
Setelah kejadian tadi sore sekarang alena tidak bisa tidur. Bayangan tara selalu saja muncul di pikiran alena.
" aduhhh gue kenapa sih, masa iya gue suka tara?" Gumam alena.
"Ini semua gara gara tara!" Teriak alena tanpa sengaja.
Brakk
"Gila gila!!" Pekik alena terkejut.
"Ngapain teriak teriak sih len, berisik tau nggak temen gue yang di bawah pada keganggu!" Kata vino.
"Eh-sory sory nggak sengaja juga" kata alena sambil mengeluarkan cengiran khasnya.
"Awas lo sekali lagi gue denger suara lo gur bogem tu mulut" ancam vino.
"Abang gue bukan sih lo galak bener" protes alena.
" bodoamat" kata vino sambil meninggalkan kamar alena.
Kruyuk kruyuk
"Gue laper lagi! Ada makanan nggak ya" gumamnya.
"Kalo firasat gue sih mengatakan nggak ada makanan" gumamnya lagi sambil berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur alena langsung mencari makanan di segala penjuru dapur. Tetapi hasilnya nihil tidak ada sedikit pun makanan. Karena bi yani juga belum kembali dari kampungnya.
"Tuh kan bener" kesal alena.
"Ahh dari pada gue ngomel ngomel nggak jelas mending gue keluar cari makan" katanya sembari bejalan ke kamar untuk mengambil ponsel dan uang tentunya. Setelah selesai dengan tujuan kekamarnya alena langsung turun untuk keluar rumah.
Ternyata benar di ruang tamu ada banyak temanya vino dan tentunya ada kevin juga.
"Ihh males banget gue ngeliat wajah nya si kevin! Kalo bukan karna gue laper nggak akan gue keluar" gerutu alena. Sambil berjalan ke ruang tamu.
"Hay alena" sapa arsen.
"Hay" balas alena dengan senyum manisnya.
"Udah malem mau kemana?" Tanya vino.
"Cari makan" jawab alena
"Sendiri?" Tanya vino lagi.
"Iya"
"Gue anter ya" tawar kevin.
"Nggak usah" balas alena cuek. Sembari keluar dari rumah. Alena keluar dengan berjalan kaki karena memang alena hanya ingin mencari makan di tempat terdekat.
"Makan apaan gue?" Gumamnya.
"Nasi goreng itu aja deh" gumam nya lagi sambil berjalan ke arah penjual nasi goreng.
"Pak nasi goreng nya satu sama es teh nya satu ya" kata alena kepada bapak penjual nasi goreng.
"Sebentar ya neng" kata bapak penjual nasi goreng itu. Setelah beberapa menit akhirnya alena bisa juga memberi makan para cacing yang ada di perutnya itu.
Setelah selesai makan alena membayar makanan nya.
Alena berencana mampir ke supermarket dulu untuk membeli camilan. Setelah selesai membeli camilan alena keluar dari supermarket tetapi dia tudak sengaja menabrak orang.
Brukk
"Eh sory gue nggak sengaja" kata alena tanpa melihat orang yang ia tabrak, karena dia sibuk membersihkan tangan nya yang kotor. Saat ia mendongak terlihatlah sosok yang sangat ia kenal.
"Eh lo" pekik alena. Tetapi tak di hiraukan oleh orang itu justru orang utu malah mengulurkan tangan untuk membantu alena berdiri. Tanpa basa basi yang basi alena pun menerima bantuan itu.
"Kalo jalan tuh hati hati" kata orang itu.
"Yeee.. namanya juga nggak sengaja" elak alena.
"Sama siapa?" Tanya orang itu.
"Nggak usah basa basi. Basa basi lo udah basi! Udah tau gue disini seorang diri ya pastilah gue sendiri. Dasar manusia tembok" ketus alena. Ya benar orang yang alena tabrak tak lain adalah tara.
"Mau pulang?" Tanya tara.
"Iya lah masa nginep di sini" ketus alena.
"Ayo gue anter" kata tara yang langsung menarik tangan alena menuju mobilnya.
"Ehhh nggak usah tarik-tarik bis kan" ketus alena.
"Masuk" kata tara datar.
"Iya iya"
Selama perjalanan didalam mobil hanya ada keheningan tidak ada satupun yang berbicara Sampai dirumah alena.
"Iya, itu temenya bang vino pada disini semua" jelas alena.
"Laki laki semua?"
" iya"
"Orang tua lo kemana?"
"Luar negri nggak pernah pulang" jawab alena lesu.
"Terus lo tinggal berdua sama abang lo doang?"
"Enggak ada bi yani, tapi sekarang orang nya lagi pulang kampung" jelas alena.
"Ohhh" kata tara be-oh ria.
"Mau mampir nggak" tawar alena.
"Boleh"
Merekapun turun dari mobil lalu berjalan menuju rumah alena. Tetapi saat alena ingin masukje dalam rumah tangan alena di cekal oleh tara.
"Kenapa?" Tanya alena.
"Disini aja" alena pun mengangguk lalu mereka duduk di salah satu anak tangga.
"Lo tau nggak apa perbedaan bintang sama lo?" Tanya tara sambil memandang bintang bintang.
"Apa"
"Kalau bintang itu menyinari semua planet, tapi kalau lo itu selalu menyinari hati gue" kata tara.
"Idihh orang tembok aja sok sok an ngegombal" ejek alena.
"Gue serius"
"Mana ada jadian juga baru tadi sore, itu pun atas dasar pemaksaan" sinis alena.
"Lo tau nggak--" belum selesai tara bicara alena sudah memotongnya.
"Ya nggak lah lo kan belum bilang"
"Makanya dengerin dulu" kata tara.
" yaudah apaan?"
"Gue itu suka sama lo udah lama banget, waktu itu gue kelas 8 smp dan lo masih 7 smp" kata tara.
" hah kok bisa! Kita kan nggak satu sekolah" kata alena mulai kepo.
"Iya dulu lo sekolah di smp wijaya gue di nusantara"
"Tetanggaan dong brarti"
"Iya waktu itu gue sering lihat lo pulang sama laki laki gue pikir itu pacar lo jadi gue nggak berani buat deketin lo, jadi tiap pulang sekolah gye cuma berani liat lo dari jarak jauh aja, sampai akhirnya gue lulus smp, gue sekolah di sma dirgantara sejak saat itu gue nggak pernah lihat lo lagi." Alena hanya diam mendengarkan cerita tara.
" sampai gue naik kelas 12 gue lihat lo bareng sama laki laki yang waktu dulu juga dan itu malah bikin gue putus asa buat deketin lo, tapi diko bilang laki laki itu adalah kakak lo, nah dari situ gue mulai berpikir gimana rencana deketin lo eh malah pas enak enak nya mikir ada orang lari kaya di kejar setan terus nabrak gue-" alena memotong cerita tara.
" tunggu tunggu, itu gue bukan sih yang nabrak lo?" Tanya alena. Pasalnya dia juga pernah menabrak tara. Dan itu waktu pertama kali alena bertemu tara.
"Iya" jawab tara sambil terkekeh.
"Terus terus"
"Nah saat itu gue nggak bisa nggomong apa apa, dulu gue hanya bisa lihat lo dari jarak jauh nah disitu jantung gue bedetak dengan cepat. Masih inget nggak pas lo nggomong sama gue gue cuma diem aja?" Ujar tara.
" Iya kesel banget gue waktu itu" gerutu alena.
.
.
.
.
.
Halo apa kabar?
Gimana ceritanya bagus nggak?
Semoga kalian suka ya🤗
Oh ya jangan lupa tinggalkan jejak ya!