My Destiny Is With The Vampire King

My Destiny Is With The Vampire King
EMPUSA



Edward berjalan mendekati lembah kematian yang sangat gelap dengan bersama pasukannya. ia menatap langit yang sudah sangat gelap, Semua pasukan telah menyebar keseluruh arah untuk mengepung Empusa.


Dinding Perisai yang melindungi lembah ini sangatlah kuat butuh kekuatan extra untuk menghancurkan nya. Dan Seluruh bangsa jin mencoba untuk melarikan diri usai dinding perisai itu hancur mereka merasa ketakutan setelah merasakan keberadaan Raja Vampir. Semua pasukan Vampir telah mengepung tempat ini mereka, tidak akan membiarkan para makhluk itu keluar dengan selamat.


"Kau mencari ku,"


Edward menoleh dengan amarah yang bergejolak. Ia melangkah ke arah dimana sosok wanita dengan Tanduk itu tengah berdiri. Wanita itu tersenyum sambil menunjukan Tubuhnya yang sexy. Dia terlihat sangat menggoda tapi, bagi Edward itu adalah hal yang sangat menjijikan. Wanita itu mulai merayu Edward dengan semua cara. Bahakan ia mulai melepas semua pakaiannya demi bisa menggoda Sang Raja Vampir.


Edward menatap wanita itu dengan sinis.


"Cih, Murahan!" sentak Edward merasa geli


Edward sama sekali tidak melirik wanita itu bahkan dalam keadaan telanjang sekalipun.


"Apa yang kurang dariku?" tanya nya dengan emosi. Ia kembali menyentuh Edward serta menatap matanya dengan lekat. Ia sangat bernafsu untuk mencium Bibir Raja vampir


Plak


"Kau!"


Wanita itu merintih kesakitan dengan memegang pipinya. Ia merasa dipermalukan


"Aku sama sekati tidak tertarik denganmu, aku datang kesini hanya ingin menghabis mu," terang Edward


Wanita itu tercengang setelah mendengar kata itu.


"Bahkan setelah kematian Alana kau masih belum bisa menerimaku, apa kelebihan dia hingga membuatmu tidak bisa berpaling dari siapapun?"


Edward hanya tertawa melihat kemarahan wanita itu yang meluap.


"Itu bukan urusanmu Empusa!"


Ya sosok wanita dengan tanduk tadi adalah Empusa, pemimpin dari Bangsa jin. Ia melirik dengan tatapan tang tajam


"Apa karena darah? Ingat aku juga seorang wanita dengan darah Suci, bukankah aku juga sama dengan Alana tapi, kenapa kau rela mengorbankan hidupmu hanya untuk menunggu wanita sialan itu,"


Mendengar nama belahan jiwanya di hina, Edward langung mencengkeram leher Empusa. Cengkraman yang diberikan semakin kiat membuat Waniya itu lemas


"Dengar baik-baik kelebihan Istriku denganmu Sangatlah berbeda jauh. kau memang memiliki darah Susi tapi, darahmu adalah Darah Kotor ingat kau adalah Iblis bukan Dewi!"


Empusa mengerang kesakitan. Ia sama sekali tidak bisa bergerak karena cengkraman Edward sangat kuat.


Edward melempar tubuh Empusa hingga terpental. Ia menendang dan menginjak tubuhnya dengan sangat keras.


Edward kembali menghajarnya tanpa ampun. Perlawan kali ini cukup menguras energinya.


Bahkan setelah dihajar habis habisan Empusa masih bisa bertahan.Edward merasa heran apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Empusa tertawa sambil memperlihatkan wujud aslinya. Wanita dengan tanduk seperti iblis itu berjalan kearah Edward.


"Aku sangat suka dengan permainanmu," ucap nya dengan menggoda


Empusa menangkis serangan yang dilancarkan Edward. Dia merubah wujudnya menjadi sosok Ular


Empusa memang sosok Vampir setengah iblis yang dapat berubah menjadi apapun entah manusia atau hewan. Kekuatannya hampir setara dengan Vampir Berdarah murni.


Empusa sangat berambisi untuk menjadi Seorang Ratu bahkan ia berencana untuk mencelakai Ratu Vampir. Namun aksinya lebih dulu diketahui oleh Raja dan atas pengkhianatan nya Raja menjatuhkan hukuman mati untuk nya.


Namun Ratu Mencegah hal itu dia masih mengampuni Kesalahan Empusa. Ia hanya akan diusir dari wilayah ini dan selama Sang Ratu masih hidup Empusa tidak diperbolehkan menggunakan kekuatannya. Namun, setelah kematian sang Ratu Empusa malah berbuat Ulah. Ia telah berani merusak sebagian wilayah ini selama Raja Tertidur.


"Jika bukan karena Istriku kau sudah mati!"


"Aku tidak peduli," balas nya dengan sombong


Empusa mengeluarkan kekuatan sepenuhnya. ia menyerang Edward dengan kekuatan penuh


"Melawan nya hanya akan menguras energiku apalagi aku benar-benar belum pulih," lirihnya. Edward menyeka sudut Bibirnya. sambil memikirkan cara untuk mengalahkan Empusa


Kalau saja Edward tidak kehilangan sebagai kekuatan nya akan sangat mudah, ia bisa melenyapkan Empusa tapi, untuk saat ini ia benar-benar lemah.


Setelah Ribuan tahun berlalu Edward memang sudah tidak meminum darah suci milik Istrinya. itu sebabnya Kekuatannya melemah ditambah dengan perjanjiannya dengan roh alam bawah, yang mengharuskan dia untuk merelakan sebagian kekuatannya.


Edward segera meramalkan sebuah mantra untuk mengunci jiwa empusa ke dalam sebuah Kristal. Edward akan menyegel tubuh beserta dengan jiwa Empusa kedalam Kristal itu. Dan itu hanya untuk sementara waktu sampai kekuatannya pulih.


Setelah sadar jika Edward akan menyegelnya. Ia hendak kabur dengan berubah menjadi Burung, namun sayang nya itu semua sudah terlambat.


Kristal itu telah mengunci jiwa Empusa jadi, ia tidak akan bisa kabur atau pergi dari sini.


Kristal itu menarik seluruh tubuh Empusa hingga tak tersisa. Kristal yang tadinya berwarna Kuning kini telah berubah menjadi Hitam pekat.


Edward segera bangkit dan mengambil kritis itu untuk disimpan diistana.


Pasukan vampir juga sudah mengamankan semua bangsa jin yang berusaha kabur.


"Yang mulai apa anda baik-baik saja," ucap salah satu mereka


"Ya kita harus segera keluar dari sini,"


Edward sedikit merasakan sakit di bagian Dadanya akibat pukulan dari Empusa tadi.


"Pastikan semua Vampir telah keluar dan aku akan segera menyegel Tempat ini,"


Edwar menatap langit yang kini sudah kembali cerah. Ia menyunggingkan senyuman tipis.


"Ayo kita kembali!" Seru Edward yang dikuti suara sorak para vampir lainnya


"Akh akan mengadakan sebuah pesta jadi,bersiaplah untuk malam nanti!"


Edward beserta pasukannya segera kembali ke Istana Fuller mereka akan segera merayakan kemenangan ini namun, sebelum itu Edward akan pergi ke Kastil Nevil yang tak berada jauh dari sini.


Edwaed menghampiri James yang sedari tadi sudah menunggu


"Apa dia sudah sadar?" tanya Edwaed dengan cemas


"Anda bisa menemuinya di taman," balas nya


"Baiklah ah tunggu sebentar,"


Edward segera menganti pakaiannya dengan yang baru. Dia tidak ingin terlihat kotor dan bau apalagi, ini adalah pertemuan pertamanya tak lupa dengan seikat bunga mawar putih untuk nya.


Edward berkali kali merapikan rambutnya sambil bergaya. Ia juha berlatih berbicara didepan kaca. Hal itu cukup membuat Sang Raja Vampir terlihat panik dan gugup.


"James apa aku sudah terlihat bersih dan tampan," ucap nya dengan perasan yang gugup.


James terlihat menahan tawa nya karena melihat tingkah sang Raja


"Apa yang kau tertawakan!" sentak nya membuat James diam seketika


"Maaf Yang Mulia,"


"Beraninya kau tertawa," hardik Edward yang sedikit menahan rasa malu.


Namun James tetap tidak bisa menahan tawa nya. Apalagi melihat Sosok Raja Vampir yang dingin telah mencari seperti ini.


Edward menghela nafas dengan jantung yang berdegup kencang tidak biasanya, ia merasakan hal seperi ini. Dia juga meras sangat malu dan gugup untuk pertama kalinya.


Edward dan James segera pergi ketaman bunga didekat kastil. Mata Edward langgusng menangkap Sosok wanita dengan rambut yang terurai diujung sana. Wanita itu terlihat tersenyum sambil bermain dengan kupu-kupu. Mata Edward sama sekali tidak berkedip saat menatap kecantikannya


Mata yang lentik serta bibir yang indah cukup membuat dirinya mematung seketika. Ia merasa dunia nya telah kembali.