My Destiny Is With The Vampire King

My Destiny Is With The Vampire King
Membawa nya kembali



Kematian Raul membuat Alana sangat terpukul.ia menatap ke makam milik Kakeknya dengan derai air mata


"Kenapa Kakek pergi secepat itu," lirih nya


"Alana ayo kita pulang," ajak Mary yang langsung dibalas anggukan oleh Alana


Sesampainya di rumah Raul mata Alana tak sengaja menangkap seorang pria asing yang tengah berdiri diujung sana


Pria itu tersenyum kearahnya sambil melambaikan tangan. Pikiran Alana langsung tertuju pada sosok pria yang sering muncul dalam mimpinya.


Alana berniat menghampirinya namun, Bibi Mary telah lebih dulu mencegahnya


"Alana cukup kau harus tetap disini sampai masalah Kakek mu selesai,"


Alana terdiam mengikuti perintah Bibi Mary


Alana menatap kearah yang sama tapi, sosok pria asing tadi secara misterius telah menghilang


"Aneh,bukannya tadi dia ada di sana," lirih nya


"Alana kau bicara apa?" teriak Mary mengejutkan Alana


"Ah tidak Bibi,"


Alana masuk kedalam ruangan pribadi milik Raul, Ia ingin membereskan sebagian barang-barang milik Kakeknya


"Apa Bibi sudah memberitahu tentang kematian kakek pada Kakak?" tanya Alana


"Sudah, setelah menyelesaikan pekerjaan ini, aku akan pergi kerumah Tuan Vincent," 


"Baiklah aku akan menginap di rumah Kakek,"


Mary menoleh dengan tatapan cemas


"Jangan, kau jangan menginap disini, nanti ku panggilkan Reyna untuk menemanimu dirumah atau kau tidur di rumah Bibi untuk sementara waktu?" ucap nya risau


"Aku menginap dirumah Bibi saja," balas nya dengan cepat


"Ingat kau harus berada dirumah. Bibi sebelum malam,"


Mary akan pergi menemui Vincent, ia meninggalkan Alana sendirian di rumah Raul. dan mungkin, ia akan kembali saat tengah malam Karena jarak anatara desa ini dengan Rumah vincent lumayan jauh


Alana menatap lukisan wanita yang berada di ruangan milik Kakeknya.


"Sejak kapan Kakek menyimpan lukisan ini,"


Lukisan itu adalah Peningalan milik leluhur Raul yang dirahasiakan, konon katanya Lukisan itu telah berumur ratusan tahun


"Alana apa kau bisa keluar sebentar Reyna ingin menemui mu," teriak Mary dari arah luar 


Alana sangat malas untuk keluar, ia segera mengunci ruangan sebelum Bibi nya menerobos masuk, Gadis itu sangat menyesal karena, sudah pergi ke perbatasan hutan dengan Reyna, ia sangat marah kepada sahabatnya itu


"Andai aku tidak menemani Reyna pergi mungkin, aku masih bisa melihat Kakek untuk yang terkahir kalinya,"


Tok tok tok


"Alana, maafkan aku,"


"Aku tau aku sangat menyesal dan berduka atas kepergian Kakek Raul, aku minta maaf," lirih Reyna pelan


Alana terdiam cukup lama hingga tangisnya pecah. Ia menahan suara tangisannya agar tidak terdengar dari luar. Ia membekap mulutnya sendiri dengan derai air mata yang deras 


"Aku akan pergi kau istirahatlah sekarang, aku akan mendatangi mu besok," pamit Reyna pada Alana 


Tangisan Alana semakin kuat hingga membuat nafasnya sesak, ia menangis terus menangis hingga akhirnya, ia merasa lelah dan tertidur diruangan itu. Alana tertidur cukup pulas setelah seharian menangis.


Dari kejauhan terdengar langkah kaki seseorang. Sayup sayup Alana bisa mendengar nya. ia memastikan bahwa suara itu hanya lah mimpi namun, suara ketukan pintu menyadarkan Pikiran Alana bahwa suara itu Nyata


Alan terbangun dengan keringat yang bercucuran. Ia melirik kearah jam kuno milik kakeknya, jam menunjukan pukul 21.00 malam hal itu cukup membuat gadis itu tercengang


"Kenapa aku bisa tertidur disini, Alana kau sangat payah," gerutu nya   


Suara ketukan pintu kembali terdengar. Alana segara beranjak dari kursi dan mengintip dari celah pintu namun tidak ada seseorang pun yang terlihat.


Alana berbalik untuk mencari kunci pintu nya Namun, suara ketukan pintu itu kembali terdengar lagi hingga membuat Alana takut untuk keluar dari ruangan. Alana segera mengambil senjata tajam yang tersimpan di rak atas.


Alana bersiap untuk menyerang, siapapun yang datang tepat dihadapannya maka, ia tidak akan segan-segan untuk memukulnya.


Pintu terbuka secra perlahan, Mata Alana menatap keseluruh ruangan.


"Tidak ada apa-apa," ucap nya dengan lega namun, tiba -tiba ada tangan kekar menarik tubuhnya dan mencengkram tubuhnya dengan erat


"Jadi, kau selama kau bersembunyi disini," ucap nya dengan suara yang serak dan menyeramkan


Alana tidak dapat melihat siapa sosok itu dan seperti apa wujudnya karena keadaan yang sedikit gelap


Sosok itu mulai meremas Tubuh Alana hingga, ia merasa lemas lalu tubuh nya tergeletak dilantai. Mata Alana mengkap Sosok makhluk hitam dengan taring yang berdiri tepat dihadapannya


Alana ingin melawan nya namun, tenaganya telah habis. Dia sama sekali tidak bisa bergerak dari tempat nya 


Syut, syut ..Srett, Swish


Namun untuk beberapa saat Alana mendengar suara tebasan dari ruangan ini. Alana mencoba untuk bangkit dan melihat apa yang sedang terjadi namun, tenaganya tidaklah cukup, ia malah semakin merasakan sakit di sekujur tubuhnya


Kali ini Alana merasakan ada yang menyentuh tubuhnya dengan lembut lalu mengelus pucuk kepala nya.


"Apa kau baik-baik saja, maafkan aku yang datang terlambat untuk menyelamatkanmu," ucap sosok misterius itu


"Kk....kau siapa? Apa kau juga sama dengan makhluk itu,"  tanya Alana dengan memijit pelipisnya yang berat


"Tenanglah aku akan segera membawamu ketempat yang Aman," ucap nya dengan lembut


Alana hanya menahan rasa sakit yang tengah ia rasakan, dia sama sekai tidak peduli siapa yang telah menyelamatkan nya saat ini saat ini.


"Apa kau lupa dengan suaraku?" tanya Pria iru dengan suara yang berat


"Suara apa?" lirih Alana


"Lupakan saja! untuk saat kau jangan banyak bergerak," ucap nya


Rasa sakit yang Alana rasakan sudah tak tertahankan hingga akhirnya, ia tidak sadarkan diri


Sosok pria itu segera mengendong Alana dan membawanya pergi dari sini. Ia melesat dengan cepat untuk bisa sampai ke perbatasan


Sesampainya di tengah hutan Pria Itu menatap wajah Alana dengan hangat, lalu mencium kening nya dengan lembut


"Maafkan aku, mulai sekarang kau akan aman bersama ku," ucap nya lalu, ia segera meramalkan sebuah mantra


Mantra itu telah membentuk sebuah portal yang menghubungkan antara Hutan Loko dengan Istana Fuller


"Wajah mu masih sama seperti dulu dan aku sangat merindukan mu," ucap nya dengan tersenyum


Edward segera memasuki portal itu. Seluruh makhluk hutan juga turut menyaksikan pertemuan pertama Raja Vampir dengan Istrinya


Mereka sangat senang setelah mendengar  kabar, Raja Vampir telah menemukan Istrinya


________


"Alana," panggilnya


"Alana," Mary mengetuk pintu berulang kali namun, sama sekali tidak ada jawaban


"Mary menatap keseluruh ruangan hingga matanya menangkap bercak darah yang bercerai dilantai milik kediaman Raul


Mary menjerit sangat keras hingga membuat semua warga yang mendengar segera berdatangan ke kediaman Raul.


"Mary ada apa?" tanya mereka dengan panik


"Lihat, sekarang meraka telah membunuh Alana!" Pekik nya dengan histeris


"Apa!"


Suara tangisan hingga teriakan orang2 memenuhi seisi ruangan itu hingga, akhirnya ada Salah satu dari merasa yang menyentuh darah itu lalu menciumnya 


"Tunggu ini bukan arah Manusia," ucap nya


"Apa maksudmu,"


"Sepertinya gadis itu telah diculik oleh makhluk yang berasal dari hutan apa kau tau apa yang sebenarnya terjadi," tanya nya penasaran


Mary terdiam cukup lama hingga akhirnya, ia terpaksa Harus memberitahukan Semuanya kepada pria asing itu


"Baiklah sebenarnya Alana adalah seorang Gadis dengan darah suci,"


"Ah pantas saja apakah dia telah berusia 17 tajun,"


Mary mengangguk dengan perasaan cemas


"Kau tenang saja kita akan mencari sama-sama," ucap nya menenangkan semua orang


"Sebenarnya kau siapa?" Mary sangat  penasaran dengan pria asing itu


"Perkenalkan namaku adalah Jefry dan aku adalah Murid dari Tuan Raul," jelas nya


"Jadi ,kau adalah Pemburu?"


Jeffry mengangguk dengan tersenyum kerah semua orang


Mary menyesali telah meninggalkan Alan sendirian di rumah itu, ia sangat takut jika, Albert mengetahui penyebab hilang nya Alana. apalagi, Masalah kematian Raul yang masih menjadi misterius


"Aku kesini Karena mendapat kabar kematian Tuan Raul sepertinya hal itu ada kaitnya dengan menghilangnya Alana," ucap Jefry 


"Ya kau benar akhir-akhir ini aku merasa hutan loko seperti telah terjadi sesuatu,"  


"Perkataan Tuan Raul selama ini ada benarnya," ucap nya sambil menatap kearah Hutan


"Maksud mu apa?"


"Hutan itu akan kembali seperi dulu akan ada 2 pemimpin yang akan merebutkan sesuatu hal besar," jelasnya dengan serius  


Mary menatap ke arah Jefry dengan bingung, ia sama sekali tidak paham dengan semua ini. dia hanya ingin Alana kembali dengan selamat