramu bahkan sejak kecil aku selau mendengar suaramu. Aku pikir itu adalah Ayahku yang sedang menjahili ku...
..."Aku harap kita akan segera bertemu...
•••••••
Mata Albert terbelalak terkejut usai membaca lembaran demi lembaran Kertas yang ia temukan. Dia semakin tercengang setelah tau selama ini Alana sering mendapatkan bisikan bahkan suara-suara yang aneh.
Albert menatap kearah Alana dengan lekat
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Alana, siapa sebenarnya dia?" lirihnya dengan cemas
Albert segera menata kembali Surat-surat itu dan memasuknya kedalam ke peti. Dia segera pergi dari sini. Albert meninggalkan Alana seroang diri untuk menemui seseorang, pikiran nya sangat kacau untuk saat ini
..."Alana, alana bangunlah aku datang,"...
..."Apa kau tidak ingat! Aku adalah pria yang selalu datang di mimpimu," ucap nya membuat Alana dengan cepat membuat kedua matanya...
..."Hah, benarkah lalu dimana dirimu sekarang? Kenapa disini sangat gelap sekali aku merasa pengap,"...
...Keadaan kali ini memang sangat gelap tidak ada satu cahaya pun yang menerangi tempat itu...
..."Aku akan segara datang menemui mu didunia nyata tapi, saat ini aku sangat sedih,"...
..."Sedih kenapa?" Alana terlihat bingung mencari sumber suara itu apalagi dalam keadaan gelap gulita seperti ini...
..."Ini adalah hari terkahir ku datang ke mimpi mu,"...
..."Kenapa begitu," ucap Alana sedih...
..."Kau akan segera tau," balasnya...
..."Tapi, kau akan pergi kemana?"...
...Ssstttt pelan kan suaramu...
...Pria itu memegang dagu Alana dengan lembut lalu mengelus kedua pipi nya sambil berkata...
..."Kita akan segera bertemu aku harap kau akan setia menungguku,"...
..."Kk..kau menyentuhku, kk..kau nyata," teriak Alana dengan bibir gemetar...
...Pria itu tertawa dengan gemas...
..."Ya aku menyentuhmu,"...
...Wajah Alana bersemu merah untung saja keadaan tempat ini sangat gelap jadi, Alana tidak akan malu...
..."Wajah mu merona...
..."Hah, kk...kenapa kau bisa melihat ku bukankan disini gelap," teriak Alana dengan Menutupi wajah nya...
..."Walaupun gelap aku tetap bisa sepenuhnya melihat wajah cantik mu,"...
..."Bb..benarkah? Tapi kenapa aku tidak bisa?"...
..."Kau tidak perlu tau,"...
...Alana mengerutkan bibirnya dengan kesal...
..."Apa kau tidak mau menampakan wajahmu sedikit saja untuk ku," pinta Alana setelah terdiam cukup lama...
..."Tidak," balas Pria itu cepat...
..."Sedikit saja," Alana memohon dengan muka yang memelas...
..."Hm, baiklah aku akan nemperlihtakan kedua mata ku saja,"...
...Alana mengangguk senang...
...Untuk pertama kalinya Alana bisa melihat jelas kedua mata dari sosok yang sering memanggilnya di malam hari...
...Mata yang sangat indah dengan Bulu mata yang lentik...
..."Mata mu sangat indah," ungkap Alana...
...Pria itu tertawa...
..."Mata mu jauh lebih indah dariku,"...
..."Selama ini aku hanya mendengar suaramu tapi, kenapa kau malah muncul saat detik terkahir pertemuan kita ya, walaupun keadaan Sangat gelap...
..."Alana Aku ada satu pertanyaan untuk mu,"...
..."Apa?"...
"Apakah kau sudah siap untuk bertemu denganku?"
..."ya aku sangat siap memangnya kenapa?"...
..."tidak ada apa-apa, aku hanya takut jika kau tau kebenaran nya," ...
..."Kebenaran apa?" tanya Alana dengan bingung...
..."Kau akan segera tau tapi, yang pasti kau jangan terkejut jika sudah mengetahui semua nya,"...
...Pria itu mengelus pucuk rambut Alana dengan lembut...
..."Baiklah sekarang Bangunlah dari mimpi mu, aku akan segera pergi jangan sampai kau berada disini sendirian!" perintah nya...
Alana tersenyum lalu memejamkan kedua mata nya
Sayup-sayup Alana mendengar seperti ada yang memanggil namanya berulang kali
"Alana
"Alana
"Alana
Suara bising yang terdengar membuat gadis itu harus membuka matanya secara perlahan
"Kau, ha! Reyna apa yang kau lakukan," sentak Alana terkejut usai mendapati Reyna yang berdiri dihadapan nya
"Kau itu lama sekali bangin nya! apa kau bermimpi indah sampai pulas seperti itu, sudah 2 jam lebih aku menunggumu," omel Reyna tanpa henti
"2 jam? aku hanya bermimpi sekitar 20/30 menit saja bagaiman bisa selama itu," ucap nya dengan heran
"Lihat ini sudah jam berapa aku datang dari jam 7 kau bangun jam 9!"
Alana menepuk dahinya dengan pelan sambil tertawa mengingat kejadian mimpi tadi walpaun hanya melihat mata saja sudah membuatnya sangat senang
"Hei kenapa kau tertawa? kau membuat ku takut saja,"
"Apa si Rey, sudahlah aku mau mandi dulu kau kebawah saja atau tidak buatkan aku sarapan!"
"Dasar, ya sudah aku akan memasak untuk mu," ucap Reyna
Alana terkekeh sambil berjalan kearah kamar mandi
"Aku sangat tidak sabar menunggu kedatangan Pria itu, kira-kira seperti apa yaa wajahnya,"
"Aaaaa rasanya ingin melayang walapaun cuma mimpi tapi, terasa sangat nyata sekali. hm...cukup Alana kau harus segera mandi atau Bibi akan memarahi mu habis-habis an,"