My Destiny Is With The Vampire King

My Destiny Is With The Vampire King
Mencari Reinkarnasi



Edward keluar dari hutan loko secara diam-diam, ia melesat dengan cepat untuk mencapai perbatasan hutan


Edward merubah dirinya dengan identitas seorang pria yang berasal dari Kota, dia berjalan kearah pemukiman yang sangat padat.


Edward tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Istrinya. Tak terasa buliran air mata keluar dari sudut matanya. Edward mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat. Ia bertekad akan segera membalaskan dendam kepada seseorang yang telah membuatnya berpisah dengan Istrinya dimasa lalu


° ° ° °


Sosok Alpha yang yang membunuh Istri dari Raja Vampir telah melarikan diri dan bersembunyi ditempat yang tidak terlihat oleh siapapun


Tepatnya 1000 tahun yang lalu diwilayah vailuyxs telah terjadi perang besar antara bangsa Vampir dan Serigala. Peperangan ini telah menumpahkan banyak darah. Kedua Raja yang seharusnya berada didalam Istana kini , mereka harus berada digaris terdepan untuk memimpin pasukannya masing-masing.


Keduanya bersaing saling menunjukkan kekuatan yang dimiliki. kebencian yang sudah lama terjadi membuat mereka menjadi musuh bebuyutan sampai sekarang.


Pria dengan kulit putih pucat berjalan kearah musuh, Dia tersenyum seringai sambil menepis semua serangan yang mengarah kepadanya. Sosoknya yang tinggi dengan badan yang kekar membuat ia mudah mencengkeram semua musuh.


"Membosankan!"


"Kalian semua budak yang lemah!" remeh Raja Vampir dengan tawa


Raja Vampir menanggap perang ini hanya lah sebuah permainan. Dia tidak benar-benar mengeluarkan kekuatannya mungkin hanya 10 persen. Saat ingin menebas kepala musuh Raja Vampir melihat ada tangan kekar dengan kuku yang sangat tajam menepis Pedangnya dengan cepat.


Mata mereka saling beradu. Raja vampir Melesat dengan cepat menghindari serangan makhluk itu. Dia menatap kearahnya dengan tatapan yang nyalang


Raja Vampir bergeming dalam diamnya


"Dia! Kenapa kekuatannya berbeda dari sebelumya, bukankah dia terluka cukup parah waktu itu! siapa yang sudah menyembuhkannya?"


Sosok nya dengan badan yang kekar serta  taring yang tajam membuat nya terlihat sangat menyeramkan, dia menatap ke arah Raja Vampir dengan senyum seringai


"Apa kau terkejut melihatku Tuan Edward yang terhormat?" ucap Raja serigala dengan senyum mengejek


Edward Federico Raja vampir yang terkenal akan keabadian nya. Dia tersenyum dengan menatap kearah Darick Wilson yang merupakan Raja Serigala


"Aku adalah Vampir dengan darah murni, kekuatanku tidak sebanding denganmu. Lihat! Raja yang kalian banggakan dia hanyalah Serigala lemah yang berharap ingin menjadi sosok ALPHA tertinggi!" teriak Edward menghina lawannya


Edward mengacungkan pedang tepat kearah Darick dengan mengancam akan memusnahkan semua Serigala yang ada.


"Aku tidak akan membiarkan Bangsaku lenyap ditangan Vampir sepertimu!" hardik Darick


Edward tertawa


"Apa yang kau tertawakan!"


"Raja lemah sepertimu tidak akan bisa melindungi siapapun!" balas Edward dengan Dia berjalan mendekat kearah Raja Serigala. Tatapan mereka saling bertemu.


Darick mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Wajahnya terlihat memerah dengan nafas yang menderu menahan amarah


"Kesabaranku sudah habis setiap kau menghinaku Edward!


Darick mulai menyerang Edward dengan kuku tajam nya. Dia menyerang dari segala arah dan berhasil melukai wajah tampan Edward dengan kukunya


Edward meringis sambil mengusap Pipi nya yang terluka. Dia tersenyum seringai dengan tatapan yang sinis. Edward mengeluarkan seluruh kekuatannya dihadapan Darick lalu menyerangnya dengan ganas.


Kecepatan Edward membuat Darick kewalahan melawannya. Dia menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan Edward. Pertarungan yang sangat Epic membuat semua yang melihat bergidik ngeri.


Edward tertawa sembari memberikan serangan. Dia cukup terhibur dan senang akan pertarungan kali ini.


Darick terpental jauh setelah mendapat pukulan dari Edward. Dan peperangan kali ini akan segera dimenangkan oleh Bangsa Vampir.


Kondisi Darick sangat mengenaskan dia terlihat kemah dan tak berdaya untuk saat ini, dan sudah pasti Bangsa Vampir akan menang mengingat kondisi Darick yang tidak akan bisa bangkit untuk bertarung kembali.


Namun, secara tiba-tiba Darick bangkit dengan tatapan yang Nyalang. Dia tersenyum kearah Edward sambil memperlihatkan gigi taringnya.


Kali ini Edward mulai meningkatkan kewaspadaannya setelah merasakan ada Aura yang sangat suram dan mencengkram  dari Darick


Ratu menatap Kearah Edward yang tengah bertarung dengan perasan cemas


"Darick akan memilki Kekuatan yang melebihi Edward!" ucap Ratu


Felix mendelik terkejut usai mendengar perkataan Ratu. Pedang yang berada ditangan nya jatuh seketika. Tubuh Felix melemah dia benar-benar kehilangan separuh energinya untuk sesaat. kekuatan serta ketahan tubuh Darick memang sangat berbeda dari sebelumya.


Tubuh Darick telah sepenuhnya dikendalikan oleh sosok Alpha tertinggi. Kecepatan dalam menyerang Darick sudah melebihi Vampir berdarah murni.


Darick melesat kearah Edward. Dia tersenyum memperlihatkan gigi taring nya yang tajam. Luka yanga ada ditubuhnya juga seketika sembuh.


Darick mencengkram tubuh Edward dengan kuat. Perlawanan kali ini membuat Edward cukup terluka parah.


Kali ini Edward berhadapan dengan sosok Alpha yang yang tinggi. Ayahnya saja hampir tewas apalagi Edward baru memasuki tahap pemurnian darah.


Perlawanan dimenangkan oleh Darick setelah bertarung cukup lama. Dia tertawa puas dengan menatap Edward yang bersimpuh dengan luka yang parah. Tak ingin membuang kesempatan Darick segera melancarkan aksinya membunuh Edward dengan belati


Ratu segera menyadari keanehan yang terjadi. Dia berlari kearah Edward. Belati yang dibawa Darick bukanlah belati biasa. Belati itu sudah dicampur dengan lumuran Emas. Entah dari mana mereka tahu kelemahan Raja Vampir.


Ratu datang tepat waktu sebelum belati itu Melukai Edward. Dia melindungi Raja yang sudah terkapar tidak berdaya ditanah. Darah segar keluar dari mulut dan perut Ratu. Darah yang keluar dari tubuhnya mengundang para Makhluk datang. Banyak dari mereka yang menginginkan darah Ratu.


Ratu menjatuhkan tubuhnya dengan tersenyum. Dia menatap kearah Edward yang kesadarannya sudah kembali.


"Tidak," rintih Edward berusaha bangkit dengan menahan semua rasa sakitnya. Dia memeluk tubuh Istrinya.


Felix segera membawa mereka ketempat yang aman sedangkan para vampir maju bertarung melawan Darick untuk mengulur waktu.


"Segera minum darahku bulan purnama akan segera berakhir!" ucap Ratu dengan bibi gemetar. Tubuhnya mengeluarkan darah yang cukup banyak membuat wajahnya terlihat pucat.


Edward menahan air matanya. Dia tidak sanggup meminum darah istrinya dalam keadaan seperti ini.


"Felix segera lakukan Ritualnya. Jangan mengulur waktu lagi! perintah Ratu


"Jika kau tetap diam maka bangsa Vampir akan musnah! Lihat lah perjuangan mereka, mereka siap mati hanya utuk membantumu!" bentak Ratu pada Raja


Edward bergeming dalam diamnya menahan air mata nya.


Felix mengangguk mengerti, dia segera menyiapkan Ritual yang tak berada jauh dari medan perang. Dia mengambil jantung yang sudah siapkan dan darah suci dari Ratu lalu mencampurkan dalam satu wadah.


Felix membawa Raja tepat dibawah sinar rembulan. Edward segera meramalkan Mantra. dia tidak ingin pengorbanan Istri serta bangsanya terasa sia-sia.


Felix menjaga Raja dari segala arah dia tidak ingin siapapun menggangu ritual tuan nya.


Setelah memakan jantung dengan darah murni yang bercampur dengan darah suci, Edward memejamkan kedua mata nya. Dia Merasakan seluruh tubuh nya telah dikuasi oleh kekuatan yang dahsyat, tahap kesempurnaan telah dia lewati.


Darick tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dia melesat dengan cepat kearah Edward yang tengah melakukan ritual, Kukunya Yang tajam siap untuk merobek tubuh Edward


Semburan darah segar mengenai wajah Edward. Matanya terbelalak menatap sosok wanita yang ada di hadapannya sudah tergeletak dengan berlumuran darah


"ALANA!"


°°°°°°°


"Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu," Lirih Edward


Edward melesat dengan cepat menuju kearah desa Adanora. pria dengan memakai setelan jas dan topi itu berjalan mendekati salah satu warga yang tengah duduk ditepi sungai


Edward tersenyum kearahnya sambil bertanya tentang Desa ini. Ia berharap bisa mengetahui detail tentang tempat ini secepatnya


orang itu mengatakan jika ingin bertanya maka, ia harus bertemu dengan tetua desa ini. Namun, Edward tidak peduli, ia hanya ingin mecari Reinkarnasi dari Istirnya saja


Edward berjalan sangat pelan untuk melihat desa ini. ia sangat kagum dengan suasana didesa ini yang masih terjaga kealamian nya Bahkan, tidak tersentuh oleh teknologi sekalipun


Edward menghela nafas sambil menatap langit


"Aku harap kita bisa segera bertemu," lirihnya sambil menggenggam sebuah liontin cantik berwarna merah


Edward menatap Liontin itu dengan jantung yang berdegup kencang. Akhirnya setelah penantian 1000 tahun ia akan segera dipertemukan dengan Istrinya